Israel Siap-siap Kerahkan Semua Jet Tempur ke Iran, Dipimpin Bos Baru - Kompas
Israel Siap-siap Kerahkan Semua Jet Tempur ke Iran, Dipimpin Bos Baru
TEL AVIV, KOMPAS.com – Israel menyatakan siap mengerahkan seluruh armada jet tempur menuju Iran jika situasi mengharuskan.
Hal tersebut disampaikan Panglima Angkatan Udara Israel yang baru, Mayor Jenderal Omer Tischler, dalam upacara serah terima jabatan pada Selasa (5/5/2026).
"Kami memantau dengan saksama perkembangan di Iran dan bersiap untuk mengerahkan seluruh angkatan udara ke arah timur jika diperlukan," ujar Tischler, sebagaimana dilansir AFP.
Baca juga: PBB Tekan Israel Bebaskan 2 Aktivis Global Sumud Flotilla
Dia menambahkan bahwa di bawah kepemimpinannya, angkatan udara akan terus beroperasi dengan penuh ketegasan dan tanggung jawab.
Hari ke-67 Perang AS–Israel vs Iran: UEA Mengaku Diserang, Iran Tolak Semua Tuduhan
"Angkatan udara akan terus bertindak dengan determinasi, kekuatan, dan tanggung jawab terhadap ancaman di setiap arena, pada setiap tahap, dan terhadap setiap musuh," paparnya.
Omer Tischler merupakan perwira karier kelahiran Israel utara tahun 1975.
Baca juga: Serangan AS-Israel Tak Cukup Tangguh, Fasilitas Nuklir Iran Masih Bertahan
Dia merintis kariernya di militer sebagai pilot tempur sebelum akhirnya menanjak melalui berbagai posisi komando hingga dipercaya memimpin angkatan udara.
Sejak 7 Oktober 2023, Angkatan Udara Israel tercatat telah melakukan kampanye udara yang ekstensif dan berkelanjutan di berbagai lini, terutama di Gaza, Lebanon, hingga Iran.
Dalam upacara yang sama, Kepala Staf Militer Israel Letnan Jenderal Eyal Zamir menyatakan bahwa militer tetap dalam kondisi waspada tinggi.
"Militer siap merespons dengan kekuatan terhadap setiap upaya yang bertujuan membahayakan Israel," kata Zamir.
Baca juga: Israel-Hizbullah Baku Tembak Lagi, Tempur di 20 Titik
Konflik Timur Tengah

Lihat Foto
Pernyataan keras ini muncul di tengah suasana gencatan senjata yang rapuh di Timur Tengah.
Konflik Timur Tengah sendiri dimulai dari serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran pada 28 Februari.
Iran membalas serangan dan menutup Selat Hormuz.
Skala konflik makin melebar setelah Israel menyerang Lebanon melalui darat dan bertempur dengan Hizbullah.
Hingga kini, konflik masih menggantung meski AS dan Iran menyepakati gencatan senjata.
Sebaliknya, Israel dan Lebanon juga menyepakati gencatan senjata, meski masih bertempur dengan Hizbullah di lapangan.
Baca juga: Bantu IRGC, Pasukan Iran Ini Makin Kuat Pukul AS-Israel
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Wujud Peta Kekuasaan Baru Iran di Selat Hormuz, Meluas hingga Perairan UEA