Isu Perpecahan di Pemerintahan Iran Mencuat Jelang Putaran Kedua Perundingan - Viva
VIVA –Baru-baru ini Israel Hayom merilis laporan terkait dengan perundingan putaran kedua antara Iran dan Amerika Serikat yang direncanakan digelar di Islamabad hari ini. Salah satu materi dari laporan itu membahas tentang perpecahan di tubuh pemerintahan Iran.
Laporan itu mengklaim bahwa adanya perpecahan di dalam tubuh pemerintahan Iran yakni antara kubu politik yakni Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).
Melansir laman NDTV, Kamis 16 April 2026, disebutkan bahwa dua pejabat senior Garda Revolusi, Ahmad Vahidi dan Ali Abdollahi, tidak mengizinkan delegasi politik yang berada di Pakistan untuk memberikan jawaban kepada pihak Amerika. Setelah itu, Presiden Pezeshkian disebut meminta Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf yang memimpin delegasi Iran untuk mengambil sikap dan menyelamatkan Iran dari kehancuran ekonomi total.
Kini, Amerika juga dilaporkan menegaskan bahwa mereka hanya akan kembali ke meja perundingan jika delegasi politik Iran benar-benar memiliki kewenangan untuk menutup kesepakatan.
Perundingan Tahap Kedua Iran dan AS
Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa Amerika Serikat telah menetapkan dua syarat baru sebelum memulai perundingan dengan Iran di Pakistan yang direncanakan berlangsung hari ini. Salah satu syarat itu, disebutkan bahwa Washington menginginkan pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dan tanpa batas.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa Amerika mempertahankan prinsip timbal balik. Artinya, jika Iran menghalangi lalu lintas kapal dan tanker di Selat Hormuz, maka kapal-kapal Iran juga tidak akan diizinkan melintas di jalur tersebut.
Selain itu, menurut laporan media Israel tersebut, syarat lain dari Amerika adalah delegasi Iran harus memiliki wewenang penuh dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk menyelesaikan setiap kesepakatan. AS menginginkan adanya persetujuan dari seluruh pejabat tinggi rezim terhadap setiap kesepahaman yang dicapai di Islamabad.
Rencana kembali ke Islamabad
Sebelumnya diberitakan bahwa tim negosiasi dari Amerika Serikat dan Iran kemungkinan akan kembali bertemu di Pakistan Kamis ini untuk melanjutkan perundingan guna mengakhiri konflik di kawasan Teluk, beberapa hari setelah pembicaraan awal berakhir tanpa hasil.
Namun, belum ada konfirmasi resmi dari pihak AS terkait rencana tersebut, meski laporan ini muncul dari Reuters yang mengutip pejabat Iran dan Pakistan.
Seorang sumber yang terlibat dalam pembicaraan menyebutkan bahwa sebuah proposal telah dikirim ke Washington dan Teheran agar delegasi kembali ke Islamabad untuk melanjutkan diskusi. Tanggal pastinya belum ditetapkan, tetapi kemungkinan bisa dilakukan paling cepat akhir pekan ini.
“Putaran pembicaraan berikutnya bisa berlangsung akhir minggu ini atau awal minggu depan. Tapi semuanya masih belum final,” kata seorang pejabat di Kedutaan Besar Iran di Islamabad
Sementara itu, seorang sumber senior Iran mengatakan kepada Reuters bahwa belum ada tanggal pasti yang ditetapkan, dan delegasi masih membuka waktu antara Jumat hingga Minggu.
Pejabat senior Pakistan juga mengatakan bahwa Islamabad telah menghubungi Iran dan mendapat respons positif bahwa mereka terbuka untuk putaran kedua perundingan.
Pertemuan di Islamabad akhir pekan lalu yang digelar empat hari setelah pengumuman gencatan senjata itu tidak menghasilkan terobosan apa pun. Pertemuan tersebut menjadi kontak langsung pertama antara pejabat Amerika Serikat dan Iran dalam lebih dari satu dekade, sekaligus pertemuan tingkat tertinggi sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979.