0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita China Donald Trump Featured Spesial Vladimir Putin

    Setelah Trump, Giliran Presiden Rusia Vladimir Putin yang Akan Kunjungi China - T8

    6 min read

     

    Setelah Trump, Giliran Presiden Rusia Vladimir Putin yang Akan Kunjungi China

    Presiden Rusia, Vladimir Putin dijadwalkan akan berkunjung ke China pada 19-20 Mei 2026, tak lama setelah kunjungan Donald Trump.

    Tayang: 

    Foto: Sergei Bobylev, RIA Novosti

    PUTIN BERTEMU XI - Foto diambil dari laman Kantor Presiden Rusia pada Senin (1/9/2025) memperlihatkan Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan Presiden China Xi Jinping pada upacara penyambutan resmi pada 31 Agustus 2025. Vladimir Putin dijadwalkan akan berkunjung ke China pada 19-20 Mei 2026, tak lama setelah kunjungan Donald Trump. 

    Ringkasan Berita:
    • Vladimir Putin dijadwalkan mengunjungi China pada 19-20 Mei atas undangan Xi Jinping.
    • Putin dan Xi akan membahas kerja sama strategis, ekonomi, perdagangan, energi, dan investasi bilateral.
    • Kunjungan Putin berlangsung tak lama setelah lawatan Donald Trump ke Beijing pekan ini.

    TRIBUNNEWS.COM - Setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengunjungi China pada 13-15 Mei 2026, kini giliran Presiden RusiaVladimir Putin, yang dijadwalkan akan berkunjung ke Negeri Tirai Bambu pada 19-20 Mei 2026.

    Kunjungan tersebut dikonfirmasi oleh Kementerian Luar Negeri China yang menyebut Putin akan datang atas undangan Presiden Xi Jinping.

    "Atas undangan Presiden Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin akan melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 19 hingga 20 Mei," ungkap pengumuman Jubir Kementerian Luar Negeri China, Sabtu (16/5/2026).

    Kunjungan Putin ke China juga telah dikonfirmasi Kremlin.

    Dilansir Al Jazeera, Kremlin menyebut pertemuan Putin dan Xi bertujuan memperdalam kemitraan strategis komprehensif antara Moskow dan Beijing, sekaligus membahas isu-isu internasional dan regional yang menjadi perhatian bersama.

    Selain bertemu Xi Jinping, Putin juga dijadwalkan menggelar pembicaraan dengan Perdana Menteri China Li Qiang.

    Agenda pembahasan disebut akan berfokus pada penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, energi, hingga investasi antara kedua negara.

    Media pemerintah RusiaTASS, melaporkan kunjungan tersebut bertepatan dengan peringatan 25 tahun penandatanganan Treaty of Good-Neighborliness and Friendly Cooperation, perjanjian penting yang diteken Rusia dan China pada 2001 sebagai dasar hubungan bilateral kedua negara.

    Kunjungan Putin ke Beijing menjadi perhatian internasional karena berlangsung tak lama setelah kunjungan Trump.

    Kunjungan Trump disebut sebagai kunjungan presiden AS pertama ke Beijing dalam hampir satu dekade terakhir.

    Di tengah hubungan Washington-Beijing yang masih dibayangi ketegangan perdagangan dan geopolitik, hubungan China dan Rusia justru terus menunjukkan kedekatan dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca juga: Mesra di KTT tapi Perang Tarif Kemudian, Siklus Unik Hubungan 9 Tahun Trump dan Xi Jinping

    Meski tidak memiliki aliansi militer formal, kedua negara memperkuat kerja sama politik dan ekonomi, terutama setelah negara-negara Barat menjatuhkan sanksi terhadap Moskow akibat perang di Ukraina.

    China kini menjadi mitra dagang terbesar Rusia berdasarkan volume perdagangan.

    Sebelumnya, Putin menyatakan sebagian besar transaksi perdagangan kedua negara telah menggunakan mata uang nasional masing-masing, yakni rubel Rusia dan yuan China.

    Hubungan kedua negara juga diperkuat oleh pernyataan Xi Jinping tahun lalu yang menegaskan Beijing akan terus berdiri bersama Moskow dalam menghadapi apa yang disebut sebagai “unilateralisme dan perundungan hegemonik.”

    (Tribunnews.com)

    Komentar
    Additional JS