0
News
    Home Amerika Serikat Berita Donald Trump Featured Spesial

    9 Fakta Geger Penembakan di AS Bikin Trump Sampai Dievakuasi - detik

    7 min read

     

    9 Fakta Geger Penembakan di AS Bikin Trump Sampai Dievakuasi


    Jakarta -

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dievakuasi usai terjadi penembakan di acara White House Correspondents' Dinner di Washington DC. Wakil Presiden JD Vance juga langsung dievakuasi.

    Dirangkum detikcom, Senin (27/4/2026), seperti dilansir CNN, BBC dan AFP, penembakan terjadi pada Sabtu (25/4) malam waktu setempat di hotel Hilton Washington DC. Anggota Kabinet Trump yang juga hadir langsung dievakuasi.

    Berikut fakta-fakta penembakan tersebut:

    1. Trump dalam Keadaan Aman

    Sebuah sumber mengatakan kepada CNN bahwa Trump dalam keadaan aman. Menurut seorang pejabat administrasi, anggota Kabinet juga baik-baik saja.

    Beberapa agen Secret Service AS berteriak, 'terjadi penembakan' di acara White House Correspondents Association Dinner. Seorang agen mengumumkan bahwa pelaku penembakan telah ditangkap melalui radio.

    2. Pelaku Penembakan Ditangkap

    Trump kemudian menyebut pelaku penembakan telah ditangkap. Informasi itu diunggah Trump di platform Truth Social miliknya.

    "Saya telah merekomendasikan agar kita 'BIARKAN ACARA BERLANJUT' tetapi, akan sepenuhnya mengikuti arahan Penegak Hukum," ujar Trump.

    Juru Bicara Dinas Rahasia AS Anthony Guglielmi menyebut satu orang telah ditangkap. Dia belum menjelaskan detail identitas dan kondisi orang yang ditangkap.

    "Presiden dan Ibu Negara aman bersama semua orang yang dilindungi. Satu orang ditahan. Kondisi mereka yang terlibat belum diketahui, dan penegak hukum secara aktif menilai situasi tersebut," ujarnya.

    3. Pengawal Trump Kena Tembakan

    Seorang petugas Secret Service Amerika Serikat terkena tembakan di acara White House Correspondents' Dinner. Peluru mengenai perlengkapan pelindung petugas.

    Informasi itu disampaikan oleh tiga sumber yang mengetahui kejadian tersebut. Peluru mengenai perlengkapan pelindung petugas dan mereka dibawa ke rumah sakit setempat.

    Petugas tersebut diperkirakan akan selamat. Sementara, pelaku penembakan telah ditangkap.

    4. Tampang Pelaku Penembakan

    Pria bersenjata yang ditangkap di acara White House Correspondents Dinner itu diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen. Dia merupakan pria berusia 31 tahun dari California.

    Trump juga telah mengunggah foto Allen saat ditangkap. Pria tersebut tampak ditahan oleh petugas keamanan di lantai.

    Foto penangkapan Cole Tomas Allen yang diunggah Trump via Truth SocialFoto penangkapan Cole Tomas Allen yang diunggah Trump via Truth Social Foto: Foto penangkapan Cole Tomas Allen yang diunggah Trump via Truth Social

    5. Trump Bilang Presiden AS Pekerjaan Berbahaya

    Donald Trump muncul usai dievakuasi akibat penembakan di lokasi acara yang dihadirinya. Trump menyebut Presiden AS merupakan pekerjaan yang berbahaya.

    Hal itu disampaikan Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih usai dievakuasi dari White House Correspondents Dinner yang digelar di hotel Hilton Washington pada Sabtu (25/4) malam.

    Trump awalnya bercanda bahwa seandainya dia tahu jabatan presiden berbahaya, maka 'mungkin saya tidak akan mencalonkan diri'. Dia lalu menyatakan dirinya siap dengan risiko tersebut.

    "Dengar, saya di sini untuk melakukan pekerjaan. Itu bagian dari pekerjaan. Ini berbahaya, saya tidak bisa membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya. Tapi saya mencintai negara ini, dan saya sangat bangga. Saya sangat bangga dengan pekerjaan yang telah kami lakukan," ucap Trump.

