0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Idul Adha Israel Konflik Timur Tengah Lebanon Spesial Zionis

    Israel Bombardir Lebanon saat Iduladha, Hizbullah Bentrok dengan Tentara Zionis - SindoNews

    12 min read

     

    Israel Bombardir Lebanon saat Iduladha, Hizbullah Bentrok dengan Tentara Zionis


    Makin mudah baca berita nasional dan internasional.


    Kamis, 28 Mei 2026 - 09:29 WIB

    Israel bombardir kota Tyre, Lebanon, saat perayaan Iduladha, hari Rabu. Sementara itu, Hizbullah bentrok dengan tentara Zionis Israel. Foto/Kawnat Haju/Al-Monitor

    A A A

    BEIRUT - Israel telah melancarkan serangan udara besar-besaran di Lebanon, termasuk di kota Tyre, sejak hari Rabu atau saat peryaaan Iduladha. Sementara itu, kelompok Hizbullah mengatakan para milisinya bentrok dengan tentara Zionis Israel di luar "garis kuning" yang ditetapkan Israel di selatan meskipun ada gencatan senjata.

    Israel pada pekan lalu berjanji akan memperluas operasi darat di Lebanon, sebuah langkah yang dilakukan menjelang perundingan hari Jumat antara delegasi militer Lebanon dan Israel di Pentagon. Putaran baru negosiasi ini bertujuan untuk mengakhiri permusuhan.

    Baca Juga: Dalam Sehari, Israel Ancam Warga 50 Kota di Lebanon untuk Pergi

    Saat banyak warga Lebanon mencoba merayakan Iduladha, National News Agency (NNA) yang dikelola negara Lebanon melaporkan serangan Israel di selatan negara itu dan di lembah Bekaa timur. Militer Zionis Israel berdalih bahwa mereka menyerang situs infrastruktur Hizbullah di kedua wilayah tersebut.

    Militer Zionis mengeluarkan peringatan evakuasi untuk kota Nabatieh di selatan untuk hari kedua berturut-turut, dan peringatan lain untuk sebagian besar kota pesisir Tyre dan daerah sekitarnya.

    NNA dan seorang koresponden AFP di Tyre melaporkan serangan militer Zionis menghantam pinggiran kota, sementara Angkatan Darat Israel mengeklaim mereka menyerang pusat komando Hizbullah di daerah tersebut.

    Sebelumnya, koresponden tersebut melaporkan bahwa penduduk dari daerah yang terancam telah berkumpul di bagian kota yang tidak tercakup dalam peringatan evakuasi.

    Namun, pihak berwenang Lebanon memperingatkan bahwa tempat penampungan sudah penuh dan mendesak orang-orang untuk menuju Beirut sebagai gantinya.

    Hizbullah mengatakan para milisinya bentrok dengan pasukan Israel di luar "garis kuning" yang dinyatakan Israel di Lebanon selatan pada hari Rabu meskipun ada gencatan senjata. Israel secara sepihak telah mengakhiri gencatan senjata tersebut.

    Menurut Hizbullah, pasukannya bentrok dengan tentara musuh dari jarak dekat di kota Zawtar al-Sharqiyah, tepat di luar "garis kuning" yang dinyatakan Israel di Lebanon selatan tempat pasukan Zionis beroperasi.

    Sejak Selasa pagi, Hizbullah mengatakan pasukannya telah menghadapi tentara Israel yang berusaha memasuki kota tersebut, yang secara strategis penting karena kedekatannya dengan kota besar selatan Nabatieh, hanya enam kilometer (empat mil) jauhnya.

    Pergerakan pasukan Israel terjadi setelah seorang pejabat militer Zionis mengatakan pada hari Selasa bahwa tentara telah mulai beroperasi di luar "garis kuning", yang membentang sekitar 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.

    Juga pada hari Selasa, Israel meningkatkan serangan di Lebanon selatan dan timur, mengeluarkan peringatan evakuasi untuk setidaknya 50 kota dan desa dan menewaskan sedikitnya 31 orang.

    Angkatan Darat Lebanon mengatakan bahwa salah satu tentaranya termasuk di antara yang tewas di wilayah timur.

    Di lokasi salah satu serangan di Burj al-Shemali, Lebanon selatan, seorang koresponden AFP melihat para penyelamat membersihkan puing-puing dan membawa kantong mayat putih dari reruntuhan, yang dipenuhi barang-barang termasuk karpet dan bantal.

    NNA, mengutip wali kota setempat, melaporkan bahwa 15 orang tewas di sana.

    Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Selasa bahwa militer Zionis memperkuat zona penyangga keamanan untuk melindungi masyarakat di Israel utara.

    Setelah Hizbullah menyeret Lebanon ke dalam perang Timur Tengah dengan serangan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, Israel telah berulang kali menyerang lembah Bekaa timur Lebanon dan memperingatkan penduduk untuk mengungsi.

    Namun dalam beberapa hari terakhir, serangan di sana semakin intensif, termasuk fokus pada kota Mashghara di Bekaa Barat, tempat ratusan pengungsi berlindung dan yang kini sebagian besar telah kosong.

    Wali kota setempat, Iskandar Barakeh, mengatakan kepada AFP bahwa dia khawatir wilayah Bekaa Barat menjadi tempat konfrontasi belakang antara Israel dan Hizbullah.

    Bekaa Barat menghubungkan Lebanon selatan dengan benteng Hizbullah di Bekaa utara dan merupakan jalur pasokan utama bagi kelompok tersebut.

    Pakar militer Lebanon, Hassan Jouni, mengatakan kepada AFP, "Bekaa Barat adalah koridor penting bagi anggota Hizbullah jika mereka ingin bergerak antara Bekaa dan selatan dan dapat menjadi fokus serangan Israel selanjutnya."

    "Operasi Israel mungkin akan segera meluas untuk menargetkan Bekaa utara secara intensif atau bahkan pinggiran selatan Beirut," ujarnya, menambahkan bahwa kedua daerah itu selama ini relatif terhindar dari serangan sejak gencatan senjata disepakati.

    (mas)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

      Rekomendasi

      Infografis

      15 Negara dengan Militer...

      15 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2025, Indonesia Ungguli Israel

      Terpopuler

      1

      2

      3

      4

      5

      Berita Terkini

      AS Tegaskan Lebih dari...

      Negara NATO Ini Kehabisan...

      China dan Tibet Kembali...

      PBB Tegaskan 100% Gaza...

      Menhan AS Tegaskan Tak...

      Trump Menuju Ruang Situasi...

      Komentar
      Additional JS