0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Israel Spesial Turki

    Turki Pamer Rudal Antarbenua, Pakar: Untuk Peringatkan Israel - detik

    3 min read

     

    Turki Pamer Rudal Antarbenua, Pakar: Untuk Peringatkan Israel

    Foto: Turkiye Today

    Jakarta -

    Turki memamerkan prototipe rudal balistik antarbenua (ICBM). ICBM tersebut, diberi nama Yildirimhan yang berarti "kilat" dalam bahasa Turki dan dikembangkan pusat penelitian dan pengembangan Kementerian Pertahanan, diungkap di Pameran Pertahanan dan Kedirgantaraan SAHA 2026 di Istanbul Expo Centre.

    Apa yang diketahui tentang rudal Yildirimhan?

    Yildirimhan jangkauannya 6.000 km. Menurut Federation of American Scientists, rudal balistik dengan jangkauan melebihi 5.500 km diklasifikasikan sebagai ICBM. Jika diluncurkan dari Turkiye, Yildirimhan akan mampu menghantam target-target di seluruh Eropa, Afrika, dan Asia.

    Menurut kantor berita Anadolu, kecepatan maksimum ICBM tersebut adalah Mach 25, atau 25 kali kecepatan suara. Ia punya empat mesin propulsi roket dan berbahan bakar nitrogen tetroksida cair. Hulu ledaknya memiliki kapasitas muatan 3.000 kg. Turki belum memulai produksi rudal tersebut.

    Ahli mengatakan peluncuran ICBM Turki penting karena sejumlah alasan. "Menurut saya, Turki tak butuh ICBM untuk menangkal ancaman keamanan mendesak yang dihadapinya. Karena itu, bukan ICBM-nya, melainkan kemampuan untuk memproduksinya yang penting bagi Turki," cetus Ozgur Unluhisarcikli, direktur German Marshall Fund of the United States.

    Burak Yildirim, analis keamanan, mengatakan desain ICBM tersebut secara tidak langsung penting bagi upaya peluncuran luar angkasa Turki. "Fisika untuk mencapai orbit dan fisika dari lintasan balistik antarbenua berkaitan erat, teknologinya tumpang tindih," ungkapnya yang dikutip detikINET dari Al Jazeera.

    Namun memang rudal itu masih konsep. "Belum ada uji penerbangan dikonfirmasi, spesifikasi teknis terbatas, dan subsistem penting belum dijelaskan terbuka. Bahkan fasilitas uji coba masa depan yang paling mungkin belum dibangun. Ini adalah ambisi yang diumumkan, bukan kemampuan yang siap di lapangan," tambahnya.

    Ali Bakir, peneliti Middle East Council on Global Affairs, mengatakan prototipe tersebut sebuah terobosan. "Perkembangan ini menyimbolkan lompatan kemampuan rudal dan kemajuan teknologinya, memungkinkan Turki gabung dengan jajaran eksklusif segelintir negara dengan teknologi pertahanan canggih semacam itu," katanya.

    Mengapa Turki mengembangkan Yildirimhan?

    Peluncuran rudal terjadi di tengah ketegangan di Timur Tengah. Bulan Maret, kala Iran membalas serangan AS-Israel dengan menyerang aset AS di Timur Tengah, Turki melaporkan pertahanan udara NATO menjatuhkan rudal balistik yang ditembakkan ke Turki. Iran membantah menembakkannya dan menyiratkan Israel bisa jadi dalang serangan.

    Di Februari, mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, yang partainya diproyeksi meraih hasil baik dalam pemilihan nasional tahun ini, menjadi politisi terkemuka terbaru yang menyatakan Turki ancaman Israel.

    Sejak berkuasa awal 2000-an, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan makin kritis terhadap Israel. "Jaringan genosida berlumuran darah ini terus membunuh anak-anak yang tak berdosa, perempuan, dan warga sipil tanpa aturan atau prinsip apa pun, serta mengabaikan segala nilai kemanusiaan," kata Erdogan tentang Israel.

    Kemajuan Turki dalam rudal balistik dimaksudkan untuk mengirimkan pesan pada sekutu maupun musuh, termasuk Israel. "Turki dan Israel tak berkonflik formal, tapi kepentingan strategis mereka telah menyimpang secara tajam, dan hubungan politiknya telah memburuk secara signifikan beberapa tahun terakhir," tutur Yildirim.

    "Turki dikelilingi ketidakstabilan dan mereka menarik kesimpulan bahwa jaminan aliansi abstrak tidaklah cukup. Negara ini menginginkan daya tangkal kuat dan berdaulat," tambahnya.

    (fyk/fay)

    Komentar
    Additional JS