Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Krimea Spesial

    Krimea Gelap Gulita, Rusia Perluas Pemadaman Listrik dan Kurangi Layanan Kereta - Tribunnews

    10 min read

     


    × Tok! 2 Sosok WNA Bakal Resmi Dinaturalisasi Jadi WNI & Bermain Sepak Bola untuk Timnas Indonesia
    Ringkasan Berita:
    • Perang Rusia-Ukraina memasuki hari ke-1.584, Jumat (26/6/2026).
    • Pertempuran masih berlangsung di berbagai front.
    • Ukraina melancarkan serangan ke kilang minyak Rusia, sementara Krimea dan Kherson dilanda krisis listrik yang berdampak pada layanan transportasi.

    TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia-Ukraina telah memasuki hari ke-1.584 pada Jumat (26/6/2026), dengan pertempuran dan serangan yang masih berlangsung di sejumlah wilayah tanpa tanda-tanda mereda.

    Perkembangan terbaru terjadi di Semenanjung Krimea, di mana serangan Ukraina memicu gangguan pasokan listrik yang meluas hingga wilayah Kherson.

    Di tengah situasi keamanan yang memburuk, layanan kereta menuju Krimea juga dikurangi oleh otoritas setempat.

    Perang skala penuh antara Rusia dan Ukraina dimulai pada Februari 2022 setelah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan invasi ke negara tetangganya.

    Namun, akar konflik telah berlangsung jauh lebih lama, terutama sejak Rusia mencaplok Krimea pada 2014 dan pecahnya konflik bersenjata di kawasan Donbas.

    Hingga kini, prospek perdamaian masih belum terlihat karena sengketa wilayah, tuntutan jaminan keamanan, serta dukungan negara-negara Barat kepada Ukraina terus menjadi ganjalan dalam proses negosiasi.

    Berikut perkembangan terbaru perang Rusia-Ukraina pada hari ke-1.584:

    1. Zelensky Serang Kilang Rusia

    Baca juga: Setelah Perang AS-Iran Kelar, Kremlin: Trump akan Kembali Jadi Mediator Rusia-Ukraina

    Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengumumkan operasi militer selama 40 hari yang menyasar target-target strategis Rusia.

    Keputusan itu diambil setelah berkonsultasi dengan kepala dinas keamanan Ukraina.

    Menurut Zelensky, operasi tersebut bertujuan memberikan tekanan kepada Rusia agar mengakhiri perang.

    "Kami harus memengaruhi negara agresor untuk menekan diakhirinya perang," ujar Zelensky.

    Pada Kamis (25/6/2026), pasukan Ukraina menyerang dua kilang minyak Rusia di Ufa yang berjarak sekitar 1.500 kilometer dari garis depan.

    Selain itu, sebuah depot minyak di wilayah Krasnodar yang berjarak sekitar 300 kilometer dari perbatasan Ukraina juga menjadi sasaran serangan.

    Kepala Distrik Krasnoarmeysk, Aleksandr Kharitonov, mengonfirmasi depot minyak di Poltavskaya memang terkena serangan.

    2. Krimea Gelap Gulita

    Otoritas Rusia di Krimea mengumumkan akan memperluas pemadaman listrik di wilayah semenanjung tersebut.

    Gubernur Krimea yang ditunjuk Moskow menyampaikan kebijakan itu pada Kamis (25/6/2026).

    Sehari sebelumnya, serangan Ukraina menyebabkan pemadaman listrik di Sevastopol, kota terbesar di Krimea.

    Baca juga: AS Akan Buat Medan Tempur ala Perang Ukraina untuk Uji Teknologi Militer

    Kondisi tersebut memperparah krisis energi yang sudah terjadi.

    Krimea juga tengah menghadapi kelangkaan bensin hingga pemerintah memberlakukan larangan total penjualan bahan bakar kepada masyarakat.

    3. Kherson Lumpuh, Kereta ke Krimea Dikurangi

    Pasokan listrik di wilayah Kherson yang dikuasai Rusia dilaporkan padam total maupun sebagian pada Jumat pagi.

