0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita China Featured Lintas Peristiwa Spesial Tambang

    Ledakan Tambang di China Sebabkan 90 Orang Tewas, Terparah dalam 17 Tahun - Kompas

    5 min read

     

    Ledakan Tambang di China Sebabkan 90 Orang Tewas, Terparah dalam 17 Tahun


    SHANXI, KOMPAS.com - Sedikitnya 90 orang tewas dalam ledakan di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China Utara, Jumat (22/5/2026) malam waktu setempat.

    Sebanyak 247 pekerja dilaporkan berada di bawah tanah pada saat ledakan terjadi, menurut kantor berita pemerintah Xinhua dilansir AFP, Sabtu (23/5/2026).

    Sebagian besar dari mereka berhasil dikeluarkan pada Sabtu pagi, setelah sebanyak 345 personel penyelamat dikerahkan ke lokasi kejadian.

    Berdasarkan rekaman dari media pemerintah, paramedis terlihat membawa tandu di lokasi kejadian, dengan ambulans di latar belakang.

    China Kebut Misi ke Bulan, Kirim Astronot Hong Kong Pertama ke Luar Angkasa

    Lebih dari 100 orang dilaporkan telah dibawa ke rumah sakit, dan pekerjaan penyelamatan di lokasi kejadian masih berlangsung.

    Baca juga: Pakistan Mencekam, 40 Milisi Bermotor Serbu Tambang Emas, 10 Orang Tewas

    Pihak pengelola tambang telah ditahan

    Setelah insiden tersebut, Presiden Tiongkok Xi Jinping menyerukan agar segala upaya dikerahkan untuk merawat para korban luka dan mencari korban selamat.

    “Semua wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini, tetap waspada terhadap keselamatan kerja ... dan dengan tegas mencegah dan menekan terjadinya kecelakaan besar dan bencana," kata Xi.

    Ia juga meminta pemerintah untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut dan meminta pertanggungjawaban kepada pihak yang bertanggung jawab.

    Baca juga: Jembatan Tambang Ambruk di Kongo, 49 Orang Tewas

    Dilansir BBC, Sabtu, yang mengutip media pemerintah China, para pejabat yang mengelola tambang batu bara tersebut telah ditahan.

    Penyebab ledakan gas tersebut belum terungkap, tetapi media tersebut melaporkan bahwa kadar karbon monoksida di dalam tambang tersebut telah melebihi batas.

    Shanxi, yang dikenal sebagai salah satu provinsi termiskin di China, dikenal sebagai ibu kota pertambangan batubara negara itu.

    Baca juga: Jaga Warisan Sejarah dari Aktivitas Tambang, Gereja 113 Tahun Dipindah Utuh

    Bukan kecelakaan tambang pertama

    Ilustrasi tambang, pertambangan.

    Lihat Foto

    China adalah konsumen batu bara terbesar di dunia dan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar, meski mereka juga memasang kapasitas energi terbarukan dengan kecepatan yang luar biasa.

    Peristiwa ini menjadi bencana kecelakaan pertambangan terbesar di China dalam 17 tahun terakhir.

    Sebelumnya pada 2009, terjadi bencana pertambangan terburuk di China yang menyebabkan 108 orang tewas dalam ledakan tambang di timur laut provinsi Heilongjiang.

    Baca juga: Ledakan Tambang Batu Bara di Iran Tewaskan 51 Pekerja dan Lukai 20 Orang

    Pada awal 2000-an, kecelakaan fatal sering terjadi di industri pertambangan batu bara China. Standar keselamatan telah diperketat dalam beberapa tahun terakhir, tetapi kecelakaan masih tetap terjadi.

    Pada 2023, sebuah insiden runtuhan di tambang batu bara terbuka di wilayah Mongolia Dalam bagian utara menewaskan 53 orang.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Wilayah Udara Iran Tiba-tiba Kosong, AS Mau "Sulut" Perang Lagi?

    Komentar
    Additional JS