0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Spesial

    Kepala Staf Angkatan Darat AS Dipecat saat Kecamuk Perang Dengan Iran - Bisnis com

    2 min read

     

    Kepala Staf Angkatan Darat AS Dipecat saat Kecamuk Perang Dengan Iran

    Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Staf Angkatan Darat AS Jenderal Randy A. George dipecat oleh Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth di tengah kecamuk perang di Timur Tengah dengan Iran.

    Dilansir dari Al Jazeera, Hegseth telah meminta George untuk mengundurkan diri dengan segera. Dalam pernyataan yang diposting di X pada Kamis (3/4/2026) malam, juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan George akan pensiun dari jabatannya.

    Namun, Pentagon tidak memberikan alasan apa pun untuk keputusan mendadak itu. Sean menambahkan bahwa Departemen Pertahanan AS berterima kasih atas pengabdian George selama puluhan tahun.

    Kepala Staf Gabungan, badan yang terdiri dari para pemimpin militer AS juga memberikan penghormatan kepada George yang akan segera meninggalkan jabatannya dalam sebuah pernyataan di media sosial.

    “Sejak 1988, Jenderal George dan keluarganya secara konsisten menjawab panggilan negara dengan hormat dan dedikasi,” tulis pernyataan tersebut dilansir dari Al Jazeera pada Jumat (4/4/2026).

    Jenderal berusia 61 tahun itu pertama kali diangkat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat AS pada 2023 di bawah mantan Presiden AS Joe Biden. Dia ditempatkan di berbagai pos di luar AS, termasuk dalam perang di Irak dan Afghanistan.

    Selain George, Hegseth juga diketahui memecat dua pejabat militer senior AS lainnya yakni Kepala Komando Transformasi dan Pelatihan Angkatan Darat AS Jenderal David M Hodne dan Kepala Pendeta Angkatan Darat AS Mayor Jenderal William Green Jr.

    Adapun pemecatan petinggi militer AS itu terjadi di tengah kecamuk perang dengan Iran yang masih berlangsung panas. Presiden AS Donald Trump sendiri telah mengklaim bahwa AS berhasil memukul Iran sejauh ini. Trump juga mengatakan AS akan memukul lebih keras dalam 2-3 ke depan.

    "Kita akan mengembalikan mereka ke zaman batu, tempat seharusnya mereka berada," kata Trump.


    Komentar
    Additional JS