    Gubernur Kherson yang ditunjuk Moskow, Vladimir Saldo, mengatakan gangguan listrik meluas di wilayah yang berbatasan langsung dengan Krimea tersebut.

    Di saat bersamaan, layanan kereta menuju Krimea juga dikurangi.

    Gubernur Krimea yang ditunjuk Rusia, Sergei Aksyonov, mengatakan pengurangan perjalanan kereta dilakukan di tengah situasi keamanan yang memburuk.

    Krimea selama ini menjadi salah satu destinasi wisata musim panas utama bagi warga Rusia.

    4. Zelensky Ancam Belarus

    Baca juga: Lavrov Blak-blakan, Sebut AS Bukan Lagi Mediator Netral di Perang Rusia-Ukraina

    Zelensky menyatakan stasiun pemancar Rusia di Belarus yang digunakan untuk mendukung serangan ke Ukraina telah dinonaktifkan.

    Menurut Zelensky, intelijen Ukraina telah memastikan fasilitas tersebut tidak lagi beroperasi.

    Pernyataan itu disampaikan sepekan setelah Zelensky memperingatkan Presiden Belarus Alexander Lukashenko agar menutup pemancar tersebut atau Ukraina akan bertindak sendiri.

    Meski demikian, Zelensky menilai Belarus masih membangun infrastruktur militer di sepanjang perbatasan.

    Pembangunan itu mencakup jaringan jalan, gudang amunisi, serta fasilitas penyimpanan bahan bakar yang dinilai hanya memiliki tujuan militer.

    Ia mendesak Belarus menghentikan seluruh pembangunan yang berpotensi digunakan untuk agresi terhadap Ukraina.

    Di sisi lain, Lukashenko justru menuduh Ukraina berusaha menyeret Belarus ke dalam perang.

    Ia menegaskan Belarus berpihak kepada Rusia, tetapi tidak menginginkan perang dengan Ukraina dan menyerukan tercapainya kesepakatan damai.

    Sementara itu, lembaga kajian Institute for the Study of War (ISW) menilai Lukashenko masih berupaya menyeimbangkan tekanan Kremlin dengan menjaga sikap relatif netral terhadap Ukraina.

    Di tengah meningkatnya ketegangan, militer Ukraina memerintahkan evakuasi wajib sekitar 1.000 warga di wilayah Chernihiv yang berbatasan dengan Rusia dan Belarus mulai 1 Juli.

    5. Drone Ukraina Paksa Rusia Ubah Strategi

    Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengklaim Rusia memindahkan sejumlah sistem pertahanan udara untuk melindungi target-target strategis dari serangan drone Ukraina.

    Baca juga: Peretas Ukraina Klaim Bobol Sistem Komando Tempur Rusia Groza

    Menurutnya, prioritas pertahanan kini difokuskan pada Moskow.

    Rusia juga disebut memperkuat perlindungan di kediaman Presiden Rusia, Vladimir Putin di Valdai, sekitar 500 kilometer di barat laut Moskow.

    Selain itu, Jembatan Kerch yang menghubungkan Rusia dengan Semenanjung Krimea turut menjadi prioritas pengamanan.

    Zelensky menilai pemindahan sistem pertahanan udara itu berpotensi membuat wilayah Rusia lainnya menjadi lebih rentan terhadap serangan.

    6. Komandan Ukraina Diskors

    Militer Ukraina menskors seorang komandan resimen setelah muncul dugaan penyiksaan terhadap prajurit di kamp pelatihan.

    Keputusan itu diumumkan pada Kamis (25/6/2026) menyusul laporan investigasi media Babel mengenai dugaan kematian non-tempur di resimen tersebut.

    Perwira yang diskors adalah Letnan Kolonel Yurii Garkavyi, komandan Brigade Penyerangan Terpisah ke-425 atau Skelia.

    Militer Ukraina menyatakan Garkavyi dibebastugaskan sejak 24 Juni selama proses inspeksi dan penyelidikan berlangsung.

    Pihak militer menegaskan setiap pelanggaran pidana yang terbukti akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

    (Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

    Komentar
    Additional JS