Militer Iran Tak Gentar untuk Perang Lagi, Sepenuhnya Siap Meladeni Kebodohan AS! - sindonews
2 min read
Militer Iran Tak Gentar untuk Perang Lagi, Sepenuhnya Siap Meladeni Kebodohan AS!
Militer Iran menyatakan tidak gentar untuk perang lagi melawan Amerika Serikat. Foto/BBC
TEHERAN - Militer Iran menyatakan tidak gentar untuk perang lagi melawan Amerika Serikat (AS) setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak puas dengan proposal negosiasi yang diajukan Teheran.
"Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi," kata Wakil Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Asadi, kepada Fars News,yang dilansir Minggu (3/5/2026).
Baca Juga: Militer Iran Klaim Perang dengan Iran Mungkin Berlanjut
Menurutnya, kekacauan ini diciptakan oleh Amerika sendiri. "Tindakan dan pernyataan pejabat-pejabat AS terutama didorong oleh media, pertama-tama bertujuan untuk mencegah penurunan harga minyak dan kedua untuk melepaskan diri dari kekacauan yang telah mereka ciptakan," katanya.
"Konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan besar akan terjadi," kata Wakil Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Brigadir Jenderal Mohammad Jafar Asadi, kepada Fars News,yang dilansir Minggu (3/5/2026).
Baca Juga: Militer Iran Klaim Perang dengan Iran Mungkin Berlanjut
Menurutnya, kekacauan ini diciptakan oleh Amerika sendiri. "Tindakan dan pernyataan pejabat-pejabat AS terutama didorong oleh media, pertama-tama bertujuan untuk mencegah penurunan harga minyak dan kedua untuk melepaskan diri dari kekacauan yang telah mereka ciptakan," katanya.
Asadi menambahkan bahwa angkatan bersenjata Iran tak takut jika AS berencana untuk meningkatkan eskalasi. "Angkatan bersenjata sepenuhnya siap untuk petualangan atau kebodohan baru apa pun dari Amerika," ujarnya.
Setelah Iran menyerahkan proposal terbaru kepada mediator Pakistan pada Kamis malam, Trump bertanya kepada wartawan: "Apakah kita ingin pergi dan menghancurkan mereka habis-habisan dan menghabisi mereka selamanya—atau apakah kita ingin mencoba dan membuat kesepakatan?"
Namun, kemudian dia mengatakan bahwa dia lebih memilih untuk tidak mengambil opsi pertama atas dasar kemanusiaan.
Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni Ejei, mengatakan pada hari Jumat bahwa negaranya tidak pernah menghindari negosiasi, tetapi tidak akan menerima pemaksaan syarat perdamaian.
Iran telah mempertahankan cengkeramannya di selat tersebut sejak perang dimulai, mencekik aliran utama minyak, gas, dan pupuk ke ekonomi dunia, sementara Amerika Serikat telah memberlakukan blokade balasan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa Angkatan Laut AS bertindak seperti "bajak laut" di perairan dan membual tentang bagaimana operasi berlangsung sambil menyita kapal-kapal di tengah blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
"Kami mendarat di atasnya dan kami mengambil alih kapal. Kami mengambil alih kargo, mengambil alih minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan," kata Trump saat berpidato di sebuah pertemuan umum di Florida.
Saat kerumunan bersorak, dia berkata: "Kami seperti bajak laut. Kami agak seperti bajak laut. Tapi kami tidak bermain-main."
Sementara itu, Iran telah bersumpah untuk mempertahankan kendalinya atas selat tersebut selama Washington terus memblokade pelabuhan-pelabuhannya.
(mas)