0
Mensinkronisasi logo dan berita terbaru...
    Home Berita Featured Konflik Rusia Ukraina Nuklir Rusia Spesial Ukraina

    Dibombardir Ukraina, Rusia Langsung Gelar Latihan Nuklir 3 Hari - Kompas

    5 min read

     

    Dibombardir Ukraina, Rusia Langsung Gelar Latihan Nuklir 3 Hari



    MOSKWA, KOMPAS.com - Militer Rusia menggelar latihan senjata nuklir selama tiga hari yang melibatkan ribuan pasukan di seluruh negeri, Selasa (19/5/2026).

    Latihan ini berlangsung di tengah lonjakan serangan pesawat tanpa awak (drone) dari Ukraina yang berhasil menembus wilayah ibu kota, serta bertepatan dengan agenda kunjungan kenegaraan Presiden Vladimir Putin ke China.

    Sepanjang lebih dari empat tahun perang di Ukraina, Moskwa telah memamerkan kepemilikan senjata nuklirnya dan berulang kali mengancam akan menggunakannya. 

    Latihan militer ini juga dilakukan beberapa bulan setelah pakta senjata nuklir terakhir (New START) antara Rusia-AS berakhir, dan di tengah serangkaian komentar baru dari Putin yang memuji kehebatan kekuatan atom Moskwa.

    Marinir Amerika Serikat Cegat Kapal Tanker Iran di Teluk Oman

    "Mulai 19 hingga 21 Mei 2026, Angkatan Bersenjata Federasi Rusia sedang melakukan latihan tentang persiapan dan penggunaan kekuatan nuklir jika terjadi ancaman agresi," kata Kementerian Pertahanan Rusia, dikutip dari AFP

    Baca juga: Usai Luncurkan 550 Drone ke Rusia, Ukraina Bersumpah Bertempur Tanpa Henti

    Libatkan 65.000 pasukan

    Berakhirnya perjanjian New START dengan Washington pada Februari secara resmi membebaskan dua kekuatan nuklir terbesar di dunia dari sejumlah pembatasan.

    Latihan tersebut akan melibatkan lebih dari 65.000 pasukan dan 7.800 jenis peralatan dan senjata, termasuk lebih dari 200 peluncur rudal. 

    Pesawat terbang, kapal, kapal selam konvensional, dan kapal selam nuklir juga akan ikut serta dalam latihan tersebut.

    Baca juga: Ukraina Gempur Rusia, Luncurkan 550 Drone Sekaligus

    Kementerian tersebut mengatakan, mereka juga akan melakukan uji peluncuran rudal balistik dan rudal jelajah.

    "Latihan ini juga akan membahas isu-isu terkait pelatihan bersama dan penggunaan senjata nuklir yang ditempatkan di wilayah Republik Belarus," tambah kementerian tersebut. 

    Rusia telah mengerahkan rudal berkemampuan nuklir, Oreshnik, ke sekutunya Belarus, yang berbatasan dengan NATO.

    Moskwa mengumumkan dimulainya latihan militer beberapa jam sebelum Putin dijadwalkan tiba di China untuk kunjungan dua hari.

    Baca juga: Kisah Tentara Ukraina Kurus Kering di Garis Depan, 17 Hari Tanpa Kiriman Makanan

    Rusia dibombardir Ukraina

    Jet tempur Mikoyan MiG-31 membawa rudal penjelajah Kinzhal yang diklaim merupakan senjata hipersonik Rusia.

    Lihat Foto

    Sejak gencatan senjata tiga hari yang diinisasi oleh Presiden AS Donald Trump berakhir, Rusia dan Ukraina kembali saling serang.

    Ukraina bahkan melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Rusia pada Sabtu (16/5/2026) malam, dengan mengirim hampir 600 drone.

    Baca juga: Zelensky Serukan Penguatan di Front Timur setelah Kemajuan Rusia

    Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, sistem pertahanan udaranya menembak jatuh 556 drone, dengan 30 drone lainnya dinetralisir setelah fajar.

    Ini menjadi salah satu serangan udara terbesar Ukraina dalam konflik yang sedang berlangsung sejauh ini.

    Akibat serangan itu, tiga orang di wilayah Moskwa dan satu orang di wilayah Belgorod dilaporkan tewas.

    KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

    Mengapa Irak Bisa Jadi Lokasi Pangkalan Rahasia Israel dan Serangan ke UEA-Arab Saudi?

    Komentar
    Additional JS