0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Spesial

    Kisah 7 Jejak Kaki di Danau Purba Arab dari 115.000 Tahun Lalu, Ternyata... - detik

    3 min read

     

    Kisah 7 Jejak Kaki di Danau Purba Arab dari 115.000 Tahun Lalu, Ternyata...

    Jakarta -

    Jejak kaki manusia prasejarah ditemukan di sebuah kubangan lumpur kuno yang terjaga dengan baik di Semenanjung Arab. Temuan ini diyakini sebagai jejak kaki manusia tertua yang pernah ditemukan di wilayah tersebut, dengan perkiraan usia mencapai 115.000 tahun.

    Para ilmuwan mengidentifikasi setidaknya ada tujuh jejak kaki manusia di lokasi tersebut. Jejak-jejak ini ditemukan berada di antara ratusan jejak kaki hewan purba lainnya yang saling berdesakan di situs prasejarah itu.

    Penemuan di bekas kubangan lumpur ini memberikan petunjuk penting bagi para peneliti tentang bagaimana manusia purba berinteraksi dengan lingkungan dan satwa di sekitarnya pada masa lampau.

    Sekitar 115.000 tahun yang lalu, sebuah danau berlumpur di utara Arab Saudi menjadi semacam 'jalan tol' prasejarah. Kawanan hewan besar dan sekelompok manusia melintasi koridor ini seiring dengan pergerakan cuaca dan perubahan iklim di Jazirah Arab.

    Di situs yang kini berada jauh di dalam Gurun Nefud, yang dijuluki Alathar atau jejak dalam bahasa Arab, para arkeolog menemukan ratusan tapak hewan prasejarah. Di antara kekacauan temuan tersebut, tersembunyi tujuh jejak kaki manusia purba.

    Para ilmuwan memperkirakan kelompok manusia pembuat tapak ini tidak menetap. Mereka menyusuri danau purba yang mulai mengering tersebut hanya untuk menumpang lewat atau beristirahat dalam perjalanan migrasi mencari sumber air tawar.

    Hal ini diperkuat dengan minimnya peninggalan yang biasa menyertai perjalanan manusia prasejarah. Arkeolog tidak menemukan perkakas batu atau bekas sayatan pisau pada tumpukan tulang hewan yang mengindikasikan adanya aktivitas perburuan di sana.

    Kumpulan jejak berharga ini pertama kali terungkap pada 2017, setelah sedimen tanah yang menutupinya selama ratusan ribu tahun tersapu oleh cuaca dan waktu.

    Keajaiban Lumpur dan Bukti Homo sapiens

    Dalam laporannya, para ilmuwan menguji mengapa lumpur purba di situs tersebut sangat istimewa. Kondisi yang sangat spesifik mengawetkan tapak mungil ini seperti "sidik jari" yang mengunci mereka di garis waktu yang sama

    "Sebuah studi eksperimental terhadap tapak kaki manusia modern di dataran lumpur menemukan bahwa berbagai rincian halus hilang dalam dua hari, dan wujudnya tidak dapat dikenali lagi dalam waktu empat hari," tulis laporan tersebut, dikutip dari Popular Mechanics.

    Lalu, siapa pembuat ketujuh jejak kaki tersebut?

    Para peneliti memastikan temuan tersebut milik Homo sapiens, bukan primata purba lain yang juga bisa berjalan tegak seperti Homo neanderthalensis. Kesimpulan ini ditarik berdasarkan absennya Neanderthal di wilayah tersebut pada masa itu.

    "Mengingat bukti fosil dan arkeologi untuk penyebaran H. sapiens ke Levant dan Arab selama era 130.000 hingga 80.000 tahun lalu, serta absennya H. neanderthalensis, kami berpendapat bahwa H. sapiens adalah pembuat jejak di Alathar," tegas peneliti.

    Selain itu, ilmuwan mencatat bahwa ukuran ketujuh jejak kaki di Danau Alathar jauh lebih konsisten dengan anatomi Homo sapiens awal dibandingkan dengan fisik Neanderthal.

    Homo sapiens ini kemungkinan merupakan perantau terakhir sebelum datangnya zaman es. Itulah sebabnya jejak mereka tetap utuh terlindungi oleh sedimen baru dan tidak tertimpa pejalan lainnya.

    Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.

    (crt/faz)

    Komentar
    Additional JS