Pesawat American Airlines Mendarat Darurat di Philadelphia akibat Masalah Kemudi - Tribunnews
Pesawat American Airlines Mendarat Darurat di Philadelphia akibat Masalah Kemudi
Penerbangan American Eagle 5422 dialihkan ke Philadelphia akibat masalah mekanis pada sistem kemudi dan hidrolik.
Ringkasan Berita:
- Penerbangan American Eagle 5422 dialihkan ke Philadelphia akibat masalah mekanis pada sistem kemudi dan hidrolik.
- Pesawat mendarat dengan selamat tanpa korban luka di antara penumpang dan awak.
- Penumpang melanjutkan perjalanan dengan pesawat pengganti, tiba terlambat sekitar tujuh jam.
TRIBUNNEWS.COM - Sebuah penerbangan American Airlines yang melintasi Pantai Timur Amerika Serikat terpaksa melakukan pendaratan darurat di Philadelphia setelah kru mengalami “masalah kemudi,” menurut laporan.
Pada Rabu, 1 April, penerbangan American Eagle 5422 yang dioperasikan oleh PSA Airlines berangkat dari Bandara Nasional Reagan, Washington, D.C., sekitar pukul 09.15 waktu setempat, menurut FlightAware. Pesawat jenis Bombardier CRJ200 itu dijadwalkan mendarat di Portland International Jetport, Maine, dalam waktu kurang dari dua jam.
Namun, sekitar 30 menit setelah lepas landas, kru memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke Bandara Internasional Philadelphia (PHL), berdasarkan data pelacakan FlightAware.
Rute penerbangan menunjukkan pesawat hampir mencapai perbatasan New Jersey dan New York sebelum berbalik arah menuju Philadelphia. Pesawat juga sempat berputar sekali di sekitar bandara sebelum akhirnya mendarat.
Dalam pernyataan kepada PEOPLE, juru bicara American Airlines mengatakan pesawat dialihkan karena “masalah mekanis.” Maskapai memastikan pesawat mendarat dengan selamat dan kemudian ditarik ke gerbang untuk diperiksa oleh tim perawatan.
Dalam pernyataan sebelumnya kepada media lokal Fox 29, maskapai menyebut penerbangan tersebut mengalami “masalah kemudi roda depan (nose gear steering).”
Baca juga: Investigasi Kecelakaan Pesawat di Bandara LaGuardia, Pengendali Udara Diduga Tinggalkan Pos
Juru bicara Federal Aviation Administration (FAA) yang menyelidiki insiden ini mengatakan pesawat mendarat pada pukul 10.20 waktu setempat setelah kru melaporkan adanya “masalah hidrolik.”
Menurut Spartan College of Aeronautics and Technology, sistem hidrolik pada pesawat digunakan untuk mengontrol berbagai komponen seperti rem, flap, pembalik dorong (thrust reverser), kontrol penerbangan, dan roda pendaratan. Masalah hidrolik bisa meliputi kebocoran cairan, kerusakan segel, kehilangan tekanan, atau panas berlebih.
Tidak ada korban luka di antara 65 penumpang dan empat awak pesawat.
Maskapai menyatakan penumpang kemudian dipindahkan ke pesawat pengganti untuk melanjutkan perjalanan ke Portland. Menurut FlightAware, pesawat akhirnya tiba sekitar pukul 16.00 waktu setempat—hampir tujuh jam setelah keberangkatan awal.
“Kami tidak pernah ingin mengganggu rencana perjalanan pelanggan dan kami meminta maaf atas ketidaknyamanan ini,” demikian pernyataan maskapai.
(*)
:format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Rusia-Vladimir-Putin-saat-konferensi-akhir-tahun-di-Moskow-19-Desember-2025.jpg)