0
News
    Home Amerika Serikat Berita Featured Spesial

    Militer AS Kekurangan Makanan dan Logistik, Para Pelaut dan Kru di Atas Kapal Perang Kelaparan - Tribunnews

    7 min read

     

    Militer AS Kekurangan Makanan dan Logistik, Para Pelaut dan Kru di Atas Kapal Perang Kelaparan

    Para kru dan pelaut kapal perang AS melaporkan kalau mereka kekurangan makanan di atas kapal perang di tengah Perang Iran.


    Militer AS Kekurangan Makanan dan Logistik, Para Pelaut di Atas Kapal Perang Kelaparan

    Ringkasan Berita:
    • Awak kapal perang AS yang bertugas di Timur Tengah melaporkan kekurangan makanan serta kualitas makanan yang buruk.
    • Hal ini terjadi karena keterlambatan pasokan logistik bagi kru dan pelaut di kapal perang AS.
    • Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tentang moral dan kesejahteraan pasukan di tengah Perang Iran yang masih berlangsung.

     

    TRIBUNNEWS.COM - Krisis tengah terjadi di atas kapal-kapal perang Amerika Serikat (AS) yang ditempatkan di Timur Tengah seiring berlanjutnya eskalasi dalam perang melawan Iran.

    Para kru dan pelaut kapal perang AS melaporkan kalau mereka kekurangan makanan.

    "Para anggota militer melaporkan porsi yang terbatas dan kualitas makanan yang menurun," tulis laporan USA Today seperti dikutip dari WN, Jumat (17/4/2026).

    Baca juga: Selat Hormuz Dijejali Ranjau Laut Iran, Bagaimana Cara Angkatan Laut AS Membersihkannya?

    Laporan krisis logistik di kapal-kapal perang AS ini muncul dari pengakuan para keluarga dan kerabat para kru dan pelaut yang dikabari kalau putra-putri mereka berada dalam kondisi tidak layak saat bertugas.

    Dan F, yang putrinya adalah seorang Marinir yang ditempatkan di USS Tripoli, mengatakan dia khawatir setelah melihat foto makanan putrinya.

    “Nampan makan siang, dua pertiga kosong, hanya berisi satu sendok kecil daging cincang dan satu tortilla yang dilipat,” katanya kepada USA Today.

    Gambar lain dari USS Abraham Lincoln menunjukkan “segenggam kecil wortel rebus, sepotong daging kering, dan sepotong daging olahan berwarna abu-abu.”
     
    Keluarga-keluarga para kru dan pelaut ini mengatakan Militer AS telah mulai menjatah makanan karena persediaan semakin menipis.

    Putri Dan mengatakan kepadanya kalau sayur dan hasil pertanian segar sudah tidak tersedia lagi dan persediaan semakin menipis. 

    “Kita memiliki militer terkuat di dunia. Seharusnya kita tidak kehabisan makanan,” katanya.

    “Satu hal yang kita miliki dibandingkan musuh kita adalah kita memberi makan rakyat kita.”

    Seorang pelaut di atas kapal Tripoli menyampaikan kekhawatiran serupa, menjelaskan kalau anggota kru makan tidak teratur dan membagi porsi di antara mereka sendiri. 

    “Makanlah saat mereka bisa,” dan “Persediaan akan sangat menipis… moral akan berada pada titik terendah sepanjang masa,” tulisnya dalam sebuah pesan ke rumah.

    Gangguan Layanan Pos Militer

    Upaya keluarga untuk mengirim makanan dan perlengkapan dasar terganggu oleh penangguhan layanan pos militer AS (USPS). 

    Layanan Pos AS telah menghentikan pengiriman ke 27 kode pos militer di wilayah tersebut, dengan alasan "penutupan wilayah udara dan dampak logistik lainnya dari konflik yang sedang berlangsung," menurut juru bicara Angkatan Darat Mayor Travis Shaw.

    Penangguhan tersebut tetap "berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut."

    Paket yang sudah dikirim, termasuk makanan ringan, produk kebersihan, dan kebutuhan pokok, saat ini mengalami penundaan.

    “Tidak ada kiriman pos militer yang dikembalikan ke pengirim… paket-paket tersebut ditahan hingga dapat dikirimkan,” kata juru bicara USPS, David Coleman.


     
    Komunitas di seluruh Amerika Serikat telah bergerak untuk mendukung pasukan yang dikerahkan, tetapi banyak paket bantuan belum tiba.

    “Makanannya hambar, dan jumlahnya tidak cukup, dan mereka selalu lapar,” kata Karen Erskine-Valentine, seorang pendeta di West Virginia yang membantu keluarga para pelaut.

    “Hal itu benar-benar membuat hati hancur.”

    Tanpa kepastian kapan pengiriman surat akan dipulihkan dan penugasan pasukan terus berlanjut di laut, keluarga mengatakan ketidakpastian semakin meningkat baik mengenai pasokan makanan maupun kesejahteraan orang-orang terkasih mereka.

     

     

    (oln/wn/usatdy/*)
     


     


    Komentar
    Additional JS