Delegasi Iran Diteror Ancaman Serius, Ubah Jalur Pulang Secara Diam-Diam ke Teheran - VIVA
VIVA –Pasca perundingan gencatan senjata dengan Amerika Serikat di Islamabad Sabtu pekan lalu, delegasi Iran dilaporkan menghadapi ancaman keamanan serius saat perjalanan kembali ke Tehran.
Analis politik Iran, Mohammad Marandi mengatakan, dalam situasi yang penuh kewaspadaan rombongan delegasi Iran yang terdiri dari Menteri Luar Negeri, Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf harus mengubah penerbangan mereka di tengah perjalanan dan memilih rute alternatif mencapai Tehran dengan bus dan kereta.
Marandi, yang merupakan profesor di Universitas Tehran diketahui ikut mendampingi delegasi Iran ke Islamabad. Ia menyebut bahwa delegasi merasa benar-benar terancam saat perjalanan pulang dari perundingan di Pakistan.
Ia menjelaskan bahwa ancaman keamanan sudah mereka rasakan sejak perjalanan menuju Islamabad untuk bertemu dengan pihak Amerika Serikat.
“Kami menerima ancaman langsung saat dalam perjalanan ke Islamabad bahwa pesawat kami bisa diserang. Karena itu, dalam perjalanan kembali ke Teheran, delegasi secara diam-diam berganti pesawat,” kata dia seperti dikutip dari laman NDTV, Rabu 15 April 2026.
Menurut Marandi, pesawat yang membawa delegasi Iran tiba-tiba mengalihkan rute dan melakukan pendaratan darurat di kota Mashhad, Iran. Dari sana, para anggota delegasi melanjutkan perjalanan ke Teheran menggunakan kereta, mobil, dan bus.
“Kami tidak percaya kepada Amerika Serikat, dan kami juga sedang sangat sibuk mempersiapkan diri untuk kemungkinan putaran perang berikutnya,” kata Marandi kepada Al-Mayadeen pada Selasa.
Ia menambahkan bahwa Iran selalu tahu Amerika Serikat tidak bisa dipercaya, serta menegaskan bahwa negaranya terus memperkuat kemampuan militer bahkan saat Iran sedang berada di meja perundingan.
Iran dan AS Bakal Berunding Lagi
Sementara itu, tim negosiasi dari Amerika Serikat dan Iran disebut-sebut berpeluang kembali ke Pakistan pada akhir pekan ini untuk melanjutkan pembicaraan guna mengakhiri konflik di Timur Tengah. Kabar ini dilaporkan oleh Reuters dengan mengutip pejabat Pakistan dan Iran.
Belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat terkait rencana tersebut. Informasi ini disampaikan oleh pejabat Iran dan Pakistan yang berbicara dengan syarat anonim.
Seorang sumber yang terlibat dalam perundingan mengatakan bahwa proposal telah dikirim ke Washington dan Teheran agar kedua delegasi kembali ke Islamabad untuk melanjutkan diskusi. Tanggal pasti belum ditentukan, tetapi kedua pihak bisa saja kembali secepat akhir pekan ini.
Seorang pejabat di Kedutaan Besar Iran di Islamabad mengatakan, putaran pembicaraan berikutnya bisa berlangsung akhir minggu ini atau awal minggu depan.
"Namun, sejauh ini belum ada yang diputuskan secara final," kata dia.
Sebelumnya, seorang sumber senior Iran juga mengatakan kepada Reuters bahwa belum ada tanggal pasti, meski delegasi membuka kemungkinan antara Jumat hingga Minggu.
Pejabat senior Pakistan menyebut bahwa Islamabad telah menghubungi Iran dan mendapat respons positif bahwa mereka bersedia mengikuti putaran kedua perundingan.
Ia bersama sumber Pakistan lainnya mengatakan bahwa Islamabad terus berkomunikasi dengan kedua pihak untuk menentukan waktu pertemuan berikutnya, yang kemungkinan besar akan berlangsung pada akhir pekan mendatang.
Pertemuan yang digelar akhir pekan lalu di ibu kota Pakistan untuk menyelesaikan konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung empat hari setelah pengumuman gencatan senjata tidak menghasilkan terobosan. Meski begitu, pertemuan tersebut menjadi yang pertama secara langsung dalam lebih dari satu dekade, sekaligus kontak tingkat tinggi paling signifikan sejak Revolusi Islam Iran tahun 1979.