0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Drone Dunia Internasional Featured Konflik Rusia Ukraina Spesial Ukraina

    Langit Moskwa Membara, Ukraina Luncurkan Serangan Drone Terbesar - Kompas

    5 min read

     

    Langit Moskwa Membara, Ukraina Luncurkan Serangan Drone Terbesar


    Sumber CNN

    MOSKWA, KOMPAS.com - Ukraina dilaporkan telah melancarkan serangan drone berskala paling besar ke Moskwa, Rusia, dalam dua tahun terakhir. 

    Menurut laporan kantor berita pemerintah RusiaTASS, gempuran tersebut terjadi pada sejak Rabu (17/6/2026) malam hingga Kamis (18/6/2026).

    Serangan itu merusak sebuah kilang minyak utama, memicu sejumlah kebakaran, dan menghujani wilayah tersebut dengan puing-puing.

    Baca juga: KTT G7 Dibuka, Iran dan Ukraina Jadi Sorotan Utama

    Wali Kota Moskwa Sergei Sobyanin mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh sedikitnya 194 drone yang mengarah ke ibu kota. 

    Angka ini melonjak tajam dibandingkan hari-hari saat serangan berat terjadi dalam beberapa bulan terakhir, di mana jumlah drone biasanya hanya mencapai dua digit.

    Secara keseluruhan, serangan ini merupakan bagian dari operasi militer Ukraina yang jauh lebih luas, sebagaimana dilansir CNN.

    Kementerian Pertahanan Rusia mencatat, pertahanan udara mereka mencegat total 555 drone di berbagai wilayah, termasuk di atas Laut Azov.

    Dampak dari gempuran masif ini sangat terasa di darat dan udara. Mengutip otoritas penerbangan Rusia, Reuters melaporkan bahwa seluruh penerbangan di bandara-bandara utama Moskwa terpaksa ditangguhkan sementara pada Kamis.

    Baca juga: Ketika Perang Ukraina Membentuk Gaya Hidup Baru di Rusia...

    Sasar kilang minyak dan fasilitas publik

    Ukraina belakangan ini secara nyata meningkatkan serangan jarak jauhnya dengan menargetkan infrastruktur energi dan militer Rusia, termasuk fasilitas angkatan laut, terminal, dan depot minyak. 

    Beberapa serangan bahkan menjangkau wilayah Leningrad, tempat St Petersburg belum lama ini menggelar forum ekonomi global yang kerap dijuluki sebagai "Davos" versi Presiden Rusia Vladimir Putin.

    Dalam serangan terbaru, Kilang Minyak Moskwa di Distrik Kapotnya bagian tenggara kembali menjadi korban setelah sebelumnya juga diserang pada Selasa (16/6/2026). 

    Video yang diverifikasi lokasinya oleh CNN memperlihatkan sebuah proyektil yang diluncurkan dari darat ditembakkan ke arah kilang tersebut saat armada drone mendekat, memicu kepulan asap hitam pekat. 

    Baca juga: Duduki Wilayah Ukraina, Rusia Diskors Federasi Catur Dunia

    Klip lain menunjukkan ledakan besar yang mengguncang kompleks itu hingga menerbangkan atap sebuah tangki bahan bakar besar ke udara.

    Staf Umum Ukraina melaporkan, sebuah depot minyak lainnya di wilayah Rostov, Rusia, turut terkena hantaman.

    Tidak hanya fasilitas energi, puing-puing yang jatuh juga merusak sebuah gedung apartemen dan pusat kebugaran di ibu kota, lapor TASS

    Di lokasi lain, kepulan asap besar terlihat membubung di dekat pusat perdagangan Sadovod yang dikenal sebagai mal terbesar di Rusia.

    Baca juga: Menderita Dampak Perang, Negara NATO Ini Hentikan Pasokan Senjata ke Ukraina

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas energi merupakan strategi kunci untuk memaksa Moskwa mengakhiri perang. 

    Melalui unggahan di Telegram dari Brussels, tempat dia bertemu dengan para pemimpin NATO, Zelensky menyebut serangan Kamis itu sebagai, respons yang sepenuhnya dapat dibenarkan atas serangan Rusia terhadap kota-kota dan komunitas Ukraina.

    "Dalam beberapa hari terakhir, semua mitra kami telah mencatat presisi dan efektivitas serangan jarak menengah serta sanksi jarak jauh kami," tambahnya.

    Serangan ini bukannya tanpa balasan. Menurut Angkatan Udara Ukraina, Rusia membalas dengan menembakkan tujuh rudal dan 239 drone

    Otoritas Ukraina dan Rusia melaporkan bahwa serangan balasan tersebut menghantam sebuah rumah warga, fasilitas infrastruktur energi, hanggar, dan fasilitas minyak di wilayah Kyiv serta Poltava.

    Baca juga: Perang Masuk Tahun Kelima, 3 Negara Raksasa Eropa Dorong Dialog Langsung Ukraina-Rusia

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS