Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured India Rusia Selat Hormuz Spesial

    Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem - SindoNews

    11 min read

     

    Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Senin, 08 Juni 2026 - 06:55 WIB

    Hindari Selat Hormuz!...

    Blokade total dan kekacauan logistik di Selat Hormuz akibat konflik Iran benar-benar memaksa raksasa ekonomi Asia memutar otak. Foto/Dok

    A A A

    JAKARTA - Blokade total dan kekacauan logistik di Selat Hormuz akibat konflik Iran benar-benar memaksa raksasa ekonomi Asia memutar otak. Enggan membiarkan ekonominya lumpuh, India kini dilaporkan tengah mengambil langkah ekstrem yakni melirik Jalur Laut Utara (Northern Sea Route/NSR) yang membelah samudera es Arktik milik Rusia.

    Rencana ambisius ini dibongkar langsung oleh Alexey Chekunkov, Menteri Pengembangan Timur Jauh dan Arktik Rusia, di sela-sela gelaran akbar St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF 2026).

    Baca Juga: Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz

    Chekunkov mengungkapkan, bahwa New Delhi kini sangat tertarik untuk memperpanjang jalur transportasi laut internasional mereka yang menghubungkan Vladivostok dan Chennai (Koridor Maritim Timur), agar bisa tembus langsung ke pasar Eropa melalui jalur es Arktik tersebut.

    Pangkas Waktu Jauh Lebih Cepat daripada Lewat Suez

    Rusia diketahui memang sudah lama berambisi menyulap NSR -jalur pelayaran terpendek yang menghubungkan Asia Timur dan Eropa di sepanjang pantai utara Rusia- menjadi jalur nadi perdagangan dunia baru. Kremlin bahkan telah menggelontorkan investasi raksasa untuk memperkuat infrastruktur di wilayah beku tersebut.

    Bagi India, jalur alternatif ini menawarkan keuntungan logistik yang luar biasa jika dibandingkan dengan rute Terusan Suez. Salah satunya menghemat jarak hingga 40%, dimana jalur es Arktik mampu memotong jarak pelayaran global secara drastis.

    Hemat waktu bisa sampai 2 minggu, kapal kargo tidak perlu lagi mengantre atau memutar jauh, menghemat waktu tempuh hingga 14 hari perjalanan. Keberhasilan ini sebelumnya telah dibuktikan oleh raksasa energi Rusia, Gazprom, saat sukses mengirimkan pasokan gas alam cair (LNG) perdana ke China lewat jalur Arktik.

    "Pihak India sangat tertarik dengan proyek ini. Kami memiliki kapasitas bersama yang luar biasa untuk mengembangkan armada kapal pemecah es dan pengiriman kontainer bersama, dan itu sedang berjalan sekarang," tegas Chekunkov.

    Ketika Samudera Es Jadi Solusi Krisis Timur Tengah

    Mungkin kita tidak pernah membayangkan bahwa jalur pelayaran ekstrem yang dipenuhi bongkahan es raksasa justru dinilai jauh lebih aman dan seksi ketimbang jalur hangat di Timur Tengah. Namun ketakutan global terhadap blokade tanker di Selat Hormuz telah mengubah kalkulasi risiko para pelaku bisnis internasional. Keamanan pasokan kini jauh lebih berharga ketimbang hambatan alam.

    Keseriusan India bukan sekadar gertakan di atas kertas. Guna menaklukkan ganasnya perairan Arktik, galangan kapal India saat ini tengah mengebut pembangunan 4 kapal pemecah es (icebreaker) non-nuklir.

    Baca Juga: Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis

    Langkah ini mempertegas kedekatan hubungan antara Perdana Menteri Narendra Modi dengan pihak Rusia. Keduanya sukses menghidupkan kembali Koridor Maritim Timur (EMC) -jalur dagang era Uni Soviet tahun 1960-an yang sempat mati suri- menjadi jalur logistik super sibuk sejak tahun 2024 lalu.

    (akr)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

    Rekomendasi

    Infografis

    Hindari Tarif Trump,...

    Hindari Tarif Trump, Apple Terbangkan 1,5 Juta iPhone dari India

    Terpopuler

    1

    2

    3

    4

    5

    Berita Terkini

    Diwarnai Penguatan 307...

    Harga Emas Hari Ini...

    Impor Energidari 41...

    Bos IMF Peringatkan...

    Borong Penghargaan HR...

    Implementasi PP TUNAS...

    Komentar
    Additional JS