    Trump mengatakan pelaku yang diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen (31) diduga merupakan 'lone wolf' alias bekerja sendiri. Dia mengatakan aparat penegak hukum terus melakukan penyelidikan.

    "Mereka tampaknya berpikir dia adalah serigala tunggal. Dan saya juga merasakan hal itu," ucapnya.

    6. Pelaku Diduga Tamu Hotel

    Kepala Kepolisian Metropolitan sementara, Jeffery Carroll, mengatakan tersangka pelaku penembakan diyakini sebagai tamu di Washington Hilton yang menjadi tempat acara tersebut berlangsung pada Sabtu malam waktu setempat.

    "Informasi awal. Kami yakin dia adalah tamu di hotel ini," katanya dalam konferensi.

    Dia mengatakan polisi telah mengamankan satu kamar yang diduga digunakan Allen. Motif penembakan belum diketahui.

    "Kami telah mengamankan sebuah kamar di hotel ini, dan sekali lagi, kami akan melalui prosedur yang sesuai untuk menentukan apa yang ada di dalamnya," ujarnya.

    7. Identitas Pelaku

    Identitas pelaku penembakan di lokasi acara yang dihadiri Donald Trump sudah diketahui. Pria bersenjata yang ditangkap di acara White House Correspondents Dinner itu diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen.

    Pria itu bekerja sebagai guru dan pengembang gim video dari California Selatan. Cole Tomas Allen, 31 tahun, disebut tinggal di pinggiran kota Los Angeles, Torrance.

    Profil LinkedIn yang sesuai dengan nama dan fotonya menggambarkan dirinya sebagai guru paruh waktu di C2 Education, sebuah perusahaan persiapan ujian dan bimbingan belajar. C2 menobatkan Allen sebagai 'guru terbaik bulan ini' pada Desember 2024, menurut unggahan media sosial dari perusahaan tersebut. Tidak ada yang menjawab nomor telepon C2 pada Sabtu malam.

    Menurut profil LinkedIn-nya, Allen lulus dari California Institute of Technology pada tahun 2017 dengan gelar sarjana di bidang teknik mesin. Dia menerima gelar master di bidang ilmu komputer dari California State University-Dominguez Hills tahun lalu.

    Saat masih menjadi mahasiswa di Caltech, dia pernah diliput dalam berita lokal pada tahun 2017 karena mengembangkan prototipe rem darurat untuk kursi roda.

    8. Pelaku Diduga Targetkan Staf Trump

    Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche mengatakan tersangka penembakan di acara White House Correspondents Dinner menargetkan anggota administrasi Presiden AS Donald Trump. Kejaksaan belum mengungkap staf administrasi Trump yang menjadi target itu.

    "Tampaknya tersangka menargetkan anggota administrasi. Kami belum memiliki detail spesifik tentang anggota administrasi tertentu, kecuali bahwa kami memahami bahwa itu adalah tujuan dan targetnya," kata Blanche kepada Dana Bash dari CNN, seperti dilansir CNN, Minggu (26/4).

    Dugaan target ini diungkap setelah penegak hukum melaksanakan sejumlah surat perintah penggeledahan semalam.

    9. Pelaku Disebut Tulis Manifesto Anti-Kristen

    Donald Trump mengatakan pelaku penembakan di gala diner yang diadakan Gedung Putih menulis manifesto soal kebencian terhadap Kristen. Dia mengatakan pelaku adalah orang yang bermasalah.

    "Orang itu orang sakit. Ketika Anda membaca manifestonya, dia membenci orang Kristen," kata Trump kepada Fox News seperti dilansir AFP, Minggu (26/4).

    Trump mengatakan saudara pelaku mengeluhkan hal tersebut. Dia mengatakan bahkan keluarga mengeluhkan soal pelaku ke penegak hukum.

    "Saudara perempuannya atau saudara laki-lakinya sebenarnya mengeluh tentang itu. Anda tahu, mereka bahkan mengeluh kepada penegak hukum. Dia orang yang sangat bermasalah," katanya

    (lir/lir)

    Komentar
    Additional JS