Pangkalan Rahasia Iran "Eagle 44" Dihantam Serangan, AS-Israel Bungkam - Kompas
TEHERAN, KOMPAS.com – Serangan udara dilaporkan menghantam pangkalan udara bawah tanah milik Iran yang dikenal sebagai “Eagle 44” pada akhir Maret lalu saat perang antara Amerika Serikat-Israel dan Iran berlangsung.
Serangan ini baru terungkap setelah citra satelit menunjukkan kerusakan signifikan di fasilitas tersebut.
Lokasi pangkalan yang tersembunyi di wilayah pegunungan sebelumnya dianggap sebagai salah satu aset militer paling terlindungi Iran.
Baca juga: Ungkap Nasib Iran, Trump Klaim Dunia Bisa Kocar-kacir jika Ia Bukan Presiden
Serangan lumpuhkan akses pangkalan
Menurut laporan The New York Times, Minggu (12/4/2026), citra satelit menunjukkan sejumlah kawah akibat serangan di sekitar pintu masuk terowongan yang digunakan untuk menyimpan pesawat tempur.
Kerusakan ini tampaknya membuat akses menuju landasan pacu terganggu, sehingga pesawat yang berada di dalam fasilitas bawah tanah berpotensi terjebak.
Selain itu, sebuah bangunan yang terkait dengan proses konstruksi pangkalan juga dilaporkan hancur.
Tidak hanya itu, bagian jalur taxiway di ujung landasan turut mengalami kerusakan, menambah dampak terhadap operasional pangkalan tersebut.
Menariknya, tidak ada rekaman publik dari serangan ini, berbeda dengan banyak serangan militer lain yang biasanya terdokumentasi oleh warga sekitar. Dalam kasus ini, bukti kerusakan hanya terdeteksi melalui citra satelit.
Upaya pertahanan Iran terungkap
Dalam citra yang sama, terlihat adanya gundukan tanah atau penghalang di landasan pacu yang diduga sengaja dipasang oleh pasukan Iran. Langkah ini diyakini bertujuan untuk mencegah pesawat musuh mendarat di fasilitas tersebut.
Beberapa pintu masuk terowongan bahkan diketahui telah lebih dulu terkena serangan pada tahap awal konflik, menunjukkan bahwa pangkalan ini kemungkinan telah menjadi target sejak lama.
Baca juga: Tak Gentar Diancam Trump, Inggris Tetap Ogah Ikut Perang Lawan Iran
Pangkalan udara rahasia Iran
Pangkalan “Eagle 44” sebelumnya diperkenalkan Iran sebagai simbol kekuatan militernya. Fasilitas bawah tanah ini dibangun sejak sekitar 2013 di Provinsi Hormozgan, sekitar 100 mil dari Selat Hormuz—jalur vital bagi pasokan energi global.
Pada 2023, Iran sempat memamerkan pangkalan ini melalui video resmi yang menunjukkan keberadaan jet tempur dan drone di dalamnya.
Saat itu, fasilitas ini juga dikaitkan dengan rencana modernisasi Angkatan Udara Iran, termasuk potensi penempatan pesawat tempur canggih.
Namun, serangan terbaru menunjukkan bahwa bahkan fasilitas militer yang dirancang tersembunyi dan terlindungi sekalipun tetap rentan terhadap serangan presisi.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak militer Amerika Serikat maupun Israel terkait dugaan keterlibatan dalam serangan tersebut.
Iran juga belum memberikan pernyataan terbuka mengenai tingkat kerusakan atau dampak operasional terhadap pangkalan itu.
Baca juga: 24 Jam Blokade Selat Hormuz: Pelabuhan Iran Lumpuh, Negosiasi Berpeluang Lanjut
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang