0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Mengaku Syarat Damai Belum Terpenuhi - Kompas

    5 min read

     

    Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Mengaku Syarat Damai Belum Terpenuhi

    TEHERAN, KOMPAS.com - Iran kembali menutup Selat Hormuz pada Jumat (19/6/2026) setelah menilai sejumlah syarat dalam kesepakatan dengan Amerika Serikat belum terpenuhi, termasuk terkait keberadaan pasukan AS di kawasan dan pasukan Israel di Lebanon.

    Penutupan kembali jalur strategis perdagangan minyak dunia itu diumumkan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui pesan yang dibacakan lewat saluran radio maritim.

    IRGC menyatakan bahwa langkah tersebut dilakukan karena Amerika Serikat dianggap melanggar nota kesepahaman (memorandum of understanding/MOU) yang sebelumnya ditandatangani Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Rabu (17/6/2026).

    Baca juga: Iran Rampung, Trump Bakal Alihkan Fokus ke Korut

    “Karena penarikan Israel dari Lebanon, pencabutan penuh blokade angkatan laut, dan penarikan pasukan teroris Amerika dari Teluk Persia dan kawasan merupakan beberapa syarat utama perjanjian antara Iran dan Amerika Serikat, Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai syarat-syarat ini terpenuhi,” kata IRGC.

    Trump Ancam Bom Iran Habis-habisan jika Langgar Kesepakatan Damai

    “Semua kapal diminta, demi keamanan dan keselamatan mereka, untuk tidak mendekati Selat Hormuz. Kapal apa pun yang menentang arahan ini akan menjadi sasaran."

    Iran sebut AS belum sepenuhnya cabut blokade

    Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) menyatakan pada Kamis (18/6/2026) bahwa pihaknya secara resmi telah mencabut blokade selama dua bulan terhadap pelabuhan Iran.

    Namun, belum jelas apa yang dimaksud Teheran dengan pernyataan bahwa pencabutan blokade laut tersebut belum dilakukan secara “penuh”.

    Langkah Iran menutup kembali Selat Hormuz terjadi hanya beberapa jam setelah putaran pertama perundingan nuklir AS-Iran yang dirancang berdasarkan MOU tersebut dibatalkan.

    Menurut laporan AFP, Wakil Presiden AS JD Vance dan negosiator utama Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf dijadwalkan tiba di Swiss bersama mediator dari Pakistan dan Qatar pada Jumat (19/6/2026) untuk memulai perundingan.

    Baca juga: Tak Biasa, AS Bela Iran, Sebut Teheran Boleh Punya Rudal untuk Pertahanan

    Namun tiba-tiba, perundingan tersebut ditunda. Pihak Amerika Serikat belum memberikan alasan atas penundaan pertemuan tersebut.

    Sementara itu, sebuah sumber mengatakan kepada New York Post bahwa sejumlah kelompok garis keras dalam pemerintahan Iran menentang kehadiran Teheran dalam acara penandatanganan MOU yang kemudian dibatalkan.

    Kelompok itu disebut menuntut Israel menarik pasukannya dari Lebanon selatan, wilayah tempat Israel melakukan operasi terhadap kelompok Hizbullah.

    Kapal sempat melintasi Selat Hormuz

    Kapal-kapal terlihat mengantre di Selat Hormuz, saat difoto dari Bandar Abbas, Iran selatan, 4 Mei 2026.

    Lihat Foto

    Pada Kamis (18/6/2026), data perusahaan pelacakan maritim AXSMarine menunjukkan bahwa sebanyak 25 kapal komersial melintasi Selat Hormuz yang baru dibuka kembali. Jumlah tersebut menjadi angka harian tertinggi sejak pertengahan April.

    Lonjakan lalu lintas kapal terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat sepakat membuka kembali jalur vital tersebut sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang. 

    “Pada 18 Juni, kami mengamati 25 pelintasan kapal komersial terverifikasi melalui Selat Hormuz — jumlah harian tertinggi sejak 18 April dan lebih dari lima kali lipat rata-rata harian yang tercatat dalam sepuluh hari pertama Juni,” kata AXSMarine.

    Iran sebelumnya secara efektif menutup Selat Hormuz setelah serangan Amerika Serikat dan Israel memicu perang pada 28 Februari. Otoritas maritim kemudian melaporkan adanya puluhan serangan terhadap kapal-kapal di wilayah tersebut.

    Baca juga: Gagal Bertemu di Swiss, Perundingan Damai AS-Iran Mendadak Ditunda

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Wapres AS Batal ke Swiss, Damai AS-Iran Goyah

    Komentar
    Additional JS