Alasan Iran Tak Sudi Negosiasi Lanjutan dengan AS - Viva
VIVA – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menegaskan Iran saat ini belum memiliki rencana untuk melakukan perundingan putaran kedua dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu muncul di tengah ketidakpastian apakah diskusi lebih lanjut antara Teheran dan Washington akan berlangsung.
"Saat saya berbicara kepada Anda sekarang, kami belum memiliki rencana untuk putaran negosiasi selanjutnya," kata Baghaei dalam konferensi pers, Senin, dilansir Iran International.
Iran mengatakan Amerika Serikat telah menunjukkan kurangnya keseriusan dalam mengejar diplomasi, dengan menyebutkan apa yang digambarkan sebagai pelanggaran berulang terhadap gencatan senjata.
Baghaei merinci tindakan Washington, termasuk pelanggaran perjanjian terkait Lebanon dan upaya untuk memberlakukan blokade angkatan laut terhadap Iran, telah merusak kepercayaan Teheran.
"Amerika Serikat melalui perilaku yang kontradiktif dan pelanggaran gencatan senjata yang terus-menerus, telah menunjukkan bahwa mereka tidak serius dalam mengejar diplomasi," ujar Baghaei dalam konferensi pers.
Ia menggambarkan tindakan AS baru-baru ini, termasuk apa yang disebutnya sebagai serangan terhadap kapal dagang Iran, sebagai "tindakan agresi yang jelas" berdasarkan resolusi PBB.
"Kontradiksi yang jelas antara kata-kata dan tindakan ini meningkatkan ketidakpercayaan rakyat Iran terhadap niat AS," katanya, seraya menambahkan bahwa Iran akan memutuskan masa depan pembicaraan berdasarkan kepentingan nasionalnya.
Iran sebelumnya menolak untuk mengadakan putaran kedua pembicaraan damai dengan AS, demikian dilaporkan kantor berita pemerintah Iran, menurut kantor berita IRNA, Minggu, 19 April 2026.
Ketidakhadiran Teheran dalam pembicaraan tersebut disebabkan oleh "tuntutan Washington yang berlebihan, harapan yang tidak realistis, perubahan sikap yang terus-menerus, kontradiksi yang berulang, dan blokade angkatan laut yang sedang berlangsung yang dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata," lapor kantor berita tersebut.
Teheran membantah telah setuju untuk berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan perdamaian, yang menurut AS dijadwalkan Senin.
"Berita yang dipublikasikan tentang putaran kedua negosiasi di Islamabad tidak benar," tambahnya, seraya mengatakan bahwa "Berita yang dipublikasikan oleh Amerika Serikat adalah permainan media mereka dan bagian dari permainan saling menyalahkan untuk menekan Iran."
Sementara Trump memperingatkan bahwa ia akan "menghancurkan" pembangkit listrik dan jembatan Iran jika gagal menyetujui kesepakatan yang diusulkan Washington.
"Kami menawarkan KESEPAKATAN yang sangat adil dan masuk akal, dan saya harap mereka menerima itu sebab, jika tidak, Amerika Serikat akan menghancurkan semua Pembangkit Listrik, dan Jembatan, di Iran. TIDAK ADA LAGI PRIA BAIK!" kata Trump lewat unggahan di Truth Social.