0
News
    Home Amerika Serikat Berita Dunia Internasional Featured Iran Konflik Timur Tengah Nuklir Selat Hormuz Spesial

    Iran Siap Longgarkan Selat Hormuz, Tapi Tolak Bahas Nuklir, AS Ogah Kompromi - Viva

    5 min read

     

    Iran Siap Longgarkan Selat Hormuz, Tapi Tolak Bahas Nuklir, AS Ogah Kompromi

    Penampakan Kapal dan Perahu di Selat Hormuz

    VIVA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memasuki babak baru. Di tengah ancaman krisis energi global dan memanasnya konflik kawasan, Iran melontarkan proposal yang berpotensi meredakan situasi di jalur vital dunia, Selat Hormuz. Namun, langkah tersebut justru berbenturan dengan sikap keras Amerika Serikat.

    Baca Juga

    Iran seperti dilaporkan Reuters, menawarkan untuk mengakhiri cengkeramannya di Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya membuka kembali jalur pelayaran dan meredakan konflik. Proposal ini disampaikan melalui mediator, termasuk Pakistan, kepada Amerika Serikat.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Namun, dalam usulan tersebut, Teheran secara tegas menolak membahas program nuklirnya pada tahap awal negosiasi.

    Baca Juga

    Sebagai gantinya, Iran mengusulkan agar pembicaraan nuklir ditunda ke fase berikutnya, sementara fokus utama diarahkan pada penghentian konflik, pembukaan jalur pelayaran, serta pencabutan blokade ekonomi oleh Washington. 

    Langkah ini dinilai sebagai upaya Iran untuk mempercepat tercapainya kesepakatan awal tanpa terhambat isu sensitif terkait pengayaan uranium yang selama ini menjadi sumber kebuntuan diplomasi.

    Baca Juga

    Akan tetapi proposal tersebut tampaknya tidak mendapat sambutan positif dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump menegaskan bahwa kesepakatan apa pun harus mencakup penghentian program nuklir Iran.

    Trump bahkan menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk melakukan pertemuan jika Iran tidak bersedia meninggalkan ambisi nuklirnya.

    “Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami atau menghubungi kami. Mereka tahu apa yang harus ada dalam perjanjian,” kata Trump dalam pernyataannya.

    Sikap ini mempertegas posisi Washington yang menjadikan isu nuklir sebagai syarat utama, sekaligus menutup peluang kompromi cepat atas tawaran Iran.

    Di sisi lain, upaya diplomasi terus dilakukan. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, melakukan serangkaian kunjungan ke sejumlah negara, termasuk Oman dan Rusia, untuk menggalang dukungan serta mencari jalan keluar dari kebuntuan negosiasi.

    Ia bahkan dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai bagian dari konsultasi strategis terkait konflik yang juga melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Meski demikian, harapan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat masih terlihat tipis. Rencana pertemuan langsung antara pejabat Amerika Serikat dan Iran di Islamabad sebelumnya dibatalkan, sehingga jalur diplomasi masih menemui hambatan serius. 

    Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak global melintasi wilayah tersebut dalam kondisi normal. Gangguan di kawasan ini telah mendorong lonjakan harga minyak dan meningkatkan ketidakpastian ekonomi global.

    VIVA Militer: Rudal hipersonik jarak jauh Fattah militer Iran

    Iran Berbagi 'Resep' Jitu ke Sekutu Cara Kalahkan AS di Medan Perang

    Iran siap membagikan kemampuan pertahanan militernya kepada “negara-negara merdeka”, terutama anggota Shanghai Cooperation Organisation (SCO), khususnya melawan AS

    img_title

    VIVA.co.id

    29 April 2026

    Komentar
    Additional JS