0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Sempat Sesumbar Militer Iran Melemah, Kini AS Kaget Teheran Masih Punya Rudal Mematikan - Tribunnews

    10 min read

     

    Sempat Sesumbar Militer Iran Melemah, Kini AS Kaget Teheran Masih Punya Rudal Mematikan

    Amerika Serikat (AS) sempat sesumbar bahwa militer Iran kini sudah melemah. Namun, laporan intelijen terbaru membuat AS tercengang soal rudal Iran.

    Ringkasan Berita:
    • Data intelijen terbaru dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa Iran masih memiliki rudal mematikan meskipun telah digempur selama lima minggu.
    • Kabar ini membuat AS terkejut, sebab Presiden Donald Trump sempat sesumbar bahwa militer Iran kini sudah melemah.
    • Yang lebih mengkhawatirkan, rudal-rudal ini diprediksi punya jangkauan luas yang bisa menyasar wilayah Eropa hingga daratan Amerika Serikat.

    TRIBUNNEWS.COM - Beberapa waktu lalu, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sesumbar bahwa operasi militer terhadap Iran akan segera berakhir dengan kemenangan total.

    Trump sempat mengungkapkan bahwa militer Iran kini sudah melemah akibat serangan AS dan Israel selama lima minggu terakhir.

    Namun, data intelijen AS terbaru mengungkapkan hal yang sebaliknya.

    Menurut laporan CNNintelijen AS baru-baru ini mengungkapkan bahwa Iran masih memiliki "taring" berupa sistem rudal balistik yang siap meluncur kapan saja.

    Sumber internal menyebut Iran masih menyimpan stok rudal konvensional dalam jumlah besar.

    Yang lebih mengkhawatirkan, rudal-rudal ini diprediksi punya jangkauan luas yang bisa menyasar wilayah Eropa hingga daratan Amerika Serikat.

    "Mereka masih sangat siap untuk menimbulkan kekacauan besar di seluruh wilayah," kata salah satu sumber.

    Jumlah total yang diperkirakan oleh intelijen AS mungkin mencakup peluncur yang saat ini tidak dapat diakses, seperti yang terkubur di bawah tanah akibat serangan tetapi tidak hancur.

    Ribuan drone Iran masih ada — sekitar 50 persen dari kemampuan drone negara itu — menurut dua sumber yang mengutip informasi intelijen.

    Intelijen yang dikumpulkan dalam beberapa hari terakhir juga menunjukkan bahwa sebagian besar rudal jelajah pertahanan pantai Iran masih utuh, kata sumber tersebut, sesuai dengan keputusan AS yang tidak memfokuskan kampanye udaranya pada aset militer pantai meskipun mereka telah menyerang kapal.

    Rudal-rudal tersebut berfungsi sebagai kemampuan kunci yang memungkinkan Iran untuk mengancam lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

    Baca juga: 5 Populer Internasional: Surat Terbuka Presiden Iran - 10 Inti Pidato Donald Trump

    Informasi intelijen ini menunjukkan kemampuan Iran yang berkelanjutan dibandingkan dengan penilaian menyeluruh tentang kemenangan militer yang disampaikan secara terbuka oleh Trump dan para pejabat pemerintahan.

    Dalam pidatonya pada Rabu (1/4/2026) kemarin, Trump mengklaim bahwa kemampuan Iran untuk meluncurkan rudal dan drone telah dibatasi.

    "Pabrik senjata serta peluncur roket mereka dihancurkan berkeping-keping, hanya sedikit yang tersisa," ucap Trump dalam pidato tersebut.

    Selain peluncur rudal milik negara, Iran juga memiliki sejumlah besar rudal, menurut data intelijen.

    Dalam komentar publik, Pentagon menunjuk pada pengurangan jumlah total rudal yang diluncurkan oleh Iran, bukan pada jumlah rudal yang telah dihancurkan.

    Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth mengatakan dalam konferensi pers pada 19 Maret 2026 lalu bahwa serangan rudal balistik terhadap pasukan AS, turun 90 persen sejak awal konflik.

    "Begitu juga dengan UAV serangan satu arah, seperti drone kamikaze, turun 90 persen," terang Hegseth.

    Menanggapi pertanyaan untuk berita ini, juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan bahwa sumber anonim sangat ingin menyerang Trump.

    Mereka, kata Kelly, meremehkan kerja luar biasa militer AS dalam mencapai tujuan Operasi Epic Fury.

    Ancaman Iran Bukan Isapan Jempol

    Sebelumnya, Juru Bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Letkol Ebrahim Zolfaghari mengatakan bahwa penilaian AS tentang kekuatan militer Iran keliru.

    Baca juga: Jembatan Tertinggi di Iran Runtuh Dirudal AS, 8 Tewas dan Hampir 100 Orang Terluka

    Pernyataan Zolfaghari muncul setelah Trump memberikan pidato pertamanya soal perang Iran pada Rabu kemarin.

    Pihak militer Iran menegaskan bahwa klaim Washington hanyalah isapan jempol belaka.

    Mereka memperingatkan AS agar tidak terjebak dalam asumsi yang salah mengenai kemampuan pertahanan Teheran.

    "Jangan pernah berpikir Anda telah menghancurkan pusat produksi rudal strategis atau drone jarak jauh kami."

    "Asumsi seperti itu justru akan membuat situasi jauh lebih buruk bagi Anda," tegas Letkol Ebrahim Zolfaghari dalam pernyataan resminya, Kamis (2/4/2026), seperti yang diberitakan Anadolu.

    Menurut pihak Iran, fasilitas militer yang selama ini menjadi target serangan AS dan Israel hanyalah lokasi yang kurang signifikan.

    Teheran mengklaim memiliki pabrik senjata rahasia yang tidak akan pernah bisa dideteksi maupun dijangkau oleh intelijen Barat.

    Iran bersumpah tidak akan berhenti melakukan serangan balasan hingga lawan-lawan mereka menyerah kalah.

    "Setelah pukulan telak yang Anda terima, bersiaplah untuk aksi yang lebih kuat dan lebih merusak."

    "Perang ini akan berlanjut sampai musuh-musuh kami menyesal sepenuhnya," lanjut pernyataan tersebut.

    Sejauh ini, hujan rudal dan drone dari Iran telah menyasar berbagai titik di Israel, Yordania, Irak, hingga negara-negara Teluk.

    (Tribunnews.com/Whiesa)


    Komentar
    Additional JS