Dakwaan AS terhadap Eks Presiden Raul Castro Picu Demo Rakyat Kuba - Beritasatu
Dakwaan AS terhadap Eks Presiden Raul Castro Picu Demo Rakyat Kuba
Havana, Beritasatu.com – Ribuan warga Kuba berkumpul di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Havana, Jumat (22/5/2026) waktu setempat, sebagai bentuk protes atas dakwaan pemerintah AS terhadap mantan Presiden Kuba, Raúl Castro, terkait insiden penembakan dua pesawat sipil pada 1996.
ADVERTISEMENT
Dalam kasus tersebut, Raúl Castro yang saat ini telah berusia 94 tahun didakwa atas tuduhan pembunuhan, konspirasi membunuh warga AS, dan penghancuran pesawat. Dakwaan itu berkaitan dengan insiden ketika jet tempur Kuba menembak jatuh dua pesawat sipil milik kelompok pengasingan Kuba, Brothers to the Rescue, di atas perairan internasional.
Baca Juga: Dari Revolusi Kuba ke Dakwaan AS, Siapa Sebenarnya Raul Castro?
ADVERTISEMENT
Mengutip laporan Anadolu Agency, Sabtu (23/5/2026) Aksi demonstrasi berlangsung di luar Kedutaan Besar AS di Havana dan disebut dihadiri lebih dari 200.000 orang. Salah satu tokoh yang hadir dalam aksi tersebut ialah Mariela Castro, anak perempuan Raúl Castro.
Dalam pidatonya, Mariela Castro menegaskan Kuba siap menghadapi tekanan dari pihak luar kapan pun diperlukan.
“Mereka mengatakan akan datang hari ini. Silakan datang. Kami menunggu di sini,” kata Mariela Castro sambil membantah tuduhan terhadap sang ayah, dikutip dari Antara.
Sementara itu, dalam pesan tertulis yang dibacakan anggota parlemen Kuba, Gerardo Hernandez, Raúl Castro menegaskan dirinya akan tetap berada di garis depan revolusi Kuba selama dirinya masih hidup.
Hernandez juga menyatakan tindakan Kuba terhadap kelompok Brothers to the Rescue merupakan langkah pertahanan sah terhadap pelanggaran wilayah udara negara tersebut.
Pemerintah Kuba disebut semakin khawatir terhadap kemungkinan operasi serupa terhadap Raúl Castro setelah dakwaan resmi diumumkan oleh otoritas AS.
Departemen Kehakiman AS sebelumnya mengumumkan dakwaan federal terhadap Raúl Castro pada Rabu (20/5/2026). Dakwaan itu berkaitan dengan insiden penembakan dua pesawat sipil pada 24 Februari 1996 yang menewaskan empat orang, termasuk tiga warga negara AS. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan Raúl Castro sekarang resmi masuk dalam daftar buronan AS.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu