Bukan Didukung, Iran Justru Dikritik, Presiden Lebanon Diminta Fokus 'Musuh Sebenarnya' - VOI
Bukan Didukung, Iran Justru Dikritik, Presiden Lebanon Diminta Fokus 'Musuh Sebenarnya'

07 Juni 2026, 08:06
Dampak serangan udara Israel di Beirut, Lebanon. (World Vision)
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan Lebanon bukanlah "alat tawar-menawar" bagi Iran.
Hal itu dikatakan sebagai tanggapan atas komentar Presiden Lebanon Joseph Aoun di CNN pada Jumat pekan ini yang mengecam Iran karena dianggap campur tangan atas negaranya.
Dalam negosiasi dengan AS, Iran diketahui mengajukan proposal yang berisi salah satu poin mengusir invasi tentara Israel di Lebanon selatan.
“Berdasarkan komentar Bapak Aoun, orang akan berpikir bahwa Iran-lah yang telah menduduki 1/5 wilayah Lebanon, menggusur 1/4 penduduk Lebanon dan membom negaranya setiap hari," kata Araghchi di akun X-nya, Sabtu 6 Juni, dikutip dari Xianhua.
"Jika Lebanon menjadi alat tawar-menawar bagi Iran, kita pasti sudah mencapai kesepakatan sejak lama," katanya.
Baca juga:
- Pengkhianatan Membekas, Kurdi Suriah Peringatkan Kurdi Iran Tidak Bersekutu dengan AS
- Trump Rayu Kelompok Kurdi yang Sempat Dicap Teroris Bantu AS Serang Iran Jalur Darat
- Partai Republik Pendukung Trump: Ketika Iran Jatuh, AS Hasilkan Banyak Uang
- Kenapa Houthi Yaman Jaga Jarak dari Perang Israel-AS Lawan Iran?
Araghchi meminta agar Aoun fokus pada negara lain yang membuat konflik di Lebanon selatan hingga Beirut menyebabkan banyak korban jiwa.
"Selamatkan Lebanon dari musuh sebenarnya, Bapak Presiden,” sambung Araghchi.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh stasiun televisi Lebanon Al Mayadeen pada Rabu pekan ini, Araghchi memperingatkan bahwa Iran akan membalas jika Israel menyerang Beirut.
Ia mengatakan Iran telah memberitahu semua pihak bahwa mereka tidak akan mentolerir serangan terhadap ibu kota Lebanon dan bahwa langkah tersebut dapat memicu kembalinya perang.
Pada Kamis pekan ini, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan Israel harus segera menghentikan serangannya terhadap rakyat Lebanon dan menarik diri dari wilayah Lebanon yang diduduki.
Angkatan Darat Lebanon dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, menyebutkan beberapa personel militer Lebanon, termasuk seorang perwira, tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan kendaraan militer di jalan Khardali-Nabatieh di Lebanon selatan.