0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Filipina Idul Adha Kasus Spesial

    Idul Adha Berdarah di Filipina: Penembakan di dalam Masjid Tewaskan 2 Orang - Tribunnews

    7 min read

     

    Idul Adha Berdarah di Filipina: Penembakan di dalam Masjid Tewaskan 2 Orang

    Dokumen Kepolisian Kota Labangan, Zamboanga del Sur, Filipina A-A+ PENEMbAKAN IDUL ADHA - Penembakan Malam Idul Adha di masjid yang berlokasi di Purok Malipayon, Barangay Upper Sang-an, Kota Labangan, Zamboanga del Sur, Filipina pada Selasa (26/5/2026) malam. 
    Ringkasan Berita:
    • Terjadi penembakan brutal di sebuah masjid di Kota LabanganFilipina, pada Selasa (26/5/2026) malam saat para jemaah tengah menjalankan ibadah Maghrib jelang perayaaan Idul Adha
    • Dua korban pria, masing-masing berusia 41 dan 65 tahun, tewas dalam serangan tersebut
    • Empat orang pelaku tak dikenal melakukan aksinya lalu melarikan diri menggunakan mobil Toyota Vios berwarna hitam ke arah kota Tukuran.
    • Kepolisian Zamboanga del Sur telah meluncurkan operasi pengejaran intensif bagi para buron

    TRIBUNNEWS.COM - Suasana khusyuk menyambut Hari Raya Idul Adha dengan seruan takbir berubah menjadi situasi penuh duka mendalam di Filipina.

    Hal ini terjadi setelah insiden penembakan brutal di dalam masjid yang berlokasi di Purok Malipayon, Barangay Upper Sang-an, Kota LabanganZamboanga del Sur, pada Selasa (26/5/2026) malam.

    Kepolisian setempat mengonfirmasi bahwa dua orang pria tewas dalam peristiwa tersebut.

    Korban diidentifikasi sebagai seorang pengusaha berusia 41 tahun dan seorang warga berusia 65 tahun.

    Kedua korban merupakan penduduk asli kota Labangan.

    Berdasarkan hasil investigasi awal, korban berusia 41 tahun mengalami satu luka tembak di bagian punggung.

    Sementara itu, korban berusia 65 tahun menderita tujuh luka tembak di sekujur bagian tubuhnya. 

    Meski sempat dilarikan ke rumah sakit di Kota Pagadian, tim medis menyatakan keduanya telah meninggal dunia setibanya di sana.

    Melansir dari Daily Inquirer, Kepala Kepolisian Labangan, Mayor Marlon Mangan-nay, menjelaskan bahwa penembakan terjadi sekitar pukul 19.18 waktu setempat.

    Baca juga: Krisis Idul Adha di Gaza: Harga Kurban Domba Capai Rp 94 Juta per Ekor

    Saat itu, para korban sedang menunaikan ibadah salat di dalam masjid sebelum akhirnya empat pelaku tak dikenal merangsek masuk dan melepaskan tembakan menggunakan senjata api laras pendek serta laras panjang.

    Setelah melakukan aksinya, para pelaku langsung melarikan diri dengan menumpangi mobil Toyota Vios berwarna hitam menuju arah kota Tukuran.

    Pihak kepolisian yang tiba di lokasi kejadian segera mengamankan barang bukti berupa selongsong peluru dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

    Saat ini, pihak berwenang telah meluncurkan operasi pengejaran intensif dengan berkoordinasi bersama kantor kepolisian wilayah sekitar untuk memburu para pelaku yang masih buron.

    Masyarakat pun diimbau untuk segera melapor kepada kantor polisi terdekat apabila memiliki informasi yang dapat membantu mempercepat penyelesaian kasus ini.

    Direktur Kepolisian Zamboanga del Sur, Kolonel Bonifacio Aranas Jr., menyatakan pihaknya mengutuk keras serangan tersebut.

