Gempa M 6,1 Guncang Afghanistan, Getaran Terasa hingga Pakistan - ntv
Ntvnews.id, Kabul - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Afghanistan pada Sabtu, 27 Juni 2026. Guncangan kuat dilaporkan dirasakan di Ibu Kota Kabul dan sejumlah daerah lainnya, bahkan getarannya mencapai Islamabad, Pakistan.
Dilansir dari AFP, Minggu, 28 Juni 2026, Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada di wilayah timur laut Afghanistan dengan kedalaman mencapai 208,3 kilometer.
Walaupun tergolong sebagai gempa dalam, getarannya tetap dirasakan secara luas oleh para jurnalis AFP yang berada di sejumlah provinsi di Afghanistan.
Di Kabul, beberapa bangunan dilaporkan sempat berguncang. Seorang jurnalis AFP bahkan mengungkapkan adanya retakan besar di dinding bagian dalam sebuah gedung akibat gempa tersebut.
Getaran juga dirasakan di Provinsi Balkh dan Badakhshan yang berbatasan dengan sejumlah negara, termasuk Tajikistan dan Pakistan. Sementara itu, di kawasan timur Afghanistan, gempa turut terasa di Provinsi Nangarhar dan Khost.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.
Baca Juga: Gempa Dahsyat Venezuela: 1.600 Tim Penyelamat Internasional Tiba, Korban Tewas Tembus 900 Orang
Afghanistan memang termasuk salah satu negara yang kerap diguncang gempa bumi, terutama di kawasan Pegunungan Hindu Kush yang menjadi titik pertemuan lempeng tektonik Eurasia dan India. Kondisi geografis tersebut membuat negara itu sangat rentan terhadap gempa berkekuatan besar.
Pada April lalu, gempa bermagnitudo 5,8 yang mengguncang Provinsi Badakhshan menyebabkan 12 orang meninggal dunia dan berdampak pada banyak wilayah di negara tersebut.
Sementara itu, pada Agustus 2025, gempa dangkal berkekuatan magnitudo 6,0 di bagian timur Afghanistan menghancurkan sejumlah desa di lereng pegunungan dan menewaskan lebih dari 2.200 orang. Beberapa pekan setelahnya, gempa magnitudo 6,3 di wilayah utara Afghanistan juga menelan sedikitnya 27 korban jiwa.
Sebelumnya, gempa besar yang terjadi di Herat dekat perbatasan Iran pada 2023 dan di Nangarhar pada 2022 turut menyebabkan ratusan orang meninggal dunia serta merusak ribuan rumah warga.
Banyak bangunan di Afghanistan yang masih terdampak perang berkepanjangan dibangun dengan konstruksi sederhana sehingga rentan ambruk saat terjadi gempa.
Kondisi tersebut diperburuk oleh minimnya infrastruktur dan buruknya jaringan komunikasi, terutama di kawasan pegunungan. Akibatnya, upaya tanggap darurat sering kali mengalami keterlambatan hingga berjam-jam bahkan berhari-hari setelah bencana terjadi.