0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Peringatkan AS, Iran Sebut Blokade Selat Hormuz Bisa Picu Bahaya Besar - Viva

    3 min read

     

    Peringatkan AS, Iran Sebut Blokade Selat Hormuz Bisa Picu Bahaya Besar

    VIVA –Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan akan konsekuensi berbahaya dari sikap dan tindakan provokatif Amerika Serikat yang menyasar Teluk Persia dan jalur strategis Selat Hormuz. Pernyataan itu disampaikan Araghcni saat berbincang melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi, Rabu waktu setempat.

    Ditegaskan Araghcni, tindakan AS itu berpotensi semakin memperkeruh situasi di kawasan. Dia juga menyinggung upaya AS untuk nerapkan blokade laut terhadap Iran dengan cara menggangu arus pelayaran yang keluar masuk Selat Hormuz.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Melansir laman presstv.ir, Kamis 16 April 2026, dalam pembicaraan itu Araghchi juga memaparkan tentang perkembangan terkini di kawasan setelah kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan AS.

    Seperti  diketahui, saat pengumuman gencatan senjata, Trump menyebut proposal 10 poin yang diajukan Iran sebagai dasar yang bisa digunakan untuk bernegosiasi. Namun setelah pembicaraan gencatan senjata, Iran menyayangkan bahwa tuntutan berlebihan dari AS membuat negosiasi menjadi buntu.

    Sementara itu, pejabat Iran menegaskan bahwa penghentian total seluruh bentuk agresi terhadap negara mereka merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tuntutan utama Republik Islam tersebut.

    Di sisi lain dalam percakapan telepon itu, Araghchi menyampaikan apresiasi atas sikap bertanggung jawab China dan Russia yang menolak rancangan resolusi yang dinilai tidak masuk akal dan berat sebelah di Dewan Keamanan PBB awal bulan ini.

    Pada 7 April, Beijing dan Moskow menggunakan hak veto terhadap resolusi Dewan Keamanan yang bertujuan memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz, yang sebelumnya ditutup untuk musuh dan sekutunya setelah serangan terbaru tanpa provokasi dari Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap Iran.

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Menurut Araghchi, penolakan China dan Rusia tersebut efektif mencegah meningkatnya ketegangan yang sudah ada.

    Sementara itu, Wang Yi memuji ketangguhan dan kemandirian rakyat Iran dalam menghadapi agresi. Ia juga menegaskan kesiapan Beijing untuk mendorong jalur diplomasi dan membantu mengakhiri situasi yang dipicu oleh agresi pihak asing terhadap Iran.


    Komentar
    Additional JS