Kirim Sinyal Darurat, Pesawat Tanker Militer AS Dilaporkan Menghilang di Teluk Arab - RepublikA
Kirim Sinyal Darurat, Pesawat Tanker Militer AS Dilaporkan Menghilang di Teluk Arab
Hilangnya sinyal mendadak memperkuat dugaan insiden yang dialami Pesawat KC-135
Tangkapan Layar Pesawat Boeing KC-135 Stratotanker
REPUBLIKA.CO.ID,TELUK ARAB — Sebuah pesawat pengisi bahan bakar udara milik militer Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengalami situasi darurat saat terbang di atas Teluk Arab pada Selasa (5/5/2026). Kabar ini mencuat berdasarkan data pelacakan penerbangan publik dan kode darurat penerbangan yang tertangkap radar.
Pesawat berjenis Boeing KC-135 Stratotanker, yang sering dijuluki sebagai "pom bensin terbang", dilaporkan mengalami kondisi darurat teknis saat berada di wilayah strategis dekat Selat Hormuz.
Dilansir dari Gulf News yang mengutip laporan Flightradar24 pesawat tersebut dilaporkan mengirimkan sinyal squawk 7700, yang merupakan kode internasional untuk keadaan darurat umum (general emergency), sebelum akhirnya menghilang dari sistem pemantauan radar. Insiden ini terjadi di atas Selat Hormuz. Data menunjukkan pesawat melakukan penurunan ketinggian secara drastis dan mengubah arah menuju Qatar.
Pesawat KC-135R milik Angkatan Udara AS tersebut sedang menjalankan misi pengisian bahan bakar di udara saat kode transponder darurat diaktifkan. Sekitar satu jam setelah kode darurat terdeteksi, sinyal transponder pesawat tersebut hilang sepenuhnya. Posisi terakhir menunjukkan pesawat mengarah ke Qatar, yang merupakan basis operasional utama pesawat militer AS di kawasan tersebut.
Data pelacakan penerbangan menunjukkan pesawat sempat terbang dengan pola melingkar di udara selama beberapa saat, sebelum akhirnya memulai prosedur penurunan ketinggian untuk pendaratan. Hingga saat ini, penyebab pasti keadaan darurat tersebut belum diketahui. Belum ada konfirmasi resmi yang menghubungkan insiden ini dengan tindakan serangan dari pihak lawan.
Menyusul hilangnya sinyal tersebut, sejumlah helikopter utilitas ringan jenis H125 terpantau berada di area sekitar lokasi kejadian.
Hingga laporan ini diturunkan, belum dapat dipastikan apakah pesawat tersebut jatuh atau berhasil mendarat darurat di Qatar. Hilangnya sinyal transponder tidak selalu berarti kecelakaan. Dalam protokol militer, transponder terkadang dinonaktifkan secara sengaja untuk alasan operasional atau keamanan, terutama saat melintasi ruang udara yang sensitif.
Namun, kombinasi antara aktivasi kode darurat 7700 yang diikuti dengan hilangnya sinyal secara tiba-tiba memperkuat dugaan adanya insiden serius yang dialami awak pesawat.
Halaman 2 / 3
Belum ada laporan resmi mengenai temuan puing-puing, panggilan distres tambahan, maupun operasi penyelamatan maritim di wilayah tersebut. Pihak otoritas militer Amerika Serikat sejauh ini juga belum memberikan konfirmasi resmi terkait status terakhir pesawat maupun keselamatan para awak di dalamnya.
Kantor berita semi-pemerintah Iran, Fars, turut melaporkan hilangnya kontak dengan pesawat tersebut berdasarkan data Flightradar24. Hingga berita ini diturunkan, pihak Iran belum mengeluarkan pernyataan yang mengindikasikan keterlibatan mereka dalam situasi darurat yang dialami pesawat militer AS itu.
Belum terkonfirmasi
Pihak militer Amerika Serikat sendiri sejauh ini belum memberikan pernyataan resmi mengenai status terakhir pesawat tersebut.
Sebagai catatan, pada Maret lalu, militer AS kehilangan sebuah pesawat KC-135 akibat serangan di wilayah Irak bagian barat. Kelompok Perlawanan Islam di Irak, yang merupakan payung bagi faksi-faksi bersenjata pendukung Iran, mengeklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Berdasarkan laporan Reuters, kelompok itu mengeklaim telah menembak jatuh pesawat tersebut "sebagai upaya membela kedaulatan dan ruang udara negara."
Halaman 3 / 3
Mengenal KC-135 Stratotanker
KC-135 Stratotanker adalah pesawat militer yang didukung oleh empat mesin turbofan dan digunakan terutama untuk misi pengisian bahan bakar di udara. Pesawat ini memiliki dek kargo di atas sistem pengisian bahan bakar, yang memungkinkannya mengangkut penumpang sekaligus peralatan militer.
Selama lebih dari 60 tahun, pesawat ini menjadi bagian penting dari operasi Angkatan Udara AS. KC-135 memungkinkan jet tempur dan pesawat pembom untuk tetap berada di udara lebih lama serta menempuh jarak yang lebih jauh. Selain mendukung Angkatan Udara, pesawat ini juga melayani operasional Angkatan Laut, Korps Marinir AS, serta negara-negara sekutu.
Desain KC-135 berbasis pada rancangan Boeing 367-80, yang juga menjadi cikal bakal pengembangan pesawat penumpang komersial Boeing 707. Saat ini, ratusan unit KC-135 masih beroperasi di bawah Angkatan Udara AS, Garda Nasional Udara, dan Cadangan Angkatan Udara.
Selain misi pengisian bahan bakar, KC-135 juga mampu menjalankan misi evakuasi medis udara untuk mengangkut pasien sakit atau cedera menggunakan peralatan medis khusus. Dalam konfigurasi tertentu, pesawat ini sanggup mengangkut beban kargo hingga sekitar 37.600 kilogram atau membawa puluhan penumpang dalam satu kali penerbangan.
Berita Terkait
Swiss Tolak Wilayah Udaranya Dilintasi untuk Serang Iran
Internasional - 15 March 2026, 05:06
AS Rilis Video Insiden Drone, Sebut Rusia Bohong
Amerika - 17 March 2023, 08:24
Penumpang Pesawat AS Capai Rekor Tertinggi Sejak 2019
Amerika - 29 November 2022, 07:59
AS Berupaya Pulihkan Pesawat Tempur yang Jatuh ke Laut China Selatan
Amerika - 26 January 2022, 15:25
Pesawat Ruang Angkasa Mendarat Setelah 780 Hari Mengorbit
Sains Teknologi - 28 October 2019, 07:03