Macron Sebut Pembukaan Selat Hormuz Secara Militer Tak Realistis, Minta Trump Bersikap Serius - Li3
Macron Sebut Pembukaan Selat Hormuz Secara Militer Tak Realistis, Minta Trump Bersikap Serius
- Mengapa Presiden Macron menyatakan operasi militer di Selat Hormuz tidak realistis?
- Apa kritik utama Presiden Macron terhadap Presiden AS Donald Trump?
- Bagaimana Macron mengusulkan untuk menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz?
Liputan6.com, Seoul - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (2/4/2026) menyatakan bahwa operasi militer untuk membebaskan Selat Hormuz adalah tidak realistis. Macron menyatakan hal ini di sela kunjungannya ke Korea Selatan.
Dalam kesempatan yang sama, ia juga mengungkapkan kekesalannya terkait pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang dinilainya kerap berubah-ubah terkait perang Iran.
"Ada pihak yang mendorong pembebasan Selat Hormuz melalui operasi militer ... sebuah posisi yang kadang disampaikan oleh AS," ujar Macron seperti dikutip dari France24.
Ia menilai sikap tersebut tidak konsisten.
"Saya sebut 'kadang' karena pernyataan itu berubah-ubah. Itu bukan pilihan yang pernah kami ambil dan kami menganggapnya tidak realistis," lanjutnya.
"Hal itu tidak realistis karena akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan akan membuat siapa pun yang melintasi selat tersebut terekspos ancaman pesisir dari Garda Revolusi, yang memiliki sumber daya besar, serta rudal balistik dan berbagai risiko lainnya."
Selat Hormuz telah hampir lumpuh selama berminggu-minggu akibat perang Iran. Jalur ini merupakan salah satu rute perdagangan paling vital di dunia, terutama untuk energi, pupuk, dan perdagangan internasional.
Macron mengatakan bahwa ia bersama sekutu Eropa dan negara lain tengah berupaya membangun koalisi untuk menjamin kebebasan pelayaran di wilayah tersebut setelah konflik berakhir. Namun, ia menegaskan bahwa hal itu hanya dapat dicapai melalui dialog dengan Iran.
"Sejak awal kami mengatakan bahwa selat ini harus dibuka kembali karena sangat strategis bagi aliran energi, pupuk, dan perdagangan internasional. Namun, hal itu hanya bisa dilakukan melalui konsultasi dengan Iran," ujarnya.
Ia menekankan bahwa langkah pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan konflik.
"Yang paling utama adalah harus ada gencatan senjata dan dimulainya kembali perundingan," tambah Macron.
Ingin Damai Secepat Mungkin
Mengkritik Trump yang sering mengeluarkan pernyataan yang saling bertentangan terkait perang Iran, Macron menyatakan, "Anda harus serius. Jika ingin serius, Anda tidak mengatakan hal yang berlawanan setiap hari dengan apa yang Anda katakan sebelumnya. Dan mungkin Anda tidak perlu berbicara setiap hari," sebut Macron.
Ketika ditanya mengenai kritik Trump terhadap sekutu NATO dan ancamannya untuk menarik AS dari aliansi tersebut, Macron menyatakan bahwa hal itu justru melemahkan NATO.
"Saya tidak ingin memberikan komentar harian tentang operasi yang diputuskan AS bersama Israel. Mereka boleh saja menyesalkan tidak mendapatkan bantuan, tetapi itu bukan operasi kami. Kami menginginkan perdamaian secepat mungkin," tegasnya.