0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Benjamin Netanyahu Berita Donald Trump Dunia Internasional Featured Konflik Timur Tengah Lebanon Netanyahu Spesial

    Bukan Pertama Kali Terjadi, Trump-Netanyahu Kini Berselisih Paham soal Serangan ke Iran dan Lebanon - Tribunnews

    10 min read

     

    Bukan Pertama Kali Terjadi, Trump-Netanyahu Kini Berselisih Paham soal Serangan ke Iran dan Lebanon


    HO/IST/Tangkap Layar/Khaberni A-A+ TRUMP DAN NETANYAHU - Tangkapan kayar dari Khaberni, Senin (6/1/2026) yang menunjukkan Presiden Amerika Serikat (AS) dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan latar belakang bendera Iran. Ternyata ini bukan kali pertama Trump secara terbuka berselisih dengan Netanyahu mengenai operasi militer. 
    Ringkasan Berita:
    • Trump secara terbuka memperingatkan Israel untuk tidak menyerang Beirut dalam perangnya dengan militan Hizbullah yang didukung Iran.
    • Ternyata ini bukan kali pertama Trump secara terbuka berselisih dengan Netanyahu mengenai operasi militer.
    • Kini pertempuran telah mereda, tetapi perbedaan antara kedua pemimpin kemungkinan akan tetap ada.

    TRIBUNNEWS.COM - Serangan terbaru Israel terhadap Lebanon dan Iran disebut memperjelas bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang memulai perang secara bersamaan, menginginkan hal yang berbeda.

    Diberitakan AP News, Trump secara terbuka memperingatkan Israel untuk tidak menyerang Beirut dalam perangnya dengan militan Hizbullah yang didukung Iran.

    Ketika Israel melakukan serangan pada Minggu (7/8/2026), Iran menanggapi dengan menembakkan rudal balistik ke Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata April 2026.

    Israel kemudian menyerang Iran, yang dengannya Trump telah terlibat dalam negosiasi berisiko tinggi selama beberapa minggu.

    Kini pertempuran telah mereda, tetapi perbedaan antara kedua pemimpin itu kemungkinan akan tetap ada.

    Hal tersebut karena Trump, yang partainya akan menghadapi pemilihan umum akhir tahun ini, ingin mengakhiri perang yang tidak populer dan membuka kembali Selat Hormuz untuk menurunkan harga gas.

    Iran mengatakan gencatan senjata penuh di Lebanon adalah kunci untuk kesepakatan apa pun.

    Sementara itu Netanyahu, yang juga menghadapi pemilihan umum tahun ini, berada di bawah tekanan untuk menghentikan serangan Hizbullah dan membuktikan bahwa ia memenangkan perang melawan Iran dan sekutunya.

    Netanyahu juga perlu mengelola hubungan dengan sekutu terpenting Israel tanpa terlihat tunduk padanya.

    Baca juga: JD Vance Tetap Kejar Kesepakatan Nuklir Iran, Padahal Ada Potensi Berselisih dengan Israel

    Bukan Pertama Kali Terjadi

    Ternyata ini bukan kali pertama Trump secara terbuka berselisih dengan Netanyahu mengenai operasi militer.

    Pada Maret 2026, kurang dari tiga minggu setelah konflik dimulai, Trump geram dengan keputusan Netanyahu untuk menyerang ladang gas penting Iran, yang mendorong Iran untuk membalas dengan menyerang infrastruktur energi di Teluk.

    “Saya bilang padanya, 'Jangan lakukan itu,'” kata Trump saat itu.

    “Kami akur sekali. Itu terkoordinasi, tetapi kadang-kadang dia akan melakukan sesuatu," lanjutnya.

    Meskipun Trump secara terbuka tidak setuju dengan keputusan tersebut, dua orang yang mengetahui masalah ini dan tidak berwenang untuk berkomentar secara publik mengatakan bahwa AS telah diberitahu tentang rencana Israel sebelum serangan itu terjadi.

    Belum jelas apakah perselisihan terbaru ini akan menyebabkan kerusakan yang berkepanjangan.

    “Bukan hal yang aneh jika hubungan AS-Israel memiliki ketegangan semacam ini. Yang berbeda sekarang adalah bagaimana hal itu terungkap secara publik,” kata Michael Singh, direktur pelaksana di Washington Institute for Near East Policy.

    DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump marah dengan tanggapan proposal perdamaian dari Iran.
    DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump marah dengan tanggapan proposal perdamaian dari Iran. (Tangkapan layar YouTube NBC News)

    Dia mencatat bahwa Trump pernah mengalami perselisihan publik serupa dengan kepala negara lain, termasuk sekutu dekatnya.

    Eytan Gilboa, seorang ahli hubungan AS-Israel di universitas Bar-Ilan dan Reichman Israel, mengatakan dia ragu keretakan itu benar-benar mengancam aliansi tersebut.

    Dia mengatakan Netanyahu telah berhati-hati untuk tidak mendorong masalah ini terlalu jauh.

    “Jika ada ancaman besar, seperti jika Israel melanjutkan perang di Iran dan menyeret AS ke dalamnya, itu akan menjadi situasi yang berbeda,” katanya.

    “Tetapi itu tidak terjadi," sambung dia.

    Namun, ia mencatat bahwa masih ada "perbedaan pendapat mendasar antara Netanyahu dan Trump mengenai IranLebanon, dan Gaza" yang belum terjawab.

    Pertimbangan Politik Dorong ke Arah Berlawanan

    Ketika Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026, kedua sekutu itu tampak bahu-membahu.

    Netanyahu mengatakan tujuannya adalah untuk melemahkan militer Republik Islam, memberantas program nuklir dan rudal balistiknya, dan menggulingkan pemerintahannya.

    Trump mengumumkan kematian pemimpin tertinggi Iran dalam rentetan serangan pembuka dan mendesak warga Iran untuk "merebut kembali" negara mereka.

    Namun segera menjadi jelas bahwa sementara Trump berupaya meraih kemenangan cepat — seperti yang ia raih di Venezuela — Netanyahu ingin menaklukkan Iran dan sekutunya, bahkan jika itu membutuhkan konflik yang berkepanjangan.

    Baca juga: China Kritik Aksi Militer AS-Israel-Iran: Perang Tak Akan Pernah Jadi Solusi

    Saat Iran bertahan menghadapi serangan berat selama berminggu-minggu dan tetap menutup Selat Hormuz, Amerika dan Israel semakin frustrasi — tetapi karena alasan yang berbeda.

    Di AS, harga bensin dan barang-barang lainnya melonjak, bahkan beberapa mantan pendukungnya menuduh Trump melanggar janji kampanye dan menjerumuskan AS ke dalam rawa Timur Tengah lainnya.

    Dia telah menanggapi kritik tersebut di tengah meningkatnya kemarahan yang mengancam Partai Republik dalam pemilihan kongres November mendatang.

    Di Israel, kemarahan meningkat atas kegagalan Netanyahu untuk mengamankan kemenangan yang langgeng dalam perang di Gaza sejak 7 Oktober 2023, yang terjadi di bawah kepemimpinannya.

    Lebih dari dua tahun kemudian, Hamas masih menguasai sebagian Gaza, Hizbullah masih menembakkan roket, dan pemerintah serta program nuklir Iran tetap utuh, meskipun mengalami kerugian besar.

    Kata Para Pejabat

    Seseorang yang mengetahui perundingan AS-Israel dan berbicara dengan syarat anonim untuk membahas percakapan sensitif tersebut, mengatakan Trump awalnya mendesak Netanyahu untuk menahan diri guna menenangkan pasar dan mencegah negosiasi gagal.

    Para pejabat Israel memberikan argumen balasan bahwa AS tidak akan mentolerir serangan tanpa respons cepat.

    Orang tersebut menambahkan bahwa kedua belah pihak juga memahami bahwa tidak menanggapi serangan Iran akan menempatkan Netanyahu dalam posisi politik yang sulit.

    Netanyahu telah mengecilkan perbedaan yang dirasakan.

    Setelah serangan terbaru, dia mengatakan kepada wartawan dalam bahasa Ibrani bahwa “Israel memiliki hak penuh untuk membela diri, dan kami menggunakannya sejauh yang diperlukan.”

    “Saya mengatakan ini kepada Anda, sama seperti saya mengatakan ini, dengan penghargaan dan rasa hormat, dalam percakapan baik saya dengan teman saya, Presiden Trump,” tambahnya.

    (Tribunnews.com/Nuryanti)

    Komentar
    Additional JS