0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Gedung Putih Iran Spesial Tragedi Minab

    Iran Singgung Tragedi Minab dalam Ucapan Selamat Lahiran ke Jubir Gedung Putih - Liputan6

    2 min read

     

    Iran Singgung Tragedi Minab dalam Ucapan Selamat Lahiran ke Jubir Gedung Putih

    Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt bersama bayinya yang disapa Vivi. (Dok. X/@karolineleavitt)

    Liputan6.com, Yerevan - Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Yerevan, Armenia, pada Sabtu (9/5/2026) mengucapkan selamat kepada Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt atas kelahiran putrinya sekaligus mengingatkannya untuk memikirkan para ibu yang kehilangan anaknya dalam serangan Minab.

    "Selamat untuk Anda. Anak-anak itu polos dan menggemaskan. Ke-168 anak yang dibunuh oleh atasan Anda di sekolah di Minab—dan yang tindakannya Anda benarkan—juga adalah anak-anak. Saat Anda mencium bayi Anda, ingatlah para ibu dari anak-anak tersebut," tulis Kedubes Iran di platform media sosial X.

    Tulisan itu membalas unggahan Leavitt pada 7 Mei, "Pada 1 Mei, Viviana atau yang kami panggil 'Vivi' hadir melengkapi keluarga kami, dan hati kami langsung dipenuhi luapan cinta. Ia lahir dengan sempurna dan sehat, dan kakak laki-lakinya pun dengan gembira mulai menyesuaikan diri dengan kehadiran adik bayinya. Kami menikmati setiap momen indah dalam kebahagiaan menyambut anggota keluarga baru ini. Terima kasih kepada semua orang yang telah mengirimkan doa selama masa kehamilan saya — saya benar-benar merasakan dukungan itu sepanjang perjalanan ini. Tuhan sungguh baik."

    Serangan Minab terjadi pada 28 Februari 2026 di SD khusus perempuan Shajareh Tayyebeh, Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan, ketika militer Amerika Serikat (AS) meluncurkan serangan rudal jelajah Tomahawk pada hari pertama operasi militer gabungannya bersama Israel. Hantaman langsung rudal AS tersebut menghancurkan seluruh gedung sekolah hingga runtuh dan menewaskan 168 orang, termasuk guru dan staf sekolah.

    Pada awal Maret, Leavitt membela posisi AS dan mengatakan bahwa AS tidak menargetkan warga sipil.

    "Departemen Perang sedang menyelidiki masalah ini," kata Leavitt saat itu. "Dan saya ingin menegaskan dengan sangat jelas bahwa AS tidak menargetkan warga sipil, berbeda dengan rezim Iran yang menyimpang, yang menargetkan warga sipil, membunuh anak-anak, telah menewaskan ribuan rakyatnya sendiri dalam beberapa pekan terakhir, serta sangat efektif menggunakan propaganda. Dan sayangnya, banyak orang di ruangan ini telah termakan propaganda tersebut."

    Presiden AS Donald Trump, pada awalnya bahkan sempat menyatakan bahwa Iran sendiri mungkin bertanggung jawab atas tragedi ini.

    Komentar
    Additional JS