    Ia menyebut peristiwa ini sebagai sebuah tindakan kekerasan yang tidak masuk akal.

    Aranas memastikan bahwa operasi intensif terus dilakukan untuk membawa para pelaku ke meja hijau serta menjaga keamanan di lingkungan masyarakat.

    Catatan Kasus Serupa

    HINGGA HALAMAN - Meski sempat diguyur hujan sejak malam hingga pagi, Jemaah memadati Masjid Nasional Al Akbar Surabaya hingga area halaman depan dan samping saat pelaksanaan Salat Idul Adha 2026, Rabu (27/5/2026). Untuk tahun ini jemaah perempuan berada di posisi utara hingga halaman serta lantai atas dan imam salat dipimpin  KH. Abdul Hamid Abdullah ( Imam Besar MAS) sedangkan Khotib Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar (Ketua Umum MUI Jawa Timur) dengan tema Belajar dari Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk Membina Generasi Unggul, SURYA/HABIBUR ROHMAN
    HINGGA HALAMAN - Meski sempat diguyur hujan sejak malam hingga pagi, Jemaah memadati Masjid Nasional Al Akbar Surabaya hingga area halaman depan dan samping saat pelaksanaan Salat Idul Adha 2026, Rabu (27/5/2026). Untuk tahun ini jemaah perempuan berada di posisi utara hingga halaman serta lantai atas dan imam salat dipimpin  KH. Abdul Hamid Abdullah ( Imam Besar MAS) sedangkan Khotib Prof. Dr. KH. Abd. Halim Soebahar (Ketua Umum MUI Jawa Timur) dengan tema Belajar dari Keteladanan Nabi Ibrahim dan Ismail untuk Membina Generasi Unggul, SURYA/HABIBUR ROHMAN (Surya/Habibur Rohman)

    Insiden penyerangan di dalam rumah ibadah ini bukan kali pertama terjadi di Zamboanga. 

    Pada tahun 2019 lalu, serangan serupa pernah mengguncang wilayah tersebut.

    Dalam peristiwa tahun 2019, setidaknya dua orang tewas dan empat lainnya terluka akibat serangan granat di sebuah masjid di Kota Zamboanga.

    Serangan terjadi pada dini hari, hanya beberapa hari setelah ledakan bom di katedral Katolik Roma di Pulau Jolo.

    Juru bicara militer regional kala itu, Letnan Kolonel Gerry Besana, menyatakan, bahwa sebuah granat dilemparkan ke dalam masjid yang menewaskan dua orang dan melukai empat lainnya.

    Juru bicara Presiden Rodrigo Duterte kala itu, Salvador Panelo, menyebut para pelaku melakukan aksinya sebagau wujud untuk menantang pemerintah dalam menangani situasi perdamaian dan ketertiban di Mindanao.

    "Terorisme sekali lagi menunjukkan wajahnya yang barbar dan buruk" ungkap Panelo kala itu.

    Para korban saat itu dilaporkan sedang tidur di dalam masjid ketika serangan terjadi, yang memicu kecaman keras dari berbagai pihak.

    Anggota Dewan Ulama Semenanjung Zamboanga, Mujiv Hataman pun mengecam serangan kala itu

    "Tidak ada pengampunan bagi aksi pembunuhan sekeji ini. Menyerang orang yang sedang berdoa adalah tindakan pengecut yang paling hina," ujar Mujiv Hataman kala itu.

    SITA SENJATA API - Polda DIY mengamankan sejumlah senjata api di rumah seorang satpam di Sleman. Senjata itu diduga akan diselundupkan ke KKB Papua.
    ILUSTRASI SENJATA API - Ilustrasi senjata api menggunakan dokumen dari Polda DIY yang mengamankan sejumlah senjata api di rumah seorang satpam di Sleman. (TribunJogja.com/Ahmad Syarifudin)

    (Tribunnews.com/Bobby)

    Komentar
    Additional JS