Gencatan Senjata Berakhir, Rusia Langsung Serang Ukraina Besar-Besaran - Kompas
Gencatan Senjata Berakhir, Rusia Langsung Serang Ukraina Besar-besaran
KYIV, KOMPAS.com – Rusia langsung melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Ukraina pada Kamis (14/5/2026) dini hari setelah berakhirnya gencatan senjata singkat selama tiga hari.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengungkapkan, serangan skala masif dari ini melibatkan ratusan drone dan puluhan rudal.
"Semalam, Rusia meluncurkan lebih dari 670 drone penyerang dan 56 rudal ke Ukraina," tulis Zelensky dalam sebuah unggahan di media sosial.
Baca juga: Putin Sebut Perang Ukraina Akan Berakhir, tapi Belum Ada Rencana Konkret
Menurut Zelensky, intensitas serangan ini menunjukkan bahwa Moskwa tidak memiliki niat untuk berdamai dalam waktu dekat, sebagaimana dilansir France24.
Kapal Rusia Tenggelam Misterius di Laut Mediterania, Diduga Bawa Nuklir ke Korut
"Ini jelas bukan tindakan dari mereka yang percaya bahwa perang akan segera berakhir. Sangat penting bagi para mitra untuk tidak tinggal diam melihat serangan ini," tambah Zelensky.
Ibu kota Ukraina, Kyiv, menjadi salah satu target utama dalam serangan dini hari tersebut.
Jurnalis AFP melapor mendengar ledakan keras serta terlihatnya aktivitas intensif dari sistem pertahanan udara Ukraina untuk menghalau gempuran.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko memperingatkan warga melalui saluran Telegram mengenai situasi darurat ini.
Baca juga: Putin Beri Sinyal Perang Rusia-Ukraina Akan Segera Berakhir
"Musuh menyerang Kyiv dengan drone dan rudal balistik," tulis Klitschko, sembari menambahkan bahwa ibu kota berada di bawah serangan musuh yang berat.
Serangan masif ini juga dilaporkan menghantam enam distrik di ibu kota serta enam distrik lainnya di wilayah sekitar Kyiv.
Klitschko merinci, serangan tersebut merusak setidaknya satu bangunan tempat tinggal dan memicu kebakaran pada sebuah mobil di area parkir.
Baca juga: Zelensky Serukan Penguatan di Front Timur setelah Kemajuan Rusia
Selain itu, puing-puing roket dilaporkan jatuh menimpa sebuah bangunan.
Kepala Administrasi Militer Kyiv Tymur Tkachenko menyatakan bahwa satu orang tewas dan 16 lainnya terluka akibat rentetan serangan di dalam kota.
Namun, data terbaru dari Layanan Darurat Negara Ukraina menyebutkan bahwa total korban luka di seluruh wilayah Kyiv telah mencapai sedikitnya 31 orang, termasuk seorang anak-anak.
Baca juga: Trump Sebut Rusia-Ukraina Sepakat Gencatan Senjata 3 Hari, Ada Pertukaran 1.000 Tahanan
Berakhirnya gencatan senjata
Jual-beli serangan antara Moskwa dan Kyiv kembali membara setelah Rusia mengakhiri masa gencatan senjata tiga hari dengan Ukraina pada Selasa (12/5/2026) pekan ini.
Jeda pertempuran tersebut sebelumnya diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pekan lalu.
Pengumuman itu juga disampaikan beberapa jam sebelum Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin parade militer terbatas di Lapangan Merah untuk memperingati hari kemenangan Perang Dunia II.
Baca juga: Jepang Tembakkan Rudal di Laut China Selatan, Beijing Langsung Meradang
Di tengah eskalasi yang kembali memuncak, Zelensky mendesak Trump untuk membahas upaya penghentian konflik ini dalam pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping.
Meskipun Rusia telah menggempur kota-kota Ukraina selama lebih dari empat tahun, negara tersebut biasanya meluncurkan serangan drone dan rudal skala besar pada malam hari.
Sebelum serangan terbaru pada Kamis ini, Rusia juga melancarkan serangan hebat pada Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Rusia-Ukraina Gencatan Senjata Sendiri-sendiri, Beda Tanggal
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
Rusia Perluas Pabrik Drone Shahed, Kerja Sama Militer dengan Iran Makin Eksplisit