Italia Marah, Bos NATO Bongkar Peran Rahasianya di Perang AS-Iran - detik.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) NATO Mark Rutte memicu kegemparan politik di Italia dengan membongkar "peran rahasia" Roma dalam perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran.
Rutte mengungkapkan bahwa pemerintah Italia secara diam-diam mengizinkan AS menggunakan pangkalan-pangkalan militer di wilayahnya selama perang berkecamuk. Hal ini memicu kemarahan di Roma, karena bertentangan dengan pernyataan publik yang disampaikan para pejabat pemerintahan Italia.
Dalam wawancara dengan Fox News menjelang pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump, seperti dilansir Press TV, Kamis (25/6/2026), Rutte mengatakan bahwa Italia mengizinkan 500 pesawat militer AS lepas landas dari pangkalan-pangkalan Amerika di Italia selama perang berkecamuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Satu demi satu negara, satu demi satu sekutu, telah menyediakan pangkalan-pangkalan mereka," kata Rutte dalam wawancara pada Rabu (24/6) waktu setempat.
"Itu berarti ada sekitar 4.000 hingga 5.000 pesawat yang lepas landas dari pangkalan-pangkalan Eropa untuk mendukung Epic Fury," sebutnya, merujuk pada operasi militer AS terhadap Iran yang disebut "Operation Epic Fury".
"Jika Anda melihat pada Italia, 500 pesawat AS lepas landas dari pangkalan-pangkalan AS di Italia untuk mendukung Epic Fury. Ini jumlah yang sangat besar," ucap Rutte dalam wawancara dengan Fox News.
Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni sebelumnya mengatakan bahwa hanya penerbangan logistik dan teknis -- yang diizinkan berdasarkan perjanjian bilateral mengenai pangkalan militer AS di Italia -- yang diperbolehkan beroperasi untuk mendukung aktivitas terkait operasi militer AS terhadap Iran.
Pada Maret lalu, Meloni menegaskan kepada anggota parlemen bahwa Italia "tidak mendukung maupun berpartisipasi" dalam operasi militer terhadap Iran.
Oposisi Italia Tuntut Klarifikasi Segera dari Pemerintahan Meloni
Terungkapnya "peran rahasia" Roma itu memicu kemarahan luas di seluruh spektrum politik Italia, dengan partai-partai oposisi menuntut klarifikasi segera dari pemerintahan Meloni.
Pemimpin Gerakan Bintang Lima dan mantan PM Italia, Giuseppe Conte, menuduh pemerintah melakukan penipuan. Peppe De Cristofaro, pemimpin Aliansi Hijau dan Kiri, menyebut situasinya "sangat serius" dan menuntut Meloni, bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Antonio Tajani dan Menteri Pertahanan (Menhan) Guido Crosetto, segera memberikan klarifikasi di hadapan parlemen Italia.
Pemimpin Aliansi Hijau dan Kiri lainnya, Angelo Bonelli, menyebut pernyataan Rutte telah mengungkap "kebohongan Meloni".
"Pemerintah Italia berbohong kepada parlemen pada saat itu dengan menyembunyikan 500 penerbangan Amerika. Faktanya adalah Italia berpartisipasi dalam perang melawan Iran, sebuah perang yang gila," tuduhnya.
Menhan Italia Tuduh Bos NATO Beri Informasi Menyesatkan
Crosetto, Menhan Italia, menepis pernyataan Rutte dengan menegaskan bahwa Italia hanya mengizinkan "kegiatan teknis dan logistik yang bersifat non-kinetik" yang sepenuhnya mematuhi Konstitusi serta perjanjian internasional.
Dia menuduh Rutte menyampaikan pesan yang "sangat menyesatkan" karena menyamakan penerbangan pendukung yang telah diizinkan, dengan operasi tempur.
Tonton juga video "Trump Kecewa Gak Dibantu Lawan Iran, NATO: Situasinya Campur Aduk"
(nvc/ita)