0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Dunia Internasional Featured Israel Konflik Timur Tengah Lebanon Lebanon Selatan Spesial

    Serangan Israel Menggila di Lebanon Selatan, Jalanan Dipenuhi Pengungsi - Tribunnews

    3 min read

     

    Serangan Israel Menggila di Lebanon Selatan, Jalanan Dipenuhi Pengungsi

    Tangkapan layar/Via Kompas.com A-A+ ISRAEL SERANG LEBANON - Ledakan di salah satu bangunan Lebanon yang diserang Israel di Desa Abbasiyyeh, 13 Maret 2026. Israel menyerang Hizbullah di Lebanon dalam lanjutan perang Iran yang meluas di Timur Tengah 
    Ringkasan Berita:
    • Serangan udara dilaporkan terjadi di sektor barat daya Lebanon, termasuk di wilayah al-Mansouri dan beberapa titik yang berada sangat dekat dengan Kota Tirus.
    • Selain itu, artileri Israel juga menghantam kota-kota seperti Qlailah, Hanine, dan Majdal Zoun.

    SERAMBINEWS.COM – Serangan tanpa henti yang dilancarkan Israel terus mengguncang wilayah selatan Lebanon meski gencatan senjata masih berlaku. Dalam sehari, dilaporkan lebih dari 30 serangan menghantam sejumlah kawasan, memicu kepanikan massal dan gelombang pengungsian warga sipil.

    Serangan udara dilaporkan terjadi di sektor barat daya Lebanon, termasuk di wilayah al-Mansouri dan beberapa titik yang berada sangat dekat dengan Kota Tirus. Selain itu, artileri Israel juga menghantam kota-kota seperti Qlailah, Hanine, dan Majdal Zoun.

    Di bagian timur menuju wilayah Nabatieh, rentetan serangan udara dan tembakan artileri kembali dilaporkan mengguncang sejumlah lokasi, di antaranya Yohmor dan Arnoun.

    Baca juga: Serangan Mematikan Israel Bunuh 10 Warga Lebanon, 44 Lainnya Terluka

    Situasi ini memperlihatkan pola eskalasi yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Meski kesepakatan gencatan senjata telah diperpanjang, serangan Israel tetap berlangsung tanpa tanda-tanda akan berhenti dalam waktu dekat.

    Akibat perintah evakuasi paksa dari militer Israel, ribuan warga Lebanon dilaporkan meninggalkan wilayah selatan menuju Beirut. Jalan raya dari Sidon menuju ibu kota dipenuhi kendaraan dan warga yang berusaha menyelamatkan diri dari ancaman serangan lanjutan.

    Sementara itu, Direktur Program Timur Tengah di Stimson Center, Randa Slim, menilai pembicaraan antara Lebanon dan Israel menghadapi hambatan besar, terutama terkait isu perlucutan senjata Hizbullah.

    Menurutnya, terdapat “dua jam politik” yang berjalan tidak sinkron. Amerika Serikat dan Israel ingin Hizbullah segera dilucuti, sedangkan pemerintah Lebanon melihat proses tersebut membutuhkan waktu panjang dan konsensus politik nasional.

    Slim mengatakan banyak warga Lebanon memang menginginkan Hizbullah dilucuti. Namun di kalangan mayoritas Syiah Lebanon, kelompok itu masih dipandang sebagai pelindung dari kemungkinan agresi Israel di masa depan.

    Ia juga menuding Israel kerap memperpanjang proses negosiasi tanpa menghasilkan perubahan nyata di lapangan.

    “Satu-satunya cara mematahkan pola ini adalah jika Presiden AS Donald Trump secara langsung menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu,” ujarnya.

    Namun menurut Slim, fokus pemerintahan AS saat ini lebih tertuju pada Iran sehingga konflik Lebanon kemungkinan belum menjadi prioritas utama Washington.

    Komentar
    Additional JS