Sosial Media
0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita China Featured Rusia Spesial

    Bomber China dan Rusia Terbang di Atas Laut Jepang, Tokyo dan Seoul Kerahkan Jet Tempur - Kompas

    4 min read

     

    KOMPAS.com - China dan Rusia menggelar patroli udara strategis bersama menggunakan pesawat pengebom dan jet tempur di atas Laut Jepang, Laut China Timur, dan Pasifik Barat pada Sabtu (27/6/2026).

    Aksi tersebut langsung direspons Jepang dan Korea Selatan dengan mengerahkan jet tempur untuk memantau pergerakan pesawat militer kedua negara.

    Kementerian Pertahanan China menyebut patroli jarak jauh itu merupakan patroli strategis gabungan ke-11 antara angkatan udara China dan Rusia sejak 2019, sekaligus yang pertama pada tahun ini.

    Baca juga: Kronologi Jatuhnya Bomber B-52 AS, Meledak Hebat Setelah Lepas Landas

    Menurut Beijing, patroli tersebut menunjukkan tekad dan kemampuan kedua negara untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan.

    Megaproyek "Kota Hantu" China: Gagal atau Bagian dari Rencana Besar?

    Jepang pantau bomber China-Rusia

    Dilansir The Japan Times, Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan bahwa pihaknya melacak dua penerbangan terpisah yang melibatkan empat pesawat pengebom H-6 milik China dan dua pesawat pengebom strategis Tu-95 milik Rusia.

    Patroli tersebut juga melibatkan dua pesawat patroli maritim Tu-142 Rusia, dua jet tempur J-16 China, dan satu jet tempur Su-30 Rusia.

    Baca juga: China Sukses Bikin Kapal Induk dengan Pelontar Pesawat Elektromagnetik

    Peta rute penerbangan yang dirilis kementerian menunjukkan sebagian pesawat pengebom melintasi Selat Miyako di dekat Prefektur Okinawa untuk memasuki Pasifik Barat hingga ke wilayah selatan Pulau Shikoku, sebelum kembali melalui jalur yang sama.

    Selat Miyako merupakan jalur strategis yang menghubungkan Laut China Timur dengan Pasifik Barat.

    Korea Selatan ikut kerahkan jet tempur

    Korea Selatan juga mengerahkan jet tempur setelah lebih dari 10 pesawat militer China dan Rusia memasuki zona identifikasi pertahanan udara (ADIZ) negara tersebut pada hari yang sama.

    Baca juga: Bomber B-52 AS Jatuh Usai Lepas Landas di California, 8 Kru Tewas

    Menurut laporan Yonhap yang dikutip South China Morning Post, pesawat-pesawat tersebut tidak melanggar wilayah udara Korea Selatan.

    Jepang merasa terancam

    Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi sebelumnya menyebut patroli pengebom gabungan yang terus berulang oleh China dan Rusia menunjukkan perluasan serta peningkatan aktivitas militer di sekitar Jepang.

    Ia menilai patroli tersebut merupakan unjuk kekuatan terhadap Jepang dan menjadi kekhawatiran serius bagi keamanan negaranya.

    South China Morning Post juga melaporkan patroli terbaru berlangsung ketika hubungan Beijing dan Tokyo masih diwarnai ketegangan, termasuk terkait Taiwan serta penguatan kemampuan militer Jepang yang menuai protes dari China.

    Baca juga: Baru Terbang 18 Menit, Bomber B-52 AS Kirim Sinyal Darurat

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Tertekan Serangan Ukraina, Rusia Disebut Mau Kompori NATO

    Komentar
    Additional JS