AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh - SindoNews
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Makin mudah baca berita nasional dan internasional.
Kamis, 18 Juni 2026 - 18:29 WIB
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth. Foto/anadolu
A A A
WASHINGTON - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan AS akan siap melanjutkan aksi militer dan menerapkan kembali blokade jika Iran gagal memenuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan AS-Iran. Ancaman ini muncul seiring upaya Israel untuk menyabotase kesepakatan itu.
“Presiden telah menunjukkan bahwa kami akan siap memulai kembali jika dalam jangka waktu pembicaraan ini Iran tidak melakukan apa yang dikatakannya akan dilakukan,” ujar Hegseth di Brussels setelah bertemu dengan para menteri pertahanan NATO.
“Jika Iran tidak patuh, maka kami lebih dari mampu untuk menerapkan kembali blokade yang ketat,” tambahnya.
Kita tidak hanya berbicara tentang Iran, yang digambarkan Israel sebagai ancaman eksistensial, tetapi kita juga berbicara tentang Lebanon karena kesepakatan itu sendiri berbicara tentang penghentian perang di semua lini.
Ini adalah sesuatu yang telah mengkhawatirkan Israel. Namun Israel juga khawatir bahwa mereka tidak hanya harus membatasi serangan militer mereka, tetapi juga harus mundur dari tempat-tempat di Lebanon selatan yang telah mereka masuki lebih dalam sejak perang ini dimulai.
Sekarang, Israel khawatir kesepakatan ini akan memaksa mereka untuk mundur dan terpaksa meninggalkan tempat-tempat yang telah mereka duduki di Lebanon selatan.
Israel tidak hanya akan mencoba melobi untuk tetap berada di Lebanon selatan, dengan alasan keamanan, mengatakan Hizbullah belum dilucuti senjatanya, tetapi Israel juga akan mempertimbangkan untuk mencoba menyabotase nota kesepahaman AS-Iran ini.
Kita telah melihat, bahkan sebelum penandatanganan dan pengumuman nota kesepahaman, bahwa Israel telah menyerang pinggiran selatan Beirut, dengan mengatakan mereka menemukan agen Hizbullah.
Tentu saja, hal itu telah dibantah, dan telah banyak dibicarakan oleh Presiden AS Donald Trump, yang mengecam Israel, dengan mengatakan Israel terus menyabotase kesepakatan tersebut.
Ini adalah isu yang sangat sensitif di Israel, terutama sekarang, karena kita sedang menuju pemilihan umum, dan setiap pejabat ingin menunjukkan sikap menentang.
Baca juga: AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rekomendasi
Infografis

7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Terpopuler
1
2
3
4
5





