0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat B-52 Berita Featured Lintas Peristiwa Spesial

    Kronologi Jatuhnya Bomber B-52 AS, Meledak Hebat Setelah Lepas Landas - detik

    6 min read

     

    Kronologi Jatuhnya Bomber B-52 AS, Meledak Hebat Setelah Lepas Landas

    Sumber The New York Post

    WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Bomber nuklir B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) jatuh dan meledak di Pangkalan Angkatan Udara Edwards, California, Senin (15/6/2026) pagi waktu setempat. 

    Otoritas pangkalan memastikan delapan orang yang berada di dalam pesawat tewas dalam insiden tragis tersebut, sebagaimana dilansir New York Post.

    Kecelakaan ini menimbulkan gumpalan asap hitam pekat yang membubung tinggi ke langit di atas kawasan Kern County, sesaat setelah jet militer raksasa senilai 85 juta dollar AS (Rp 1,5 triliun) tersebut menghantam tanah. 

    Foto-foto di lokasi kejadian memperlihatkan puing-puing bangkai pesawat yang masih berasap dengan bayangan hitam besar di titik hantaman.

    Baca juga: Bomber B-52 AS Jatuh Usai Lepas Landas di California, 8 Kru Tewas

    Kronologi

    Pengunjung melihat pesawat B-52 Angkatan Udara AS di Bahrain International Airshow di Sakhir pada 13 November 2024.

    Lihat Foto

    Pengunjung melihat pesawat B-52 Angkatan Udara AS di Bahrain International Airshow di Sakhir pada 13 November 2024.(AFP/MAZEN MAHDI)

    Pesawat nahas tersebut dilaporkan jatuh setelah lepas landas saat menjalani misi uji coba rutin. 

    Pengguna media sosial di sekitar lokasi sempat menyadari adanya kejanggalan tak lama setelah ledakan awal terjadi.

    "Apakah sesuatu baru saja terjadi di Pangkalan Angkatan Udara Edwards? Saat ini saya melihat kolom asap besar datang dari pangkalan, kamera sejajar dengan salah satu landasan pacu," tulis salah seorang pengguna media sosial.

    Menanggapi situasi darurat ini, pihak Pangkalan Edwards langsung memberikan pembaruan informasi melalui akun X resmi mereka pada Senin siang.

    Pangkalan mengonfirmasi, B-52 Stratofortress jatuh sesaat setelah lepas landas di lapangan terbang Edwards pada pukul 11.20 pagi. 

    Baca juga: Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh, 8 Orang Dikhawatirkan Tewas

    "Tim darurat segera merespons ke lokasi dan situasi saat ini masih berlangsung. Informasi lebih lanjut akan diberikan setelah tersedia," tulis Pangkalan Edwards.

    Pihak pangkalan kemudian menambahkan, lapangan terbang telah ditutup total dan seluruh penerbangan menuju pangkalan dialihkan. 

    Selain itu, semua izin kunjungan non-komersial ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut agar pangkalan dapat fokus sepenuhnya pada operasi tanggap darurat.

    Beberapa jam setelah kecelakaan, pihak pangkalan merilis pernyataan resmi yang mengonfirmasi bahwa tidak ada kru yang selamat dalam peristiwa ini.

    "Indikasi awal menunjukkan kecelakaan ini tidak meninggalkan korban selamat. Personel tanggap darurat sudah berada di lokasi, dan petugas sedang berupaya untuk mendata seluruh personel," tulis Pangkalan Edwards.

    Baca juga: Eskalasi Memanas, AS Terbangkan Bomber B-52 Langsung di Atas Daratan Iran

    Dalam konferensi pers pada Senin sore, Komandan Pangkalan Kolonel James Hayes menyebut kecelakaan ini sebagai peristiwa yang tragis.

    Hayes mengumumkan bahwa delapan orang di dalam pesawat tersebut merupakan gabungan dari personel militer, pegawai sipil pemerintah, dan kontraktor pemerintah.

    Hayes juga memastikan, dampak kecelakaan berhasil dilokalisasi di dalam area pangkalan udara. 

    Penyebab jatuhnya pesawat

    Terkait penyebab jatuhnya pesawat, Hayes menyatakan perlunya waktu hingga beberapa bulan ke depan untuk melakukan investigasi menyeluruh.

    Kendati demikian, dia menyebutkan bahwa misi uji coba seperti ini merupakan prosedur standar yang dilakukan setiap hari.

    Baca juga: Baru Terbang 18 Menit, Bomber B-52 AS Kirim Sinyal Darurat

    Tragedi ini memicu simpati luas dari para pemimpin pemerintahan. Gubernur California Gavin Newsom menyampaikan rasa duka citanya melalui sebuah unggahan pada Senin malam.

    Anggota Kongres setempat, Jay Obernolte, juga turut menyampaikan belasungkawa mendalam bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

    B-52 Stratofortress merupakan pesawat pengebom andalan yang telah dioperasikan oleh Angkatan Udara AS sejak 1955. 

    Pesawat raksasa ini dirancang dan diproduksi oleh perusahaan dirgantara Boeing, dengan kemampuan membawa hingga 31,75 ton senjata dan daya jelajah mencapai 14.000 kilometer tanpa perlu mengisi ulang bahan bakar.

    Baca juga: AS Kerahkan Pesawat Bomber B-52 ke Iran, Bisa Bawa 900 Kg Bom

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Komentar
    Additional JS