0
News
    Home Arab Saudi Berita China Featured LNG Selat Hormuz Spesial Xi Jinping

    China Butuh LNG via Selat Hormuz, Xi Jinping Turun Tangan Telpon Putra Mahkota Saudi - Sindonews

    11 min read

     

    China Butuh LNG via Selat Hormuz, Xi Jinping Turun Tangan Telpon Putra Mahkota Saudi


    Log in Kanal Beranda Nasional Internasional Daerah Lifestyle Sports Ekonomi Bisnis Teknologi Otomotif Edukasi Kalam Multimedia SINDOnews TV Indeks HI-LITE More SINDOscope More MNC Portal Okezone.com iNews.id IDX Channel Live TV RCTI GTV MNCTV iNews Radio Live MNC Trijaya Global Radio V Radio RDI MNC Networks RCTI+ Vision+ MotionPay Motion Life Motion Trade Motion Banking Mister Aladin


    Selasa, 21 April 2026 - 14:08 WIB

    Pangeran Mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman menyambut Presiden China Xi Jinping di ibu kota Riyadh, Arab Saudi, pada 8 Desember 2022. FOTO/Istana Kerajaan Arab Saudi

    A A A

    BEIJING - Presiden China Xi Jinping menyerukan agar Selat Hormuz tetap terbuka bagi pelayaran internasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan. Seruan tersebut disampaikan dalam pembicaraan telepon dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman pada Senin (20/4).

    "Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk perlintasan normal, karena hal ini demi kepentingan bersama negara-negara kawasan dan komunitas internasional," ujar Xi, seperti dikutip kantor berita Xinhua, Selasa (21/4/2026).

    Baca Juga: Tandingi Sekutu AS, Kapal Induk China Unjuk Kekuatan di Selat Taiwan

    Seruan muncul di tengah kekhawatiran China terhadap stabilitas jalur energi global, menyusul memanasnya kembali hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran. Ketegangan meningkat setelah Washington menyita kapal kargo berbendera Iran, yang kemudian memicu respons keras dari Teheran.

    Sebagai salah satu importir utama minyak mentah Iran, China memiliki kepentingan strategis terhadap kelancaran distribusi energi melalui Selat Hormuz. Jalur ini diketahui menjadi rute vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia.

    Situasi semakin kompleks setelah Iran dilaporkan membatasi akses selat bagi kapal asing, sementara Amerika Serikat tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap kelangsungan gencatan senjata yang rapuh di kawasan.

    Baca Juga: Pasar Minyak Global Kembali Terguncang, Taruhan Rp13 Triliun Terjadi Beberapa Menit Sebelum Pembukaan Selat Hormuz

    Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri juga menyampaikan keprihatinan atas tindakan pencegatan kapal oleh Amerika Serikat dan mendesak semua pihak untuk mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.

    Xi menegaskan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan politik. China, kata dia, mendukung upaya gencatan senjata yang komprehensif serta stabilitas jangka panjang di Timur Tengah.

    Pembicaraan Xi dengan pemimpin Saudi ini juga merupakan bagian dari langkah diplomasi intensif Beijing, setelah sebelumnya bertemu dengan pemimpin kawasan lainnya. China menekankan pentingnya peran negara-negara Timur Tengah dalam menjaga stabilitas regional serta menentukan masa depan mereka secara mandiri.

    (nng)

    wa-channel

    Follow WhatsApp Channel SINDOnews untuk Berita Terbaru Setiap Hari

    Follow

    Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!

    Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya

    Berita Terkait

    Rekomendasi

    Infografis

    Xi Jinping Desak Militer...

    Xi Jinping Desak Militer China Bersiap untuk Perang dengan Barat

    Terpopuler

    1

    2

    3

    4

    5

    Berita Terkini

    AS Gantungkan Nasib...

    IHSG Oversold! Jangan...

    Toba Pulp Lestari Hentikan...

    Dominasi Dolar AS Kembali...

    Indonesia Impor Pangan...

    Diborong BRICS, Harga...

    Komentar
    Additional JS