Hasil Tes Kesehatan Trump: Jantung 14 Tahun Lebih Muda-Berat Badan Naik - detik
Hasil Tes Kesehatan Trump: Jantung 14 Tahun Lebih Muda-Berat Badan Naik
Jakarta -
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh di Walter Reed National Military Medical Center. Hasil pemeriksaan yang dirilis Gedung Putih menunjukkan Trump berada dalam kondisi sehat dan dinilai mampu menjalankan tugas kenegaraan secara penuh.
Dokter Gedung Putih, Dr Sean Barbabella, menyatakan fungsi organ vital Trump masih bekerja dengan sangat baik meski usianya tidak lagi muda.
Pemeriksaan mencakup fungsi jantung, paru-paru, saraf, hingga kondisi fisik secara keseluruhan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden Trump tetap dalam kondisi kesehatan yang sangat baik, menunjukkan fungsi jantung, paru-paru, neurologis, dan fisik secara keseluruhan yang kuat," tulisnya dalam surat resmi Gedung Putih, dikutip dari CNN, Sabtu (30/5/2026).
"Kinerja kognitif dan fisik sangat baik. Ia sepenuhnya layak untuk menjalankan semua tugas Panglima Tertinggi dan Kepala Negara," sambung dia.
Salah satu temuan menarik dalam pemeriksaan tersebut berasal dari analisis elektrokardiogram (EKG) berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Hasilnya menunjukkan usia jantung Trump jauh lebih muda dibanding usia biologisnya.
"Sekitar 14 tahun lebih muda dari usia kronologisnya," ungkap laporan tersebut.
Selain pemeriksaan fisik, Trump juga menjalani Tes Penilaian Kognitif Montreal yang digunakan untuk menyaring risiko demensia dini. Dalam tes itu, ia meraih skor sempurna, yakni 30 dari 30.
Berat Badan Naik dan Kaki Sempat Membengkak
Meski dinyatakan sehat, tim medis menemukan adanya peningkatan berat badan pada Trump.
Data pemeriksaan menunjukkan berat badannya pada April 2025 berada di angka 101,6 kilogram. Dalam pemeriksaan terbaru, berat badan Trump tercatat naik menjadi 107,9 kilogram.
Menyikapi kondisi tersebut, Dr Barbabella memberikan panduan kesehatan yang mencakup pengaturan pola makan, peningkatan aktivitas fisik, serta upaya penurunan berat badan.
Tim medis juga menyoroti pembengkakan ringan pada kaki Trump. Gedung Putih menjelaskan kondisi itu dipicu insufisiensi vena kronis, yaitu gangguan pada katup pembuluh darah yang menyebabkan darah berkumpul di area kaki.
"Terdapat sedikit pembengkakan pada kaki bagian bawah, dengan perbaikan dibandingkan tahun lalu," tulis dokter kepresidenan.
Aspirin Jadi Penyebab Memar di Tangan
Selain masalah berat badan dan pembengkakan kaki, dokter juga mencermati kebiasaan Trump mengonsumsi aspirin dosis tinggi.
Trump diketahui mengonsumsi aspirin sebanyak 325 miligram per hari. Jumlah itu jauh di atas dosis pencegahan yang umumnya direkomendasikan dokter, yakni 81 miligram per hari.
Menurut tim medis, penggunaan aspirin dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko perdarahan ringan yang memicu munculnya memar pada tangan.
Trump mengaku tetap mengonsumsi dosis tersebut karena ingin menjaga aliran darah ke jantung tetap lancar.
"Mereka lebih suka saya mengonsumsi dosis yang lebih kecil. Saya mengonsumsi dosis yang lebih besar, tetapi saya telah melakukannya selama bertahun-tahun, dan yang terjadi adalah, itu menyebabkan memar," kata Trump kepada Wall Street Journal.
Artikel ini telah tayang di detikHealth. Baca selengkapnya di sini.
(sao/sud)