0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Selat Hormuz Spesial

    Kapal Tanker China Putar Balik Usai Gagal Tembus Blokade AS di Selat Hormuz - detik

    3 min read

     

    Kapal Tanker China Putar Balik Usai Gagal Tembus Blokade AS di Selat Hormuz



    Iran Kecam Blokade AS, Selat Hormuz Terancam Memanas
    Ilustrasi/Foto: DW (News)
    Jakarta -

    Kapal tanker yang terkena sanksi Amerika Serikat (AS), Rich Starry, kembali menuju Selat Hormuz setelah sempat keluar dari Teluk sehari sebelumnya. Rich Starry gagal menembus blokade AS terhadap kapal yang berhubungan dengan pelabuhan Iran.

    Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade tersebut pada Minggu setelah perundingan damai antara AS dan Iran di Islamabad pada akhir pekan gagal mencapai kesepakatan.

    "Dalam 24 jam pertama, tidak ada kapal yang berhasil melewati blokade AS," kata Komando Pusat AS dikutip dari Reuters, Kamis, (16/4/2026)

    Kapal China Putar Balik

    Disebutkan juga bahwa enam kapal mengikuti arahan pasukan AS untuk berbalik dan kembali ke pelabuhan Iran. Tanker milik China itu termasuk di antara delapan kapal yang melintasi jalur tersebut pada Selasa atau di hari pertama diberlakukannya blokade AS.

    Sementara itu sebuah kapal perusak AS menghentikan dua tanker minyak yang mencoba keluar dari pelabuhan Iran di Chabahar, Teluk Oman. Rich Starry dan pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping Co, disanksi AS karena bertransaksi dengan Iran.

    Kapal tersebut merupakan tanker ukuran menengah yang membawa sekitar 250.000 barel metanol yang dimuat di pelabuhan Hamriyah, Uni Emirat Arab. Saat ini kapal tersebut berlabuh di perairan dekat Iran.

    Blokade ini menambah ketidakpastian bagi pelaku pelayaran, perusahaan minyak, dan perusahaan asuransi risiko perang. Lalu lintas kapal masih jauh di bawah rata-rata lebih dari 130 kapal per hari sebelum perang AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari.

    Sejak blokade dimulai, tidak ada tanker Iran yang membawa minyak mentah untuk ekspor yang melintasi selat tersebut. Sebagai anggota OPEC, Iran memiliki kapasitas penyimpanan minyak darat yang belum terpakai sekitar 90 juta barel, cukup untuk menopang produksi saat ini sebesar 3,5 juta barel per hari selama sekitar dua bulan jika ekspor terhenti.

    Sementara itu, kapal lain yang juga terkena sanksi AS, Very Large Crude Carrier Alicia, yang memiliki rekam jejak mengangkut minyak Iran sejak 2023, memasuki Teluk melalui Selat Hormuz pada Rabu. Kapal kosong dengan kapasitas 2 juta barel tersebut menuju Irak untuk memuat kargo pada Kamis.

    Secara terpisah, kapal tanker VLCC berbendera Malta, Agios Fanourios I, juga memasuki Teluk melalui Selat Hormuz pada Rabu dalam upaya kedua untuk melintas. Kapal tersebut menuju Irak untuk memuat minyak Basra yang akan dikirim ke kilang Nghi Son di Vietnam.

    Tonton juga video "Penampakan Macetnya Selat Hormuz Seusai Diblokade AS"

    Saksikan juga Eksklusif Update, Menteri Ekraf: KUR Industri Kreatif jadi Kunci Akses Modal Kreator




    (ily/ara)

    Komentar
    Additional JS