Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Hizbullah Israel Konflik Timur Tengah Spesial

    Hizbullah Tuntut Israel Mundur dari Lebanon, Netanyahu Ngotot Bilang Gini - detik

    3 min read

     


    Tel Aviv -

    Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu bersikeras menegaskan bahwa pasukan militer Israel akan tetap berada di wilayah Lebanon bagian selatan, sampai kelompok Hizbullah melucuti senjatanya.

    Penegasan itu disampaikan setelah pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menuntut pasukan Israel untuk mundur "tanpa syarat" dari Lebanon.

    Netanyahu, seperti dilansir AFP, Sabtu (27/6/2026), bersikeras menyatakan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon bagian selatan.

    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    "Hal yang paling penting, pertama-tama, adalah Israel tetap berada di zona keamanan di Lebanon bagian selatan. Ini merupakan pencapaian besar, dan kami akan mempertahankannya selama Hizbullah belum melucuti senjatanya," tegas Netanyahu dalam sebuah pernyataan video pada Jumat (26/6).

    Pernyataan video yang tampaknya pre-recorded ini, dibagikan kepada media Israel tak lama setelah pakta trilateral antara Israel, Lebanon dan Amerika Serikat (AS) diumumkan. Pakta yang diteken ketiga negara di Washington DC itu, dinilai akan membuka jalan untuk perjanjian damai bagi Tel Aviv dan Beirut.

    Pakta trilateral itu disebut sebagai hasil dari lima putaran perundingan yang digelar di Washington DC, yang bertujuan mengakhiri permusuhan antara Israel dan Hizbullah yang bermarkas di Lebanon.

    Pakta tersebut mencakup upaya percontohan di mana tentara Lebanon mengambil alih dua wilayah yang diduduki Israel, serta proses yang bertujuan melucuti persenjataan kelompok Hizbullah.

    Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan, dalam seremoni penandatanganan di Washington DC, bahwa pakta ini "mulai menempatkan kerangka kerja bagi perdamaian dan keamanan yang langgeng".

    Dalam pernyataan videonya, Netanyahu juga mengatakan bahwa militer Israel akan mengizinkan tentara Lebanon mengambil alih kendali di dua area.

    "Kami sedang menerapkan dua area percontohan, keduanya berdasarkan rekomendasi militer. Satu area sepenuhnya berada di luar zona keamanan dan di sebelah selatan Sungai Litani, sementara yang lainnya berada di sebelah utara Sungai Litani," sebutnya, merujuk pada sungai di Lebanon bagian selatan.

    Netanyahu menambahkan bahwa warga sipil Lebanon yang mengungsi dari area, yang oleh pasukan Israel ditetapkan sebagai "zona keamanan", tidak akan diizinkan untuk kembali ke rumah-rumah mereka.

    Pemimpin Hizbullah: Israel Tak Punya Pilihan Selain Mundur dari Lebanon

    Qassem, dalam pernyataan pada Jumat (26/6), mengatakan bahwa Israel "tidak punya pilihan" selain menarik pasukannya dari wilayah-wilayah Lebanon yang didudukinya. Dia menegaskan bahwa pasukan Israel "harus pergi tanpa syarat" dari Lebanon.

    "Israel tidak memiliki pilihan selain menarik diri sepenuhnya dari setiap jengkal tanah Lebanon kita," ucap Qassem dalam pidato yang disiarkan saat umat Muslim Syiah di Lebanon memperingati Asyura, hari berkabung untuk mengenang wafatnya Hussein, sosok penting dalam Islam Syiah.

    "Israel harus pergi tanpa syarat," tegasnya.

    Tonton juga video "Israel Soal Serangan ke Lebanon: "Perang Kami dengan Hizbullah""

    (nvc/dhn)

    Komentar
    Additional JS