0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Trump Klaim AS Sengaja "Ampuni" Militer Iran, Sebut Bukan Target Utama - Kompas

    5 min read

     

    Trump Klaim AS Sengaja "Ampuni" Militer Iran, Sebut Bukan Target Utama

    WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeklaim, pihaknya memilih untuk tidak menghancurkan seluruh kekuatan bersenjata Iran. 

    Strategi tersebut diambil karena AS melihat adanya perbedaan faksi di dalam internal kepemimpinan Teheran.

    “Militer mereka, kami biarkan saja karena kami pikir militer mereka agak moderat," jelas Trump saat berbicara di Fox News, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (31/5/2026).

    "Mereka memiliki orang-orang lain yang tidak moderat. Kami telah menyingkirkan mereka," lanjutnya.

    Suasana Rumah Duka Eks Menhan Era Jokowi Ryamizard Ryacudu yang Meninggal Dunia

    Menurutnya, fokus operasi militer AS selama ini adalah menyasar elemen-elemen ekstrem di dalam pemerintahan Iran, bukan menghancurkan kekuatan militer.

    Baca juga: AS Temukan Cara Murah Lawan Drone, Tak Perlu Rudal Rp 17,8 Miliar

    AS seharusnya tak berada di Iran

    Meski mengeklaim berhasil melumpuhkan faksi ekstrem di Teheran, Trump justru melontarkan kritik terhadap keputusan masa lalu terkait pengerahan pasukan AS di wilayah tersebut. 

    Ia bahkan menyebut keterlibatan militer AS sebagai sebuah kesalahan fatal.

    “Lihatlah apa yang terjadi di Irak. Kita melakukan kesalahan besar. Itu adalah hal yang sangat bodoh, apa yang kita lakukan. Seharusnya kita tidak berada di sana sejak awal,” kata Trump.

    “Seharusnya kita tidak berada di Iran, tetapi Iran memiliki kemampuan itu,” sambungnya.

    Baca juga: Banyak Musisi Mundur, Trump Ingin Jadi Bintang Tamu HUT ke-250 AS

    Kendati demikian, Trump tetap membela tindakan preventif yang diambil pemerintahannya tahun lalu.

    Ia menegaskan, serangan udara menggunakan pesawat pengebom siluman B-2 ke wilayah Iran adalah langkah yang terpaksa diambil demi mencegah Teheran memiliki senjata pemusnah massal.

    Menurutnya, jika AS tidak mengambil langkah ekstrem tersebut, peta geopolitik global saat ini akan berubah dan mengancam eksistensi sekutu utamanya.

    "Ceritanya akan sangat berbeda, mungkin kita tidak akan memiliki Israel, tetapi mungkin kita juga tidak akan memiliki Timur Tengah dan kemudian ke mana mereka akan pergi dari sana?” ujarnya.

    Baca juga: Sempat Dibantah AS, Iran Kini Klaim Aset Rp 214 Triliun Segera Cair

    Tak terburu-buru capai kesepakatan dengan Iran

    Trump menuturkan, AS tidak terburu-buru untuk mencapai kesepakatan dengan Iran, karena ia mengharapkan hasil yang besar.

    Politisi Partai Republik ini menggambarkan kepemimpinan Iran sebagai negosiator yang sangat tangguh.

    Namun, ia mengeklaim AS mendapatkan apa yang diinginkannya secara perlahan.

    Baca juga: Berubah Sikap, Trump Minta AS Tak Buru-buru Capai Kesepakatan dengan Iran

    “Ini membutuhkan waktu lama. Saya tidak terburu-buru. Jika Anda terburu-buru, Anda tidak akan mendapatkan kesepakatan yang baik," tegasnya.

    "Perlahan tapi pasti, saya pikir kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Jika kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan, kita akan menyelesaikannya dengan cara yang berbeda,” tambahnya.

    Menurutnya, AS akan kembali mengerahkan militer jika kesepakatan besar gagal dicapai.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    IRGC Pamer Kapal Serang Cepat “27 Rajab” Saat Ribuan Warga Iran Peringati Perang Hari ke-90

    Komentar
    Additional JS