0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Menlu Palestina PBB Spesial Sugiono

    Menlu Sugiono Sebut Isu Palestina Ujian Komitmen bagi PBB - Kompas TV

    3 min read

     

    Menlu Sugiono Sebut Isu Palestina Ujian Komitmen bagi PBB

    Close Ads x

    Kompas.tv - 28 Mei 2026, 06:50 WIB

    Menteri Luar Negeri Sugiono (kiri) memberikan pernyataan dalam jumpa pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/4/2026). (Sumber: Prisca Triferna Violleta/Antara)

    JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyatakan isu Palestina menjadi ujian bagi kredibilitas dan komitmen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam menjaga perdamaian dunia. Sugiono menekankan kemerdekaan Palestina menjadi hal yang mutlak dan seharusnya dicapai melalui solusi dua-negara.

    Hal tersebut disampaikan Sugiono saat menghadiri forum Open Debate United Nations Security Council di markas Dewan Keamanan PBB, New York, Amerika Serikat (AS), Selasa (26/5/2026).

    Baca Juga: Menlu Sugiono Serukan Reformasi PBB dan Dewan Keamanan: Suara Global South Tidak Terwakili

    Dalam forum Dewan Keamanan PBB, Sugiono menekankan peran PBB krusial untuk mencapai kemerdekaan Palestina melalui solusi dua-negara. 

    "Indonesia juga kembali menekankan bahwa Palestina adalah satu tes terhadap PBB, kepercayaan yang diberikan kepada PBB," kata Sugiono dalam pesan video yang diterima KompasTV, Rabu (27/5).

    "Kita saksikan perjuangan yang dilakukan rakyat Palestina dan juga saksikan kekerasan yang terjadi di sana, penderitaan di sana, kita menggarisbawahi lagi bahwa kemerdekaan negaraa Palestina berdasarakan solusi dua-negara adalah sesuatu yang mutlak."

    Dalam forum yang dipimpin Menteri Luar Negeri China Wang Yi tersebut, Sugiono pun menyerukan reformasi PBB, termasuk Dewan Keamanan PBB.

    Sugiono menilai PBB harus berbenah agar tetap relevan dengan keadaan zaman. Menurutnya, situasi global saat ini telah jauh berbeda dibanding ketika PBB dibentuk pasca-Perang Dunia Kedua.

    Menlu Sugiono menyatakan PBB dan Dewan Keamanan PBB saat ini kurang mengakomodasi suara-suara negara berkembang. Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan maraknya veto di Dewan Keamanan PBB terhadap isu yang diajukan negara-negara Global South.

    "Banyak suara-suara yang berasal dari umumnya Global South itu tidak terwakili, tadi juga disampaikan beberapa negara bahwa banyak concern yang diveto di Dewan Keamanan, ini perlu juga mendapat representasi yang baik di Dewan Keamanan," kata Sugiono.

    Baca Juga: Board of Peace Desak DK PBB Tekan Hamas Lucuti Senjata demi Rekonstruksi Gaza

    Sumber : Kompas TV

    Komentar
    Additional JS