Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran - SindoNews
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Selasa, 16 Juni 2026 - 08:13 WIB
Kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) yang disewa Petronet LNG India melintasi Selat Hormuz pada Senin (15/6). FOTO/Baird Maritim
A A A
JAKARTA - Kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) yang disewa Petronet LNG India melintasi Selat Hormuz pada Senin (15/6), menjadi salah satu tanda pertama pemulihan pelayaran di jalur strategis tersebut. Perkembangan ini terjadi menyusul kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang bertujuan membuka kembali selat vital tersebut bagi perdagangan energi dunia.
"Pergerakan kapal ini dipantau ketat oleh para pedagang dan pemilik kapal untuk menilai apakah lalu lintas komersial dapat kembali aman melewati koridor tersebut setelah berbulan-bulan terganggu akibat serangan AS dan Israel awal tahun ini," demikian laporan dari pelaku industri pelayaran dikutip dari The Economics Times, Selasa (16/6/2026).
Baca Juga: AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
Kesepakatan sementara antara Washington dan Teheran diumumkan beberapa hari lalu untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali Selat Hormuz. Selat ini merupakan titik perlintasan strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia serta volume signifikan LNG.
Kapal tanker tersebut telah memuat kargo di fasilitas ekspor Ras Laffan, Qatar, pada 1-2 Maret lalu. Menurut data pelacakan kapal, tanker itu bertahan di sebelah barat selat selama lebih dari tiga bulan akibat meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.
Dibukanya kembali Selat Hormuz diharapkan membawa kelegaan bagi negara-negara importir energi seperti India yang sangat bergantung pada impor LNG dari Qatar. Pemulihan aliran kargo melalui rute ini juga diperkirakan meredakan kekhawatiran pasokan yang telah mendorong kenaikan harga gas di Eropa dan Asia sejak Maret.
Pasar merespons positif prospek pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut. Harga gas alam Eropa turun hingga 5,8% dalam perdagangan awal di Asia pada Senin, sementara minyak mentah Brent merosot lebih dari 4%.
Baca Juga: Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi seberapa cepat aktivitas pelayaran akan kembali normal. Rincian kesepakatan AS-Iran belum dirilis, dan para analis memperingatkan bahwa implementasinya mungkin menghadapi hambatan mengingat posisi strategis Iran atas selat yang sempit itu.
Para pemilik kapal juga menghadapi tantangan dalam memantau lalu lintas di kawasan tersebut. Sebagian kapal mematikan transponder atau menggunakan teknik pemalsuan sinyal yang menyulitkan pelacakan waktu nyata.
Kesepakatan antara Washington dan Teheran diperkirakan akan ditandatangani secara resmi pekan ini. Namun, negosiasi mengenai isu-isu lebih luas termasuk program nuklir Iran dan pelonggaran sanksi akan terus berlanjut dalam beberapa pekan mendatang.
Perkembangan ini menjadi titik balik penting bagi perdagangan energi global yang terganggu selama berbulan-bulan akibat konflik di kawasan Teluk Persia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Terpopuler
1
2
3
4
5





