Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial

    Kepanasan, Warga Eropa Menyerah dan Berbondong Beli AC - deitk

    2 min read

     

    Kepanasan, Warga Eropa Menyerah dan Berbondong Beli AC. Foto: Getty Images/onurdongel

    Jakarta -

    Saat Eropa mandi peluh menghadapi suhu yang memecahkan rekor, para produsen AC Asia seperti Samsung, Midea, dan Mitsubishi menikmati lonjakan penjualan pesat. Tampaknya ada pergeseran sikap dari warga Eropa yang dulu sangat enggan memasang AC.

    Penggunaan AC umum ditemukan di gedung-gedung, transportasi, dan rumah-rumah di kota-kota besar seluruh Asia. Namun, hal ini masih jarang dijumpai di Eropa sehingga masyarakat berjuang untuk tetap sejuk saat panas menyengat merenggut korban jiwa, mengganggu pasokan listrik, dan memaksa sekolah-sekolah ditutup.

    Demi mencari kelegaan dari cuaca yang terik, masyarakat dan perusahaan di seluruh Eropa berebut membeli AC portabel maupun AC dinding, seiring dengan peringatan dari beberapa negara bahwa gelombang panas ini dapat semakin memburuk.

    "Dengan suhu diperkirakan akan terus meningkat mulai bulan Juni dan seterusnya, kami memproyeksikan permintaan berkelanjutan," kata Samsung yang dikutip detikINET dari Reuters. Menurut mereka, pasar utama, termasuk Italia, Spanyol, dan Prancis, menghasilkan pertumbuhan penjualan dua digit paruh pertama tahun ini.

    Pesaingnya, LG Electronics, mengatakan lini produksi AC di salah satu fasilitasnya di Korea Selatan beroperasi dengan kapasitas penuh sejak April untuk mengantisipasi permintaan musim panas di seluruh Korea dan pasar global.

    Cerita serupa juga dialami Midea asal China, yang mengalami lonjakan permintaan tajam untuk unit AC. Perusahaan tersebut menyatakan pesanan yang masuk begitu deras sehingga harga unit bekas melampaui harga unit baru.

    "Gelombang panas dua minggu terakhir bulan Mei signifikan mendongkrak penjualan, terutama untuk AC PortaSplit, yang habis terjual di beberapa saluran distribusi," ungkap Midea.

    Menurut Midea, penjualan melalui e-commerce di Jerman naik sekitar 37% bulan Mei dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pengiriman di Spanyol dan Prancis melonjak 108%.

    Permintaan masif AC menggarisbawahi pergeseran perilaku konsumen Eropa saat negara-negara tersebut bergulat dengan perubahan iklim. Namun di Eropa, karakteristik bangunan-bangunan tua dapat membuat pemasangan AC menjadi mahal dan rumit, serta sering membutuhkan waktu lama untuk proses instalasinya.

    Midea menyebut biaya pemasangan AC di Eropa bisa mencapai lebih dari USD 1.137, menjadikannya sulit dijangkau banyak rumah tangga. Menurut International Energy Agency/IEA, total kepemilikan unit pendingin ruangan di Eropa saat ini hanya di kisaran 20%.

    Mitsubishi Electric dari Jepang juga melihat adanya lonjakan permintaan unit AC dari Eropa. "Di Eropa, penjualan pendingin ruangan sangat kuat, terutama di Prancis, Spanyol, Inggris, dan Jerman, yang dilanda gelombang panas," ungkap perusahaan tersebut kepada Reuters.

    (fyk/fyk)

    Komentar
    Additional JS