Konflik AS-Iran: Presiden Tiongkok Xi menyerukan untuk menghormati kedaulatan semua negara di Asia Barat, Kawasan Teluk - Kabar Sebelas
Konflik AS-Iran: Presiden Tiongkok Xi menyerukan untuk menghormati kedaulatan semua negara di Asia Barat, Kawasan Teluk
BEIJING, SATUHARAPAN.COM – Presiden Tiongkok Xi Jinping pada Selasa mengatakan kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayah negara-negara di kawasan Asia Barat dan Teluk harus dihormati sepenuhnya.

Xi, yang bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan, yang sedang berkunjung, mengatakan keselamatan personel, fasilitas, dan institusi di semua negara harus dijaga secara efektif.
Ia juga menganjurkan pembangunan arsitektur keamanan yang umum, komprehensif, kooperatif, dan berkelanjutan untuk Asia Barat dan kawasan Teluk.
Mengenai kepatuhan terhadap prinsip supremasi hukum internasional, Xi mengatakan otoritas supremasi hukum internasional harus ditegakkan untuk mencegah dunia agar tidak kembali ke dalam hukum rimba.
Dia mengatakan pembangunan dan keamanan harus dikoordinasikan. Semua pihak harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pembangunan negara-negara di Asia Barat dan kawasan Teluk.
Ini adalah pertama kalinya Xi mengomentari konflik yang terjadi saat ini antara AS, Israel, dan Iran, yang juga berdampak pada beberapa negara Teluk, termasuk UEA.
Putra mahkota UEA juga menjadi pemimpin Asia Barat pertama yang mengunjungi Tiongkok setelah pecah konflik antara AS, Israel, dan Iran.
Tiongkok, yang memiliki hubungan strategis yang erat dengan Iran, bersikap kritis terhadap serangan AS terhadap Iran dan menyerukan penghentian permusuhan.
Pada hari Senin, Tiongkok menyerukan perjalanan tanpa hambatan melalui Selat Hormuz setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana untuk memblokir jalur perdagangan tersebut.
Selat Hormuz merupakan jalur perdagangan internasional yang penting untuk barang dan energi. Menjaga wilayah tersebut tetap aman dan stabil serta memastikan perjalanan tanpa hambatan demi kepentingan bersama komunitas internasional, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Guo Jiakun dalam konferensi pers di sini pada hari Senin.
“Akar penyebab gangguan di Selat Hormuz adalah konflik militer. Untuk menyelesaikannya, konflik harus dihentikan secepatnya. Semua pihak harus tetap tenang dan menahan diri. Tiongkok akan terus memainkan peran konstruktif,” ujarnya.
Artikel ini dihasilkan dari feed kantor berita otomatis tanpa modifikasi teks.