Israel Kembali Serang Beirut saat Gencatan Senjata, Tiga Orang Tewas - AFU
Israel Kembali Serang Beirut saat Gencatan Senjata, Tiga Orang Tewas
JAKARTA, AFU.ID — Israel kembali melancarkan serangan udara ke pinggiran selatan Beirut, Lebanon, saat gencatan senjata masih berlaku. Serangan ke kawasan Dahiyeh pada Minggu, (14/6/2026), menewaskan sedikitnya tiga orang dan melukai enam lainnya.
Kawasan Dahiyeh selama ini dikenal sebagai basis kuat Hizbullah. Namun, serangan ke wilayah padat penduduk itu kembali menunjukkan rapuhnya gencatan senjata Israel-Lebanon yang sudah berulang kali dilanggar.
Pertahanan Sipil Lebanon menyatakan tiga jenazah ditemukan dari reruntuhan bangunan yang menjadi sasaran serangan. Enam korban luka juga dilaporkan mendapat penanganan setelah ledakan mengguncang kawasan tersebut.
Media lokal melaporkan dua pesawat tempur Israel melepaskan empat rudal berpemandu ke wilayah selatan Beirut. Kepulan asap terlihat membumbung dari lokasi serangan setelah ledakan terdengar di kawasan tersebut.
Militer Israel mengeklaim serangan itu menyasar fasilitas yang terkait dengan Hizbullah. Israel menyebut operasi tersebut sebagai respons atas tembakan proyektil ke wilayah utara Israel.
Sebelumnya, militer Israel menyatakan tiga proyektil ditembakkan dari Lebanon ke wilayah Shomera dan Shlomi. Israel menyebut tembakan itu sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata.
Namun, klaim Israel tidak menghapus pola serangan yang terus terjadi di Lebanon sejak gencatan senjata diumumkan. Pemerintah Lebanon sebelumnya menyebut Israel telah melakukan hampir 3.500 serangan udara sejak gencatan senjata berlaku pada April.
Pada hari yang sama, Israel juga mengeluarkan perintah pengungsian paksa untuk puluhan lokasi di Lebanon selatan. Warga di sejumlah kota dan desa diminta bergerak ke utara Sungai Zahrani.
Serangan ke Dahiyeh terjadi hanya beberapa jam setelah dua menteri garis keras Israel menyerukan serangan udara ke kawasan tersebut. Seruan itu muncul setelah Israel melaporkan serangan pesawat nirawak dan proyektil dari Lebanon.
Situasi ini membuat gencatan senjata semakin rapuh. Di satu sisi, Israel memakai alasan keamanan untuk menggempur Beirut, tetapi di sisi lain warga sipil Lebanon kembali menjadi korban dari serangan yang terus berulang.
Serangan terbaru juga memperbesar risiko eskalasi kawasan. Ketegangan Israel, Hizbullah, Lebanon, dan Iran berlangsung di tengah upaya diplomatik yang belum mampu menghentikan kekerasan di lapangan. (RHU)