0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Ancaman Iran Jika AS Nekat Terobos Selat Hormuz - detik

    5 min read

     

    Ancaman Iran Jika AS Nekat Terobos Selat Hormuz


    Jakarta -

    Iran memberikan ancaman terbaru kepada Amerika Serikat (AS) di tengah ketegangan konflik Timur Tengah yang belum ada ujungnya. Iran mengancam akan menyerang pasukan AS yang hendak masuk ke Selat Hormuz, karena selat tersebut dianggap wilayah di bawah kekuasaan Teheran.

    Iran diketahui sudah memblokade hampir semua pengiriman dari Teluk selain pengirimannya sendiri selama lebih dari dua bulan, menyebabkan harga minyak melonjak. Beberapa kapal mencoba melintasi selat tersebut dilaporkan ditembak, dan Iran menyita beberapa kapal lainnya. Bulan lalu, AS memberlakukan blokadenya sendiri terhadap kapal-kapal dari pelabuhan Iran.

    Akhir pekan lalu, Presiden Donald Trump mengatakan AS akan mulai membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz akibat perang AS-Israel melawan Iran. Hal ini disampaikannya setelah sebuah kapal tanker dilaporkan terkena proyektil tak dikenal di jalur air vital tersebut.

    Belum jelas negara mana yang akan dibantu oleh operasi AS itu atau bagaimana operasi tersebut akan berjalan. Trump hanya memberikan sedikit detail tentang rencana untuk membantu kapal-kapal dan awaknya yang telah "terjebak" di Selat Hormuz, dan kekurangan makanan serta persediaan lainnya.

    "Kami telah memberi tahu negara-negara ini bahwa kami akan memandu kapal-kapal mereka dengan aman keluar dari jalur air yang dibatasi ini, sehingga mereka dapat dengan bebas dan mampu melanjutkan bisnis mereka," kata Trump dalam sebuah unggahan di situs Truth Social miliknya pada hari Minggu (3/5) waktu setempat, dilansir kantor berita AFP, Senin (4/5).

    Menurut Organisasi Maritim Internasional, ratusan kapal dan sebanyak 20.000 pelaut tidak dapat melewati Selat Hormuz selama perang AS-Israel melawan Iran. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan akan mendukung upaya tersebut dengan 15.000 personel militer, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, serta kapal perang dan drone.

    "Dukungan kami untuk misi pertahanan ini sangat penting bagi keamanan regional dan ekonomi global karena kami juga mempertahankan blokade angkatan laut," kata Laksamana Brad Cooper, komandan CENTCOM, dalam sebuah pernyataan.

    Trump bersikeras serangan AS hancurkan total situs nuklir Iran. Ia menepis laporan intelijen yang menyebut dampaknya hanya bersifat sementara.Trump bersikeras serangan AS hancurkan total situs nuklir Iran. Ia menepis laporan intelijen yang menyebut dampaknya hanya bersifat sementara. (REUTERS/Dado Ruvic)

    Iran Ancam Serang Pasukan AS

    Militer Iran mengingatkan bahwa pasukan AS akan diserang jika mereka memasuki Selat Hormuz. Hal ini disampaikan pada hari Senin (4/5), setelah Trump mengumumkan Washington akan mulai mengawal kapal-kapal melintasi jalur air vital yang diblokir Iran tersebut.

    "Kami memperingatkan bahwa setiap pasukan bersenjata asing -- terutama militer AS yang agresif -- jika mereka bermaksud mendekati atau memasuki Selat Hormuz, akan menjadi sasaran dan diserang," kata Mayor Jenderal Ali Abdollahi dari komando pusat militer Iran, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh stasiun penyiaran pemerintah Iran, IRIB.

    "Kami telah berulang kali menyatakan bahwa keamanan Selat Hormuz berada di bawah kendali angkatan bersenjata Republik Islam Iran, dan dalam keadaan apa pun, setiap jalur aman harus dikoordinasikan dengan pasukan tersebut," tegasnya, dilansir kantor berita AFP, Senin (4/5).


    Macron Desak Buka Kembali Selat Hormuz

    Iran diketahui menetapkan deadline atau tenggat waktu satu bulan untuk menegosiasikan kesepakatan guna membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade laut AS, dan secara permanen mengakhiri perang baik yang berkecamuk di Iran maupun di Lebanon, markas kelompok Hizbullah.

    Laporan media AS Axios, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Senin (4/5), menyebutkan bahwa tenggat waktu satu bulan itu diusulkan Teheran dalam proposal revisi 14 poin berisi kerangka perjanjian yang diajukan kepada Washington pada Kamis (30/4) pekan lalu.

    Dua sumber yang diberi informasi tentang dokumen itu, seperti dikutip Axios, mengungkapkan bahwa proposal Iran menetapkan tenggat waktu satu bulan yang ketat untuk mengamankan kesepakatan, yang mencakup akses maritim, mengakhiri blokade angkatan laut AS, dan gencatan senjata yang langgeng di kedua front.

    Presiden Prancis Emmanuel Macron mendesak AS dan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz secara "terkoordinasi". Desakan ini dilontarkan Macron saat militer AS mengerahkan misi mengawal kapal-kapal keluar dari jalur perairan penting bagi pasokan minyak dan gas global tersebut.

    "Yang paling kami inginkan adalah pembukaan kembali secara terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan Iran -- itulah satu-satunya solusi untuk membuka kembali Selat Hormuz," cetus Macron saat berbicara dalam pertemuan para pemimpin Eropa di Armenia, seperti dilansir AFP, Senin (4/5).

    "Kami tidak akan ikut serta dalam operasi militer apa pun dalam kerangka kerja yang menurut saya tidak jelas," ucapnya.

    Prancis bersama Inggris telah memimpin upaya membentuk koalisi untuk membuka kembali Selat Hormuz setelah perdamaian terjamin.

    Saksikan Live DetikPagi :

    Simak juga Video Menlu AS: Selat Hormuz Adalah 'Senjata Nuklir Ekonomi' Iran

    (rfs/azh)

    Komentar
    Additional JS