0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Perancis Rusia Spesial

    Rusia Murka Kapalnya Dicegat Prancis, Kremlin: Pembajakan Internasional - IndonesiaInside

    4 min read

     

    Rusia Murka Kapalnya Dicegat Prancis, Kremlin: Pembajakan Internasional - IndonesiaInside



    No Result View All Result

    Indonesiainside.id – Ketegangan antara Rusia dan Prancis kembali meningkat setelah Angkatan Laut Prancis mencegat kapal tanker yang berlayar dari Rusia di Samudra Atlantik. Kremlin mengecam tindakan tersebut sebagai tindakan ilegal dan menuduh Paris melanggar prinsip-prinsip hukum internasional.

    Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan pencegatan kapal tanker bernama Tagor tidak memiliki dasar hukum yang sah dan merupakan tindakan yang sangat provokatif.

    “Kami menganggap tindakan seperti itu ilegal dan hampir merupakan pembajakan internasional,” kata Peskov dalam konferensi pers di Moskow, Senin.

    Menurut Peskov, Rusia menolak klaim bahwa terpilihnya atau pemeriksaan kapal yang berlayar dari Rusia di laut lepas dapat dibenarkan berdasarkan hukum internasional. Ia menegaskan Moskow akan terus mengambil langkah-langkah untuk melindungi jalur logistik dan pengiriman barangnya di tengah meningkatnya tekanan dari negara-negara Barat.

    “Rusia mengambil sejumlah langkah untuk memastikan keamanan kargonya dan akan terus mengambil langkah-langkah tersebut dengan mempertimbangkan pengalaman negatif yang telah dialaminya,” ujarnya.

    Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa kapal Angkatan Laut Prancis telah mencegat kapal tanker yang terkena sanksi internasional dan berlayar dari Rusia.

    Macron menyatakan operasi dilakukan pada Minggu pagi di Samudra Atlantik dengan dukungan sejumlah negara mitra, termasuk Inggris.

    Menurutnya, tindakan tersebut dilakukan dengan mematuhi hukum laut internasional dan merupakan bagian dari komitmen Prancis dalam memberikan sanksi terhadap Rusia.

    “Tidak dapat diterima bahwa kapal-kapal menghindari sanksi internasional, melanggar hukum laut, dan membiayai perang yang telah dilancarkan Rusia terhadap Ukraina selama lebih dari empat tahun,” tegas Macron.

    Pemerintah Prancis juga menilai kapal-kapal yang beroperasi di luar aturan pelayaran internasional dapat menimbulkan risiko keselamatan navigasi serta ancaman lingkungan.

    Rusia Cari Informasi Nasib Awak Kapal

    Menyusul kejadian tersebut, Kedutaan Besar Rusia di Prancis menyatakan telah mengajukan permintaan resmi kepada otoritas Prancis untuk memperoleh informasi mengenai kapal awak yang berada di atas tanker tersebut.

    Menurut pernyataan kedutaan, terdapat indikasi bahwa kapten kapal merupakan warga negara Rusia. Namun hingga kini pihak diplomasi Rusia mengaku belum menerima kapal pemberitahuan resmi dari pemerintah Prancis mengenai status maupun awaknya.

    “Menurut informasi awal, kapten kapal tanker tersebut adalah warga negara Rusia,” demikian pernyataan kedutaan.

    Babak Baru Konfrontasi Laut

    Insiden pencegatan kapal Tagor berpotensi membuka babak baru perseteruan antara Rusia dan negara-negara Barat di wilayah maritim.

    Dalam beberapa bulan terakhir, negara-negara Eropa meningkatkan pengawasan terhadap apa yang mereka sebut sebagai “armada bayangan” atau armada bayangan Rusia, yaitu jaringan kapal yang diduga digunakan untuk mengangkut minyak dan komoditas energi guna menghindari sanksi internasional.

    Di sisi lain, Rusia menilai langkah tersebut sebagai bentuk intervensi yang melampaui kewenangan hukum internasional dan dapat mengganggu kebebasan navigasi di laut lepas.

    Sejumlah pengamat menilai respons keras Kremlin menunjukkan kekhawatiran Moskow bahwa operasi serupa dapat semakin sering dilakukan oleh negara-negara NATO terhadap kapal-kapal yang terkait dengan perdagangan Rusia.

    Hingga saat ini belum diketahui apakah kapal Tagor akan ditahan lebih lanjut, dibiarkan kembali, atau menghadapi proses hukum terkait dugaan pelanggaran sanksi internasional. Namun yang jelas, kejadian ini menambah daftar panjang ketegangan antara Rusia dan Prancis di tengah berlanjutnya konflik antara Rusia dan Ukraina.

    Komentar
    Additional JS