0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Kapal Perang USS Higgins Spesial

    Kapal Perang USS Higgins Amerika Ngadat Berjam-jam di Indo-Pasifik, Penyebab Masih Misteri - sindonews

    3 min read

     

    Kapal Perang USS Higgins Amerika Ngadat Berjam-jam di Indo-Pasifik, Penyebab Masih Misteri


    USS Higgins, kapal perang Amerika Serikat yang ngadat berjam-jam di perairan Indo-Pasifik. Foto/Cpl. Kira Ducato/US Marine Corps
    JAKARTA - Sebuah kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) kehilangan daya dan tenaga penggerak selama beberapa jam di perairan Indo-Pasifik. Angkatan Laut AS menyebut insiden pada Selasa itu sebagai "kerusakan teknik" pada sistem kelistrikannya.

    Kapal perang yang ngadat itu adalah USS Higgins—kapal perusak rudal berpemandu. Seorang analis Angkatan Laut mengatakan kepada CNN, Sabtu (2/5/2026), bahwa USS Higgins dan sekitar 300 awaknya "tidak berdaya" di perairan.

    Baca Juga: Kapal Induk Terbesar AS Gerald R Ford Mundur dari Perang Iran

    Angkatan Laut AS mengeklaim tidak ada cedera di antara mereka yang berada di kapal. "USS Higgins mengalami kehilangan daya di seluruh kapal," kata Komandan Matthew Comer, juru bicara Armada ke-7 AS, dalam sebuah pernyataan.

    "Laporan awal menunjukkan kerusakan listrik, yang mungkin menghasilkan percikan api atau asap yang berhenti setelah daya dimatikan," lanjut Comer.

    Menurut Comer, daya dan tenaga penggerak telah dipulihkan di atas kapal perusak kelas Arleigh Burke tersebut.

    Namun, seorang pejabat pertahanan mengatakan kepada CNN bahwa pemadaman listrik dan propulsi berlangsung selama beberapa jam.

    Itu adalah waktu yang cukup lama bagi kapal untuk kehilangan kemampuan mengendalikan pergerakannya di laut, dengan radar yang dioperasikan secara elektrik dan pertahanan tempur yang tidak berfungsi.

    “Kapal itu tidak berdaya, buta secara elektronik dan tidak bergerak,” kata Carl Schuster, mantan kapten Angkatan Laut AS. Menurutnya, generator diesel darurat hanya akan memberi daya pada komunikasi dan pendingin udara.

    Pernyataan Angkatan Laut tidak menyebutkan di mana di wilayah tanggung jawab Komando Indo-Pasifik—yang membentang dari perairan lepas pantai barat AS hingga perbatasan barat India, dan dari Kutub Utara hingga Antartika—insiden itu terjadi.

    Pernyataan itu hanya menegaskan bahwa penyebab masalah tersebut sedang diselidiki.

    Kapal perusak kelas Arleigh Burke seperti USS Higgins adalah andalan armada permukaan Angkatan Laut AS, dengan lebih dari 70 unit yang beroperasi.

    USS Higgins, yang ditugaskan pada tahun 1999, membawa sekitar 300 awak dan bermarkas di Yokosuka, Jepang.

    Dengan panjang 505 kaki dan bobot lebih dari 8.200 ton, kapal ini membawa sistem tempur Aegis dan memiliki tabung peluncur vertikal untuk berbagai rudal, termasuk rudal serang darat Tomahawk.

    Masalah sebelumnya dialami kapal Angkatan Laut AS lainnya, yakni kapal induk USS Gerald R. Ford. Kapal ini mengalami kebakaran di area pencucian pada 12 Maret lalu.

    Militer AS mengatakan insiden itu tidak terkait dengan pertempuran melawan Iran. Dua pelaut menerima perawatan medis untuk cedera yang tidak mengancam jiwa dan dalam kondisi stabil. Saat ini, kapal induk terbesar AS itu sedang ditarik pulang dari Timur Tengah setelah dikerahkan selama 309 hari.
    (mas)
    Komentar
    Additional JS